
Julia selesai mem-packing pakaiannya ke dalam koper, sejenak ia duduk di tepi tempat tidur, membulatkan tekad untuk pergi ke Jakarta.
Ia akan mengabari kepergiannya kepada ayah dan ibu, sesampainya di Jakarta. Ia tidak ingin membuat orangtuanya khawatir.
Tiket kereta api sudah ia pesan via online, jadwal keberangkatan kereta api tertera di ticket jam 15.10, artinya itu masih beberapa jam lagi. Ia masih bisa berbincang-bincang dengan Bibi Sum sebelum pergi.
" Bi,,,, " Julia membuka percakapan saat ia berhadapan dengan Bi Sum.
" Iya Non? " sahut Bi Sum menatap majikannya.
" Sebelumnya Julia minta maaf bi,,,, Julia pamit sama Bi Sum, Julia mau ke Jakarta bi, aku mau cari pekerjaan disana,,,, " mata Julia menerawang.
Bibi Sum mendengarkan dengan seksama.
" Aku gak ingin disini dan terus bersedih bi, aku harus menyibukkan diri. Aku ga pamit sama ayah ibu bi, aku titip rumah, ini kunci mobil, serahkan ke ayah kalau ayah kesini bi,,,, " lanjut Julia lagi sambil menyerahkan kontak mobil ke Bi Sum.
Hati Bi Sum teriris,,,
" Ya Allah, Non,,, kenapa Non Julia pergi mendadak?! gimana nanti ayah dan ibu Non, jangan pergi Non,,, Non disini aja, Non kan bisa kerja disini Non,,,?!" ucap Bi sum memelas sambil berkaca-kaca.
" Bi, kalau aku tetap disini, aku pasti ga bisa melupakan semua kesedihan ini bi,,,,, aku akan selalu ingat dengan Mas Indra Bi, Bibi baik-baik disini, tolong jaga rumahku, tiap bulan nanti Julia transfer uang ke Bibi untuk biaya sehari-hari, doain Julia disana betah dan sukses! salam aja buat ayah sama ibu." jawab Julia lagi sambil memegangi kedua tangan Bi Sum, air mata Julia merebak, ia tak tega melihat kesedihan di mata asisten rumah tangganya ini.
Keduanya menghabiskan waktu dengan mengobrol. Julia pasti akan kangen masakan Bibi,,,,,
Tiga jam kemudian,,,,
Julia mengambil kopernya dari dalam kamar, berhenti sejenak untuk memastikan tidak ada yang tertinggal.
Julia berpamitan lagi pada Bi Sum, keduanya bertangisan sambil berpegangan tangan. Setelah itu Julia segera keluar pintu rumah, taxi online sudah menunggunya di depan rumah. Bi Sum mengiringi kepergian majikannya dengan sedih, dan membalas lambaian tangan Julia.
" Jaga diri baik-baik Non, makan yang banyak! biar Non Julia sehat-sehat disana, bibi selalu doakan Non Julia sukses di Jakarta." ucap Bi sum setengah berteriak dengan berlinangan airmata.
*****
Taxi online memasuki Stasiun Kota Cilacap, dan berhenti di depan pintu masuk, setelah membayar taxi online, Julia segera membuka pintu mobil, dan bergegas melakukan boarding pass, ia menunjukkan ticket dan KTP kepada petugas boarding pass, setelah selesai ia masuk ke dalam peron, dan naik ke kereta yang sudah standby untuk berangkat. Kereta tidak begitu banyak penumpang. bahkan tidak ada penumpang lain disebelah tempat duduk Julia.
"Alhamdulillah nyaman." bathin Julia.
Di atas kereta tak lupa ia menelpon Santi sahabatnya.
__ADS_1
" Halo assalamu'alaikum San,,, " sapa Julia.
" Walaikumsalam julia,,,, kamu jadi ke Jakarta?" jawab Santi di seberang sana.
" iya San aku jadi berangkat sore ini, perkiraan tiba di stasiun gambir jam 20.45, kalau kereta ga telat. Kamu jadi kan jemput aku?" tanya Julia.
" Ok, aku jemput kamu di gambir ya? kamu call aku lagi nanti. Kalau mau sampai, take care,,,,, n see you Julia!" jawab Santi riang.
Dia senang sekali akhirnya Julia mau menerima tawarannya, walaupun ia ikut prihatin dengan apa yang terjadi pada pernikahan Julia sahabatnya.
Sebulan yang lalu, sebelum pernikahan Julia, Santi tiba-tiba menghubungi Julia, ia menawari sahabatnya itu pekerjaan di bagian administrasi perencanaan proyek, karena ia tahu Julia berpengalaman menyiapkan tender, membuat RAB dan lain-lain yang berhubungan dengan proyek, apalagi gaji yang ditawarkan cukup tinggi.
Mumpung Santi merupakan sekretaris CEO di perusahaan ini, makanya ia berani untuk menawarkan pekerjaan kepada Julia di tempatnya bekerja. Tapi sayang,,,, Julia menolak saat itu karena ia akan menikah.
Santi segera meluncur cepat ke ruangan sang CEO.
"Tok!tok!tok! Santi mengetuk pintu Ruangan Tuan Satria.
"Masuk!" suruh sang CEO
Santi membuka pintu dan segera masuk menghadap Tuan Satria.
"Oh Santi,,,, tidak. Ada apa?" tanya Tuan Satria mengernyit.
"Duduklah!" perintah Tuan Satria.
Santi maju selangkah, menarik kursi untuk duduk. Sebelum melanjutkan, ia menghela nafas.
"Begini Tuan, mengenai lowongan bagian perencanaan Tuan, Saya tahu lowongan itu sudah ada yang menempati, tapi Saya dengar, karyawan yang baru masuk itu, Tika namanya, dia kurang bisa mengerti tugas dan perintah dari Pak Fatah." Santi menghentikan kata-katanya menunggu tanggapan.
"Ya ya,,, lalu?" tanya Tuan Satria menunggu.
"Kebetulan teman Saya, dia sangat tertarik dengan pekerjaan ini. Dan kebetulan juga dia berpengalaman mengerjakan banyak tender! yah walaupun tender kecil, di Kota kecil juga pak. Emm tapi Saya yakin dia mampu." jelas
Santi sedikit berpromosi.
Tuan Satria melirik Rico asistennya, tatapannya minta tanggapan.
Rico mengangguk kecil,,,,
__ADS_1
Santi melirik Tuan Rico dengan ekor matanya. kemudian menatap bosnya dengan harap-harap cemas.
Tuan Satria memainkan penanya,,, dia sedang berpikir. Lalu berkata lagi,,,
"Temanmu laki-laki? Pacarmu?" ucap Tuan Satria menggoda, membuat Santi salah tingkah. tidak biasanya bosnya seperti ini, mungkin dia sudah terpapar virus Tuan Rico yang terkenal hobi clubbing. bathin Santi terkekeh.
"Namanya Julia Tuan,,, tentu saja dia perempuan." jawab Santi cepat, sambil sekali lagi melirik Tuan Rico yang berada di sebelahnya.
Satria terdiam lama,,,,
"Perempuan lagi? Bagaimana ka-lau ternyata dia seperti Tika lagi? bisa jelek reputasi Saya San,,, " lanjut Tuan Satria datar.
Hmmmhhh Santi terdiam, sepertinya usahanya gagal mempromosikan Julia. Lalu bagaimana? Julia sedang bersiap ke Jakarta, aku mesti gimana? bathinnya bergolak.
"Ba-baiklah Tuan Satria, kalau belum bisa, tak apa. Saya mengerti,,, Maaf mengganggu Tuan Satria. Permisi Tuan Satria, Tuan Rico,,, " ucap Santi sambil berpamitan.
"Tunggu Santi,,,,! baiklah, Saya tunggu temanmu untuk interview di ruangan Saya, Senin pagi jam 9 tepat! kalau terlambat? tidak ada kesempatan lagi!" ucap Satria tegas sambil mengedikkan bahu bidangnya.
Santi melempar senyum,,,
"Oke deal!!!" jawab Santi tak kalah tegas.
Terima kasih Tuan Satria,,,,
Rico mencibirkan bibirnya, melihat Santi yang gembira.
"Kamu beruntung Julia! mudah-mudahan Julia bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik." gumam Santi sambil melangkah keluar Ruangan CEO.
Di luar pintu ruang CEO, tangan Santi mengepal, dan menarik kedua tangannya,
YES,,,,, !!!
•
•
•
( Jangan berhenti yaaa 😉 )
__ADS_1