Bukan Perempuan Pilihan

Bukan Perempuan Pilihan
PESONA TUAN SATRIA


__ADS_3

Satu setengah jam lagi pesawat akan tiba di bandara saint-exupéry, tapi penumpang pesawat kelas satu ini belum ada 1 pun yang terjaga.


Julia mengedarkan pandangan keseluruh kabin pesawat,,, sepi. Ia bangkit dan menuju ke toilet, dari tadi ia merasa ingin p***s.


Saat kembali ke tempat duduknya, Tuan Satria sudah terbangun, ia menoleh pada Julia dan bertanya." Darimana?" tanyanya singkat.


"Oh dari toilet Tuan, habis mencuci muka." jawab Julia


Setelah itu hening lagi.


Tuan Satria bangkit dan menuju toilet.


Tuan Satria kembali ke tempat duduknya, lalu ia memesan kopi lewat monitor di depannya. Tak lama kemudian seorang pramugari mengantarkan 1 cangkir kopi, 1 teko kecil kopi, dan croissant.


"Terima kasih Nona." ucap Tuan Satria kepada pramugari. Kemudian pramugari berpindah ke sebelah Julia dan memberikan pesanan yang sama dengan Tuan Satria.


"Terima kasih." ucap Julia.


"Minum kopinya Julia, biar tidak mengantuk." ucap Tuan Satria.


"Baik pak, terima kasih." jawab Julia kaku.


***


Pesawat baru saja landing di bandara saint-exupéry, dari Jendela tampak kesibukan di sekitar area bandara. Julia sangat sumringah, sampai juga ia di lyon perancis!!!


Tuan Satria berjalan sambil menarik kopernya, Julia mengikuti langkah Tuan Satria di belakangnya sambil menarik koper dan menenteng tas. Mereka keluar di lajur khusus kedatangan.


Di pintu keluar mereka disambut oleh dua orang berpakaian rapi dan berbadan kekar, lalu mereka mengambil barang bawaan Tuan Satria dan Julia. Dan berjalan di belakang mereka.


Dan sampai diluar bandara, dua mobil menghampiri.


Satu orang membukakan pintu sebelah kanan untuk Tuan Satria.

__ADS_1


"Ayo Nona Julia,,,, " ucap Tuan Satria.


"Silahkan Nona." satu orang lagi membukakan pintu sebelah kiri untuk Julia. Juliapun masuk kedalam mobil.


Mobil keluar beriringan dari bandara.


Tujuan mereka selanjutnya adalah Hotel Carlton, tempat dimana mereka akan menginap selama lima hari di Lyon.



Tuan Satria melakukan reservasi, ia mengeluarkan black card dan menyerahkan kepada petugas resepsionist.


Tak lama kemudian, petugas hotel membawakan koper-koper mereka menuju room hotel dilantai 13.


Petugas memasukkan kartu di slot pintu, pintu terbuka, ternyata kamar yang diperuntukkan Julia adalah Junior suite, interiornya cantik elegan, room ini dilengkapi balkon, Julia bisa memandang keindahan kota Lyon dari sana.


Tuan Satria ikut masuk ke kamar Julia, ia memberikan sedikit tips untuk roomboy yang membawakan koper Julia. Setelah roomboy meninggalkan mereka, Tuan Satria berkata." Sekarang beristirahatlah Nona Julia, sebelum kita melanjutkan tugas, pastikan ponselmu selalu aktif, agar Saya bisa menghubungimu tiap saat diperlukan." ucap Tuan Satria.


Tuan Satria keluar dari kamar Julia menuju ke kamarnya yang tepat berada di sebelah kamar Julia.


***


Julia meletakkan kopernya ke atas tempat tidur, dikeluarkannya pakaiannya dari dalam koper, dan menggantungkan ke dalam lemari satu persatu, setelah itu ia meletakkan beauty case ke meja rias. Ia mengambil shoes case dari dalam koper, mengeluarkan high heels dan flatshoesnya, lalu meletakkannya di tempat sepatu. Setelah semua berada di tempatnya, Julia duduk di pinggiran tempat tidur.


"Lebih baik aku berendam dulu, biar badanku segar." gumam Julia, sembari melangkah ke bathroom. Julia mengucurkan air hangat setengah tinggi bathub, ditebarkannya bubuk sabun sedikit, lalu ia membuka pakaiannya satu persatu, dan masuk ke dalam bathub.


Julia menyipratkan air ke muka, "aahhh segarnyaaaa,,,." gumamnya sambil menyipak-nyipakkan air ke dadanya. Ia melakukannya sambil memejamkan matanya,,,


***


Pintu bathroom terbuka,,,, Julia sangat terkejut, mendapati Tuan Satria masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintunya, Julia segera menutupi tubuh dengan kedua tangan sebisanya. Tuan Satria melangkah mendekati Julia yang merona merah.


"Tuan Satria?" ucap Julia lirih. Tuan Satria duduk di pinggiran bathub, ia membantu Julia memercikkan air ke tubuh Julia, Julia tak berkata apapun, dan juga tidak menolak perlakuan Tuan Satria. Sesaat kemudian Tuan Satria melonggarkan kerah kemejanya, membuka kemejanya, memperlihatkan dadanya dengan bulu-bulu tipis, ia tersenyum lembut, melihat Julia diam saja, ia membuka celananya perlahan, Julia merasa malu saat melihat Tuan Satria tak mengenakan apapun, dan mengalihkan pandangannya. Tuan Satria sudah duduk bersisian dengan Julia di dalam bathtub. Melihat Julia yang mengalihkan pandangan darinya, tangan Satria memegang pipi Julia, mengarahkan muka Julia ke arahnya, dan "cup" Tuan Satria mengecup pipi Julia dengan lembut, kemudian bibir Tuan Satria mendekat ke bibir Julia yang sangat ranum dan merekah, tak pelak lagi, bibir Tuan Satria memagut bibir Julia, memainkan lidahnya di dalam mulut Julia, membuat Julia terengah-engah. Kecupan demi kecupan mulai berpindah makin ke bawah,,,,

__ADS_1


***


Ting Tong,,,!!


Julia terkesiap kaget, gelagapan,,,, rupanya ia tertidur dan bermimpi di dalam bathub. Air yang tadinya hangat sudah berubah dingin. "Rupanya tadi cuma mimpi?" gumamnya tersipu.


Ting Tong,,,,!! bel pintu kembali berbunyi. Julia segera bangkit dari bathub, meraih kimono handuk putih, dan segera keluar kamar mandi. Diintipnya keluar, dari bulatan kecil di pintu, siapa yang datang. Tapi ternyata tidak ada siapa-siapa diluar.


Tring,,, tring,,, tring,,,


Ponsel Julia berdering,,,, ," Halo?" sapa Julia.


"Nona Julia kemana saja? saya memencet bel berkali-kali tapi tidak ada yang membukakan pintu. kamu sedang apa?!" tanya Tuan Satria di telpon.


"Emmm iy-iya Tuan Satria maaf, saya ketiduran di bathub, maafkan saya. ada yang bisa saya bantu Tuan?" ucap Julia merasa bersalah.


"Tidak, eh maksud saya, Saya mau mengajakmu lunch,,,, Kamu sudah berpakaian? kalau sudah siap, saya jemput kamu Nona,,,." ucap Tuan Satria lagi.


"Eh oh,,, baik Tuan,,,, sebentar lagi saya siap." jawab Julia heran, apa Tuan Satria tahu ia belum berpakaian? jangan-jangan,,,,, pikirannya menuduh, apalagi ia baru saja mimpi p***o. Julia terkekeh geli, malu sendiri.


Julia segera berpakaian, ia memilih dress hijau sebetis, dan mengenakan flatshoes hitam. Entah apa ini cocok dikenakan siang ini atau tidak, yang jelas, pakaian yang ia bawa memang tidak banyak. Ia tidak mengenakan coat atau jacket, karena bulan ini sedang musim panas di Eropa. Julia membedaki tipis-tipis wajahnya, dan memoleskan lipstick pink ke bibirnya. Done!


Ting,,,, Tong,,,,!!


Bel pintu kembali berbunyi, setengah berlari Julia membukakan pintu. Julia terkesima melihat laki-laki di hadapannya. Tuan Satria sangat gagah dan segar. Ia mengenakan kemeja putih dan pantalon berwarna krem. Maskulin sekali,,,, aroma tubuhnya harum khas laki-laki seperti biasanya, harum yang sudah merasuk di dalam ingatannya.


Julia, Tn. Satria beserta para pengawalnya turun untuk keluar Hotel. Rencananya Tuan Satria ingin lunch diluar hotel, sambil menikmati suasana kota Lyon di siang hari, di musim panas.




__ADS_1


__ADS_2