
Ini hari keempat Julia berada di rumah sakit, kondisi kesehatannya sudah lebih baik, kemungkinan besok pagi dia sudah diperbolehkan pulang.
Karena sudah kembali sehat, Julia bisa sedikit berjalan-jalan disekitar kamar, Ia menuju Jendela, dari tempatnya berdiri, di lantai tiga, ia bisa melihat hamparan tambak di sepanjang pantai selatan, yang jumlahnya puluhan. Di sekitarnya ditumbuhi pohon cemara laut yang tinggi menjulang. Ia memandangi kincir-kincir yang berputar di tengah tambak, dan melihat orang yang sedang melempar pakan ke dalam tambak. Seandainya ada alat melukis, ingin rasanya ia melukis keindahan tambak dari kejauhan. Julia berpikir mungkin senang menjadi petambak. Tapi ia yakin biayanya pasti sangat besar.
Julia kembali lagi ke tempat tidurnya, ia masih agak kelelahan kalau terlalu lama berdiri.
***
Di apartemen Santi bolak balik mencoba menelpon Julia, tapi hp Julia off, tak bisa dihubungi. Ia merasa bersalah juga, karena sempat tidak mempercayai sahabatnya. Julia pasti merasa sedih dan terluka.
Bel apartemen berbunyi, Santi terkejut, karena ia tidak janjian dengan siapapun. Ketika ia membuka pintunya, tampak Tuan Satria yang sepertinya sangat lesu, dan Tuan Rico disampingnya.
"Santi, boleh aku masuk?" tanya Satria, karena tak kunjung dipersilahkan masuk oleh Santi yang masih tertegun di tempatnya berdiri.
"Eh Oh,,, iya Tuan, silahkan masuk, maaf, sampai lupa." jawab Santi tersipu.
Santi mempersilahkan duduk di ruang tamu apartemen, dan menawari kedua tamunya minum. Santi meninggalkan tamunya untuk pergi ke dapur, ia membuat tiga cangkir kopi, untuk kedua tamunya dan untuk dirinya sendiri.
"Bagaimana Santi, apa kamu sudah berhasil menghubungi Julia? aku khawatir dia sakit." tanya Satria lirih.
Santi meletakkan ketiga cangkir ke atas meja, lalu ia ikut duduk di depan tamunya.
"Saya sudah berkali-kali menghubunginya Tn. Satria, tapi hpnya tidak aktif, wa saya juga belum dibacanya. Mungkin Tuan benar, Julia sedang sakit, karena terakhir kali dia ke kantor, wajahnya sangat pucat, ia mengenakan cardigan tebal tidak seperti biasanya." jawab Santi.
"Kamu tahu dimana alamat dia tinggal Santi?" tanya Satria lagi.
"Tidak Tn. Satria, tapi bukankah ditiap CV karyawan baru pasti mencantumkan alamat? kenapa tidak liat disana?" ucap Santi lagi, sambil melirik ke Tuan Rico.
"Betul juga Bos,,, kenapa ga kepikiran sih?" sela Rico.
"Kalau begitu yuk kita liat CVnya, sepertinya masih di laci meja kerjaku Ric." ucap Satria dengan semangat.
Ketiganya tersenyum senang.
***
Senin pagi, Julia merasa senang, karena hari ini ia boleh pulang. Ibu Julia membantu membereskan pakaian dan buah tangan dari orang yang menjenguk anaknya. Ibunyapun merasa lega, putri semata wayangnya telah sehat kembali.
Tak lama kemudian ayah Julia datang menjemput mereka.
__ADS_1
"Alhamdulillah anak ayah sudah sehat, mulai sekarang kamu harus jaga kesehatan sayang,,, dan jangan makan sembarangan!" kata ayahnya tegas.
"Iya yah,,, " jawab Julia tersenyum lemah.
***
"Ayah, ibu, Julia mau pulang ke rumah dulu ya,,, Julia kangen sama mbok sum." pamit Julia.
"Kamu sudah kuat nyetir sendiri Julia?" tanya ayahnya.
"Insya Allah Yah, Julia kan
udah sehat? lagian di rumah juga bingung mau ngapain yah? Julia mau bikin lamaran, siapa tahu ada yang butuh karyawan." tutur Julia.
"Ya udah, hati-hati sayang,,,, jangan ngebut." ucap Ayahnya kemudian.
Julia mencium tangan kedua orang tuanya, dan masuk ke dalam mobil. Ia mau pulang ke rumahnya sendiri, yang lama ditinggal.
Julia mampir ke supermarket untuk membeli kebutuhan bulanannya. Setelah itu ia segera melarikan mobilnya ke rumah.
"Ting,,,, tong,,,, " Julia memencet bel rumahnya.
"Klik" suara pintu dibuka,,,,
"Non Julia?!" bibi Sum menyambut Julia dengan histeris.
"Ya Allah Non,,,, senangnya bisa ketemu lagi sama Non Julia." ucapnya senang, matanya berkaca-kaca karena terharu.
"Ish Bibi,,,, emangnya saya ga akan pulang bi?" ucap Julia tersenyum lebar.
Keduanya berpelukan, bibi sum memang sudah seperti orang tua sendiri untuk Julia. Sampai didalam Julia bercerita panjang lebar pada bibi Sum, apa saja yang dialami selama ia di Jakarta, tentu saja cerita yang baik-baik saja.
"Nah kayanya sekarang aku mulai lapar deh bi, Bibi masak apa?" tanya Julia sambil memegangi perutnya.
"Belum masak Non, habis bibi ga tau Non Julia mau pulang? Bibi masak dulu ya, ada kangkung sama tempe.
"Ya bi ga papa,,,, ohya ni bi bawa belanjaan ke dapur, tadi aku mampir ke supermarket beli telur, gula, kopi, dll. Nih bi,,,." Julia memberikan belanjaannya ke bibi.
Julia masuk ke kamarnya, tidak ada perubahan disana, bibi juga menjaganya tetap bersih dan rapi. Ia merebahkan dirinya di springbed. lalu menyalakan AC.
__ADS_1
Tak lama kemudian aroma masakan bibi sudah tercium, Julia langsung menyerbu ke meja makan.
"Woooo,,,, masakan kampung ala bibi yang sangat kurindukan!" ucap Julia riang. Tidak menunggu lama, ia langsung makan dengan nikmat.
Malamnya Julia tidak bisa tidur, ia meraih ponsel yang beberapa hari ini tidak ia aktifkan. Yah,,,, Sejak Tuan Satria memecatnya, ia tidak ingin dihubungi oleh siapapun, apalagi kondisi tubuhnya sedang sakit. Ia masih merasa sakit hati pada orang-orang yang tidak mempercayainya.
Begitu ponsel ia nyalakan banyak notifikasi berebut masuk, hingga ponselnya bising. Ia melihat banyak sekali telpon dari Santi, sahabatnya.
Ia membuka whatsapp, ada chat dari Santi, ia membacanya.
Chat pertama
Julia kamu kemana? kamu memang dipecat dari pekerjaan, tapi bukan berarti kamu harus pergi dari apartemen.
Chat kedua
Julia, kamu balas wa-ku, akh tahu kamu pasti marah padaku. tolong balas wa ini kalau kamu membukanya. Pliiss,,,,,
Chat ketiga
Ya ampun Julia, Tuan Satria mencarimu. Ia merasa bersalah, karena ternyata tuduhannya tidak benar. Ia malu sekali Jul.
Julia baru akan membaca chat ke 4, saat Santi menghubungi ponselnya.
Tapi Julia belum mau menerima telpon dari siapapun, ia biarkan ponselnya terus berbunyi.
***
"Hmmmm Julia, ayok angkat telponnya." gumam Santi.
Tapi tetap saja Julia tak mengangkat telpon dari Santi. Ia bahkan melemparkan ponselnya ke atas bed. Ia masih ingin sendiri.
***
◇
◇
◇
__ADS_1
( Pembaca yang tercinta, jangan lupa dong like n commentnya, semoga sukses untuk kia semua. aamiin,,, )