
Stasiun Gambir 21.05, kereta cepat yang membawa Julia telah tiba. Julia mengambil koper dari bagasi yang berada diatas tempatnya duduk, dan bersiap-siap turun, karena perjalanan kereta api masih akan berlanjut ke stasiun berikut.
Tak lupa ia menghubungi Santi, agar menjemputnya.
•
•
•
Turun dari kereta Julia segera menuruni tangga menuju pintu keluar stasiun, ia mengedarkan pandangannya mencari-cari sosok sahabatnya.
"Julia!" terdengar suara seseorang memanggil namanya.
Julia celingukan.
"Hai Julia!!! sini!!! sekali lagi seseorang memanggilnya.
Julia mendapati seorang perempuan berdiri di arah jam satu, di depan mobil tak jauh dari tempatnya berdiri, sedang melambaikan tangan ke arahnya.
"Santiiiii!!! Julia segera mempercepat langkahnya, sambil tersenyum lebar menuju ke arah Santi sahabatnya, mereka segera bersalaman dan cipika cipiki sebelum naik ke mobil.
Di dalam mobil
"Akhirnyaaa,,,,!!! jadi juga kamu ke Jakarta, aku senang Julia, lama sekali kita tidak ketemu, sejak kita kuliah di kota yang berbeda." suara Santi membuka percakapan sambil tertawa.
"Yah,,,, aku juga gak nyangka san, kalau Mas Indra gak ninggalin aku, aku juga ga mungkin disini sekarang." tak terasa airmatanya sudah menggenang.
Julia buru-buru menghapus airmatanya.
Santi melirik ke arah Julia dengan ekor matanya.
Ia tahu Julia sedang merasakan getir.
Sementara tangan kanannya memegang setir, tangan kiri Santi meraih tangan Julia, untuk menguatkannya.
"Kamu harus kuat Jul, ini memang menyakitkan, tapi coba kamu ambil hikmahnya, pernikahan ini pernikahan perjodohan, belum lama, kamupun belum mencintai Mas Indramu itu mendalam kan?" hibur Santi.
Sepanjang jalan menuju apartemen Santi, Julia hanya memandangi suasana ibukota yang hingar bingar. Kehidupan malam di ibukota memang sangat sibuk, berbeda dengan dikotanya. Di malam hari orang hanya keluar seperlunya saja, untuk sekedar makan malam bersama keluarga. Tempat hiburan sangat sedikit di kotanya, hingga disaat weekend, warganya banyak yang keluar kota, biasanya ke kota terdekat, sekedar untuk mencari hiburan dan berbelanja.
__ADS_1
•
•
•
"Masih jauh San?" suara Julia memecah keheningan.
"enggak sih, bentar lagi sampai, oh ya kamu udah makan belum? kalau belum, kita mampir makan dulu ya?" sahut Santi.
"Kamu mau makan apa Julia?" lanjutnya
Julia menggeleng.
"Aku belum lapar San, kamu saja, aku temani." sahut Julia.
"Ya ampun Juliaaaa, jauh-jauh ke Jakarta, aku ga mau loh ya kalau kamu kelaparan!" oceh Santi.
•
•
"Enggaaaakk,,,, santai aja San." sahut Julia tertawa kecil.
"Yuk turun, kita makan dulu, aku ga mau kamu kurus karena ga makan." ucap Santi terbahak.
"Hmmmmmhh" Julia turun dari mobil. Ia tidak enak hati untuk menolak Santi, walaupun ia tidak ingin makan.
•
•
•
Di dalam cafe, Santi memesan 1 porsi takoyaki rasa udang, 1 piring nasi goreng seafood, 2 botol air mineral, dan 2 gelas capucino dingin.
Tak sampai lama, mereka berdua menikmati hidangan yang sudah dipesan, karena suasana begitu nyaman, diiringi musik yang lembut, Juliapun terbit selera. Ia menghabiskan takoyaki yang ada di hadapannya. 😉😁
"Oh iya San, nanti kita mampir ke supermarket dulu ya, aku lupa ga bawa sikat gigi." kata Julia sambil nyengir.
__ADS_1
"Siaaaappp,,,,," Santi menyahut.
*****
Mobil memasuki parkiran apartemen, kedua sahabat itu turun dari mobil, mereka berjalan beriringan.
•
•
"Wah kamu tinggal di apartemen mewah ini San?" Julia berdecak kagum. Matanya jelalatan seperti wong ndeso 🤭
"Iya Jul, kamu suka?" tanya Santi tersenyum.
"Suka, ini bagus banget! pasti sewanya mahal ya San? membayangkan harganya Julia bergidik.
"Yah mudah-mudahan aku bisa cepat dapat pekerjaan, dan bisa tinggal di tempat kost sendiri." terang Julia lagi.
"Kenapa nge-kost? kan kamu bisa nemani aku disini?" tanya Santi heran.
"hehehe,,,, ini terlalu mewah buat aku San." jawab Julia nyengir dan garuk-garuk kepala.
"Walaupun kamu udah dapat gaji sendiri, sebelum kamu menikah lagi, aku harap kamu menemani aku di apartemen ini Julia, aku tidak mengijinkan kamu ngekost, no debat!." ucap Santi tegas. Julia hanya tersenyum, Santi tidak berubah, masih keibuan seperti dulu.
"Ini kamarmu Julia, ga seberapa luas, tapi semoga kamu merasa nyaman. Sini taruh pakaian-pakaianmu ke dalam lemari." ucap Santi gembira.
Julia masuk ke dalam kamar yang ditunjukkan Santi sahabatnya. Ia meletakkan kopernya diatas tempat tidur, membukanya, dan mengeluarkan pakaiannya.
"Kamu istirahat dan mandi dulu ya, aku buatkan teh biar segar." Santi mengerling lalu menutup pintu kamar.
Julia sendirian sekarang.
Ia kembali berdecak kagum, kamar seluas 4x4 yang ditata sangat elegan, dengan wallpaper putih bercorak lembut, spring bed ukuran queen size, di kanan kiri terdapat nakas, satu buah lemari 3 pintu, 1 buah sofa, semuanya terbuat dari kayu yang dicat putih.
disudut kamar terdapat kamar mandi, ia membukanya, walaupun kecil, tapi bersih dan wangi, closed duduk, bathtub, shower n cermin besar terpasang di dinding.
Julia mencuci mukanya di wastafel.
"Ahhhhh segarnyaaaaa,,,, rasanya lengket sekali setelah di perjalanan." bathin Julia
__ADS_1
"Lebih baik aku mandi sekalian ah, biar tidurnya nyaman." gumam Julia.