
Lyon merupakan salah satu kota tersibuk di Perancis, tak jauh berbeda dengan kota-kota metropolitan di seluruh dunia. Hampir sama dengan kota Jakarta, banyak gedung-gedung tinggi dengan banyak lampu yang gemerlapan. Julia memandang indahnya kota Lyon dari balkon kamar hotel, tempat ia menginap.
Julia sangat menikmati suasana malam ini, sambil duduk santai, menikmati secangkir kopi dan biskuit yang ia bawa dari Jakarta. ia merasa enggan untuk makan menu hotel, atau order makanan layanan antar, ia merasa putus asa karena tidak bisa berkomunikasi dalam bahasa Perancis seperti Tn. Satria.
Sudah jam 9pm waktu setempat, tapi tidak ada telpon atau satupun wa dari Tn. Satria, artinya Tn. Satria mungkin masih sibuk dengan rekan bisnisnya.
Ia memutuskan untuk tidak ikut makan malam bersama Tn. Satria, karena ia kesal, Tn. Satria laki-laki yang sangat dingin. Jarang sekali mengajaknya mengobrol, padahal pikir Julia dengan sering berbincang, ada chemistry yang akan terbentuk, agar pekerjaannya berjalan lancar dan nyaman.
"Tapi kenapa Santi bisa betah jadi sekretaris Tn. Satria ya?" pikir Julia. Julia mengedikan bahunya, ia lalu memanyunkan bibirnya.
Ponselnya berbunyi, tertera nama Tn. Satria disitu. "Panjang umur,,," pikirnya terkekeh.
"Julia, apa kamu sudah makan malam?" tanya Tn. Satria terdengar cemas.
"emm belum pak. hehe" jawab Julia terkekeh.
"Loh kenapa? Aku kan sudah bilang, pesanlah di restoran pesan antar, atau kamu order melalui layanan kamar Nona Julia?" tanyanya lagi.
"Eh ohiya Tuan,,, tapi Saya bingung, tidak bisa bahasa Perancis." jawab Julia polos.
"Ya sudah, kamu mau pesan apa? Aku pesankan." ucap Tn. Satria.
"Terserah saja Tuan, yang penting menu makanan halal." jawab Julia lagi.
Satu setengah jam kemudian bel berbunyi. Julia masuk ke dalam kamar, lalu mengintip dari lubang kecil di pintu, seorang pelayan membawa bungkusan. Julia membuka pintu kamar.
"Iya pak, ada apa?" tanya Julia sopan
"Selamat malam Nona Julia, Ini ada pesanan makanan untukmu, Tn. Satria yang memesankan untuk anda." pelayan berkata ramah, sambil menyodorkan bungkusan ditangannya.
"Oke Pak, terima kasih telah mengantarkan makanan ini untukku." ucap Julia.
"Terima kasih kembali Nona, selamat menikmati makanannya" jawan pelayan. Ia berlalu meninggalkan Julia.
Julia menutup pintu,,, kemudian meletakkan bungkusan itu diatas meja, dan membukanya,,,,
Ada 2 box makan berukuran sedang, begitu dibuka, bau harum menguar, daging domba yang dipanggang merata, dengan lemak yang menggoda, beserta saus, dan buncis panggang dan kentang. Box satunya lagi berisi kue potong yang bentuknya dan lapisan coklat dan krimnya sangat menggiurkan membuat Julia meneteskan l**r. ditambah 1 cup besar orange jus dingin. Tidak pake lama, Julia menghabiskan makanan-makanan itu lahap.
__ADS_1
Julia bersendawa,,,, setelah membereskan semua bekas makanannya, ia kembali menuju balkon, menikmati view kota Lyon di waktu malam. Tak bosan-bosanya ia berselfie dengan kamera ponselnya.
Malam kian larut, belum ada tanda-tanda Tn. Satria dan para bodyguardnya kembali ke hotel.
Julia menonton TV dari ranjangnya,,, sampai ia terlelap dengan kondisi TV masih menyala.
***
Julia terbangun dari tidurnya, menggeliat sebentar, "brrrr,,,, dinginnya,,,," ia meringkuk di dalam selimut, merasakan dinginnya pagi. Walaupun di Lyon sedang musim panas, rasa dingin terasa di kulit Julia. Dengan menyemangati dirinya sendiri, Julia bangkit juga, menyingkap selimutnya, dan duduk di tempat tidur. Setelah termenung agak lama, ia baru turun dari tempat tidur, berjalan menuju pintu keluar menuju balkon. Ia ingin melihat suasana pagi di kota Lyon.
Di balkon ia meliukkan badannya kekanan dan kekiri, sambil meregangkan kedua tangannya, sepasang mata seperti sedanh memandang ke arahnya, Julia menoleh ke arah balkon Tn. Satria.
Deg,,, Tn. Satria berada di balkonnya, ia mengenakan trainning lengkap dengan sepatu ketsnya, sedang memandang ke arahnya. Tn. Satria terkekeh,,,,
"Kamu baru bangun Nona Julia?" sapanya dari balkon.
"Ehm iya Tuan,,, udaranya dingin." jawab Julia sambil tersipu.
"Oke, bentar lagi kita turun sarapan, aku menunggumu bangun dari tadi." ucap Tn. Satria datar.
"Baik Tuan," Julia menjawab singkat.
"Ah sekalian mandi saja, tanggung!" gumam Julia.
Selesai mandi, ia membuka lemari dan mengambil dress bunga-bunga selutut. Berdandan simpel, memakai eyeliner hitam, maskara dan memoleskan lipstick pink kesukaannya. Ia meraih sepatu sneakernya. Bel berbunyi, Julia menuju untuk mengintip siapa yang datang, hmm Tn. Satria masih dengan pakaian olahraganya. Julia membuka pintu.
Tn. Satria tersenyum ramah, ia mengajak Julia untuk turun sarapan.
"Sebentar Tuan." Julia masuk ke kamar dan segera mengambil dompet dari dalam tasnya, kemudian mengikuti Tn.Satria turun.
Mereka naik lift untuk turun ke restaurant hotel.
Dan menikmati sarapan yang disediakan hotel. Julia membuat secangkir dua cangkir kopi, dan meletakkannya di meja, diangsurkannya satu cangkir ke depan Tn. Satria, lalu ia berjalan lagi menuju buffet, mengambil beberapa potong roti, butter dalam kemasan kecil-kecil, dan meletakkan di piring, lalu ia mengambil sosis goreng besar.
Ia meletakkan di tengah-tengah meja, dan memulai sarapan. Tn. Satria menyeruput kopi yang dibuat Julia, sambil melihat-lihat isi ponselnya. Mereka seperti sepasang kekasih yang sedang sarapan berdua, walaupun jarang mengobrol.
Mata Julia mengedar ke sekeliling restaurant, ia melihat banyak juga turis yang datang untuk melancong di Kota ini. Ada beberapa orang dari asia, seperti Jepang, Timur tengah, dan juga orang eropa lainnya. Terlihat dari bahasa yang mereka lontarkan. Julia iseng berselfie di meja restaurant. Tn. Satria yang sekilas melihat tingkah laku Julia, cuma tersenyum dalam hati.
__ADS_1
***
Mereka sudah kembali ke kamarnya masing-masing, Tn. Satria juga mengingatkan Julia, pertemuan diadakan jam 10.00. masih dua jam lagi.
Bel kembali berbunyi, kali ini Beno pengawal Tn. Satria yang datang. Ia membawa satu tas besar dari sebuah butik ternama.
"Nona Julia, Tn. Satria menyuruh Saya mengantarkan ini untuk Nona kenakan ke pertemuan." ucapnya sambi menyerahkan sebuah shoping bag.
"Oke terima kasih Ben,,," jawab Julia, menerima tas itu. Julia menutup pintu, didalam shoping bag, ada tas h****s dan sebuah dress berwarna krem selutut berpotongan simpel, dan cantik. Ia merasa dibuat ekstra surprise oleh Tn. Satria.
Ia berdecak kagum memandangi tas super mahal dan dress itu, Julia meletakkannya diatas tempat tidur,,,,
Ponsel berdering, Julia segera mengangkatnya setelah tahu itu dari Santi.
"Hai San, bagaimana kabarmu?" sapa Julia.
"Alhamdulillah sehat,,, maaf ya kemarin aku lupa menelpon balik. Bagaimana persiapanmu?" tanya Santi.
"Iya tidak apa-apa, aku belum menyiapkan apapun, Paling cukup menyiapkan kuping saja nanti untuk mendengar keterangan tim tender. Aku ingin segera pulang ke Jakarta San,,,, kangen mengobrol denganmu." ucap Julia sendu.
"Kamu sepertinya tidak betah lama-lama disana, ada apa? bukankah ini baru dua hari?" tanya Santi terkekeh.
"Aku suka disini, tapi tidak ada teman mengobrol! Tn. Satria jarang bicara, ia sperti robot saja!" ucap Julia, ia terbahak mendengarkan ucapannya sendiri.
disanapun Santi tertawa terbahak-bahak.
"Ya sudah, siapkanlah dirimu, aku juga malas disini, lebih baik dengan Tn. Satria yang jarang bicara, tidak seperti Tn. Rico, bentar-bentar memerintah. Hmmmhhh,,,, " Santi mendengus kesal.
"Hahaha score kita sama dong?" tukas Julia merasa adem.
"Udah sana kamu siap-siap Julia. byeee,,,, " pamit Santi. Telpon terputus.
"Kebiasaan!!" kali ini Julia yang mendengus kesal.
♤
♤
__ADS_1
♤
( Mohon dukungannya dengan like n commentnya guys,,,, terima kasih,,,, 😘😘😘 )