Bukan Perempuan Pilihan

Bukan Perempuan Pilihan
LEMBUR


__ADS_3

Hari pertama bekerja Julia sudah mendapat tugas revisi penawaran, semua ada 3 berkas. Alhasil Julia harus lembur untuk menyelesaikannya.


Jam menunjukkan pukul 17.15, beberapa karyawan sudah berkemas untuk pulang. Tapi Julia baru menyelesaikan 1 saja berkas penawaran revisi.


Julia meregangkan tangannya,,,,


"Emmmmhh,,, !" sakit semua pinggangku,,,,


Julia berjalan menuju dispenser yang tak jauh dari meja kerjanya, untuk mengambil air putih.


"Aaaahhhh segarnya, sampai lupa minum aku daritadi." gumamnya.


tiba-tiba ada yang menepuk punggungnya dari belakang.


"Kamu belum mau pulang Jul?" sapa Tika mengagetkan.


"Uhuk,,, uhuk,,, eh,,, iya Tik, kerjaanku belum selesai, masih ada 2 berkas lagi yang harus kuselesaikan." sahut Julia yang sempat tersedak karena terkejut.


"Mau aku temani?" tawar Tika ramah.


"Gak usah Tik, kamu pulang aja duluan, siapa tahu kamu ada keperluan, terima kasih ya Tik." tolak Julia halus.


"Oke,,,, kebetulan aku harus nemani mamaku dirumah." sahut Tika.


"Tapi besok-besok aku temani kamu lembur." sahut Tika lagi.


"Oke terimakasih Tika,,,, sekarang pulanglah! mamamu pasti sudah menunggu." jawab Julia lagi.


"Oke see u Jul,,,, " Tika berlalu dan melambaikan tangan.


"See u too Tika!"

__ADS_1


Julia kembali ke tempat kerjanya, ia melanjutkan kembali pekerjaannya. Julia memang sangat teliti dan hati-hati dalam menyelesaikan tugasnya, itu sebabnya dia lebih memilih melembur pekerjaannya sampai selesai.


Tak terasa kini ia sendiri di ruangan itu. Tapi dari mejanya ia melihat ruangan Pak Fatah masih terang, artinya dia belum juga pulang.


"Hmmm amaannn, masih ada Pak Fatah disini." gumam Julia.


Cling,,,,


Ponsel Julia berbunyi.


"Iya San? ada apa?" Julia menjawab telpon.


"Kamu belum pulang? aku tunggu di lobi ya,,,,?" sahut Santi diseberang sana.


"Emmm belum San, tugasku masih banyak, baru satu yang kelar, tinggal aja, aku tak apa, nanti aku pulang naik grab?" jawab Julia.


"Oke kalau begitu, tapi ingat, jangan malam-malam pulangnya! kamu juga harus jaga stamina oke?!" sahut Santi lagi.


"See u too honey!" jawab Santi tergelak.


Sepi lagi,,,, Julia kembali ke berkasnya.


***


Di ruangan CEO


Tuan Presdir sedang memperhatikan CCTV dari laptopnya. Ia jelajahi dari ruangan satu ke ruang kerja lainnya.


"Oh ****,,, Jam berapa ini?! kenapa ia belum pulang?" Satria memandang Julia yang masih sibuk di mejanya. "Tekun sekali dia." bathin Satria tersenyum, sebenarnya ia suka dengan karyawan yang berdedikasi seperti itu, tapi ia merasa kasihan juga pada perempuan ceroboh itu.


Satria menghubungi ponsel Fatah, dan menanyakan kenapa Julia belum pulang. Ternyata Fatah memberikan tugas revisi kepada Julia, hingga Julia belum pulang.

__ADS_1


***


Terdengar suara pintu berdecit, Pak Fatah keluar dari ruangannya.


Julia masih konsentrasi dengan laptopnya, hingga ia tidak sadar, Pak Fatah sudah di depannya.


"Oh Pak Fatah? Maaf Pak, Saya baru menyelasikan revisi 2 penawaran, masih kurang satu lagi, entah mungkin baru jam 10an kelar." ucap Julia parau.


"Aduh Julia, jangan terlalu dipaksakan, kalau belum selesai, tak apa kamu selesaikan besok!" tukas Pak Fatah iba.


"Ta-tapi Pak? biar Saya sel,,, " kalimat Julia terpotong.


"Sudah besok saja, ini hari pertamamu masuk kerja, ini sudah jam 9 malam." potong Pak Fatah. " Yuk aku antar kamu pulang?" tawar Pak Fatah lagi.


"Tidak usah pak, nanti merepotkan,,,, Saya naik grab saja." jawab Julia menolak halus, Julia tersenyum.


"Gak kok, ga merepotkan! ayok?!"


"Tidak usah pak,,, terima kasih tawarannya." Julia kekeh menolak.


"Oke, kamu pesen grab sekarang. nanti aku temani kamu sampai grab datang." ucap Pak Fatah tanpa mau dibantah lagi.


"Iya pak, terima kasih."


Dalam hati Pak Fatah, Perempuan ini benar-benar perempuan baik, dia tidak menerima tawaran sembarangan, walaupun sekedar tumpangan. Fatah geli sendiri.




__ADS_1


( Jangan lupa like n komennya )


__ADS_2