Bukan Perempuan Pilihan

Bukan Perempuan Pilihan
AANWIJZING


__ADS_3

Julia bersiap-siap, ia mengenakan dress krem pemberian Tn. Satria, ia suka melihat bagian krahnya yang cantik, dress itu sedikit diatas lutut panjangnya, ia mengenakan high heels z**a yang ia bawa dari Jakarta.


Bel kamar berbunyi, Beno yang menjemput Julia. Iapun meraih tas hermes dan bergegas keluar kamar, Beno sudah menunggu.


"Ayo Nona Julia, Tn. Satria sudah menunggu di lobi." ucap Beno ramah.


Julia mengangguk dan berjalan menuju lift.


***


Pintu lift terbuka, Tampak Julia berjalan dengan anggun. Tn. Satria diam-diam mengagumi kecantikan Julia saat ini. Tak salah ia memilihkan dress berwarna krem itu,,, tapi baginya Julia mengenakan baju apapun, selalu terlihat cantik dimatanya.


Tn. Satria juga senang, karena kecerobohan Julia akhir-akhir ini mulai berkurang, lebih tertata jalannya dan anggun. Tn. Satria terkekeh memikirkannya.


Melihat kedatangan Julia, Tn. Satria berdiri, dan langsung segera mengajak Julia segera berangkat.


Tn. Satria dan Julia menunggu di depan pintu Hotel, menunggu mobil yang akan mengantarkan mereka ke tempat pertemuan. Begitu Mobil berhenti di depan, petugas hotel bergegas membukakan pintu untuk mereka.


Julia dan Tn. Satria pun segera masuk ke dalam mobil, sambil mengucapkan terima kasih pada petugas hotel.


"Ayo win berangkat, pelan saja!" ucap Tn. Satria pada Edwin sang supir. Edwin mengangguk.


Tempat pertemuan lumayan jauh dari hotel, sekitar dua puluh menit dari tempat mereka. Pertemuan diadakan di ruang meeting hotel Dieu-Intercontinental Lyon. Tiba di ruang meeting, beberapa peserta sudah berdatangan, dan sedang berbincang-bincang.


Tn. Satria dan Julia masuk ke dalam ruangan. Kemudian Tn. Satria yang berjalan di depam Julia menyapa beberapa orang yang dikenalnya.


"Selamat pagi Tn. Jimmy Jackson sahabatku, apa kabar?" sapa Tn. Satria.


Laki-laki berperawakan Tinggi langsing, berkulit hitam, bercambang, mengingatkan Julia pada aktor will smith, yang dipanggil Tn. Jimmy Jackson menoleh ke arah Tn. Satria.


"Owh,,, sahabatku, Tn. Satria, kabar baik, bagaimana denganmu? lama tak berjumpa ya?" balas Tn. Jimmy Jackson sambil berpelukan erat dengan Tn. Satria.


"Oh ya kenalkan ini Nona Julia asistenku." ucap Tn. Satria memperkenalkan Julia yang masih berada di belakang Tn. Satria, Tn. Satria menoleh ke arah Julia.


"Oh,,, kamu sudah berganti asisten? bagaimana dengan___siapa itu____? emmm Tn. Rico?!" tanya Tn. Jackson sambil bersalaman dengan Julia dan tersenyum.


"Rico tidak ikut, dia mewakili tugas-tugasku di Jakarta." jawab Tn. Satria.


Lalu keduanya berbincang serius seputar bisnis mereka. Kadang mereka tertawa keras dan saling melempar candaan. Julia cuma mendengarkan, ia melihat sekelilingnya, orang-orang dengan predikat high class dengan bisnis yang luar biasa. Ternyata meeting dihadiri oleh 7 perusahaan dari berbagai negara, dari Indonesia diwakili Tn. Satria dan Tn. Daffin. Rupanya kedua wakil ini sudah memiliki kesepakatan untuk support di Mega proyek kali ini.

__ADS_1


Tak lama kemudian, seseorang masuk ke dalam ruangan, ia mendekati Tn. Satria dan Tn. Jackson dan bergabung untuk mengobrol. Saat Julia diperkenalkan dengan Tn. Daffin, tampaknya ia bukan orang yang menyenangkan. Gesture dan caranya berbicara membuat Julia merasa mual. Apalagi saat ia menyalami dan memandangi Julia, kesan tatapannya begitu mesum. Tapi Julia mengabaikannya, walaupun tetap tersenyum dipaksakan. Julia baru tahu, kolega Tn. Satria adalah para pebisnis yang sangat berpengaruh di negaranya masing-masing. Ia semakin kagum pada Tn. Satria.


Akhirnya acara penting dalam meeting dimulai tepat pukul 10 am. Ketua Pimpro dari Mega proyek real estate di Lyon Perancis, Tn. Richard Bailey, membuka acara meeting dengan ramah tamah. Kemudian dilanjut dengan acara inti, penjelasan syarat-syarat dan metode proyek. Julia mulai mencoret-coret buku catatannya, sambil sesekali membuka berkas dari panita.


Jam 12am peserta meeting jeda untuk makan siang,,, hidangan telah disiapkan di meja buffet. Julia berjalan beriringan dengan Tn. Satria menuju buffet,,,


Suasana diruang meeting sangat tertib, mereka mengambil makanan, membawa ke meja juga dengan tertib, berbeda sekali dengan situasi meeting tender di Indonesia, apalagi kalau tender di kantor pemerintahan yang terkadang sangat ricuh. Orang-orang bule melakukan segalanya dengan sangat teratur dan tertib.


Orang bule juga sangat menghargai waktu, jam 1 pm, mereka sudah kembali berkonsentrasi mengadakan diskusi untuk hal-hal yang perlu ditanyakan. Tidak ada acara molor dari jam yang telah dischedulkan.


Walaupun ada coffee break, meeting selesai tepat jam 5 pm.


Saatnya dibacakan peserta lelang, semua orang yang hadir mendengarkan dengan seksama.


MEGA PROYEK REAL ESTATE DI LYON PERANCIS.


Peserta :



Jackson brothers, co.ltd diwakili Tn. Jackson ( USA )


Star centurian, co.ltd diwakili Tn. Julian Carlos ( SPA )


Penjawi Artha Prima, co.ltd diwakili Tn. Satria ( INA )


Daffin brothers, co.ltd diwakii Tn. Daffin ( INA )


Ranch Viesta, co.ltd diwakili Nn. Ella Casanov ( SPA )


Star Indiana, co.ltd diwakili Tn. Clarkson ( USA )



Tender akan ditutup pada hari bulan Rabu, July, 21st, 2021.


Meeting selesai.


Tn. Satria menghembuskan nafas lega. Ia memastikan lagi Julia ingat point-point penting yang harus disiapkan.

__ADS_1


***


Dalam perjalanan kembali ke hotel, Tn. Satria bertanya lagi pada Julia.


"Apa kamu sudah mencatat semua point-point pentingnya Julia? aku khawatir ada yang terlupa." tanyanya memastikan.


"Insyaa Allah sudah Tuan, semua sudah saya catat. dan sebelum hari ini, saya juga sudah menyiapkan sebagian berkas yang diperlukan Tuan." jawab Julia tersenyum.


"Well,,,, aku percaya padamu. lakukanlah dengan baik Nona Julia." ucap Satria lagi dengan tersenyum.


"Tapi,,," julia tak melanjutkan kata-katanya.


"Tapi,,,,? tapi apa Nona Julia?" tanya Tn. Satria.


"eh tidak Tuan,,,,tidak apa-apa." jawab Julia.


Tn. Satria menaikkan alisnya, ia penasaran dengan kalimat Julia yang menggantung.


Julia menghentikan ucapannya, karena ia tak mau apa yang akan ia katakan nanti menjadi beban pikiran bosnya. Julia merasa tidak sreg, kalau sampai bosnya bekerja sama dengan Tn. Daffin,,,, Julia merasa bahwa Tn. Daffin adalah orang yang licik. Biasanya intuisinya tidak salah.


Merekapun tiba di hotel. Julia masih memikirkan kehadiran Tn. Daffin tadi. makanya dari tadi ia diam saja,,, perasaannya sangat tidak enak.


Sampai di depan pintu kamar, Tn. Satria berhenti sesaat, ia memandang Julia.


"Nona Julia ada apa? dari tadi kamu seperti sedang memikirkan sesuatu?" tanya Tn. Satria tiba-tiba.


"Ti-tidak apa Tuan, Saya cuma kangen dengan keluarga di kampung. Sudah empat bulan ini tidak bertemu." jawab Julia asal.


"Oh,,, Nona Julia acara kita udah selesai disini, apa kamu punya rencana untuk jalan-jalan? atau ingin berkeliling Lyon? kalau iya aku akan mengantarmu, kita masih punya waktu sampai besok." tanya Tn. Satria.


"Terserah Tn. Satria saja,,,,." jawab Julia terkekeh.


Ternyata Tn. Satria tak sedingin yang ia bayangkan. Ia seorang bos yang memperhatikan kebutuhan karyawannya. Julia jadi tersanjung dibuatnya.




__ADS_1


( Ditunggu like n commentnya guys,,, terimakasih 😘😘😘 )


__ADS_2