
Ternyata Daffin lumayan hafal dengan jalanan di kota Milan, mereka tiba di hotel menempuh waktu yang kurang dari satu jam, Hotel yang sangat perfect, karena berada di pusat kota milan.
Setelah reservasi dan check in, petugas hotel mengantar mereka ke kamar yang menurut Julia, sangatlah mewah. Ia mengira-ngira berapa uang yang harus dikeluarkan oleh Daffin untuk liburan di Italia.
"Yank sekarang kita istirahat dulu saja, kasihan Arga, dia pasti lelah menempuh perjalanan jauh. Nanti malam kita akan makan malam di luar hotel, dan besok kita baru berkeliling." ucap Daffin.
"Baik Mas,,,,." jawab Julia singkat.
Setelah arga tertidur, Julia mengeluarkan pakaiannya dari dalam koper, ia menata semuanya dengan rapi di lemari, tak terkecuali pakaian Daffin juga, termasuk peralatan mandi dan sepatu-sepatu ditata di tempatnya dengan sangat rapi.
Setelah selesai memasukkan pakaian ke dalam lemari, ia menoleh ke arah Daffin yang sudah tertidur pulas di samping Arga.
Hatinya getir melihat pemandangan di atas tempat tidur, sampai sekarang Julia belum pernah melayani Daffin, dalam arti melayani sebagai pasangan suami istri. Tapi Daffinpun tak pernah memaksa Julia.
Sementara keduanya tidur, Julia masuk ke kamar mandi, untuk berendam di bathtub.
***
"Sayang, kamu telpon Lina sekarang, suruh ia bersiap-siap, kita akan makan malam diluar." ucap Daffin pada Julia.
"Baik Mas,,,." jawabnya, ia lalu menelpon Lina untuk bersiap-siap.
Julia mengenakan dress warna hijau botol selutut, ia terlihat begitu anggun malam ini. Arga yang berada dalam gendongannya, langsung disambut oleh Daffin.
"Sini biar aku saja yang menggendongnya." ucap Daffin sambil meraih Arga. Arga tampak nyaman berada dalam gendongan Daffin.
Tak lama kemudian Lina datang ke kamar mereka, lalu segera berangkat untuk makan malam.
Mobil berputar-putar di dalam kota, dan mendapati sebuah restaurant yang strategis, yang menyajikan menu seafood.
Daffin memesan begitu banyak makanan, ada lobster, tiram yang direbus, dan steak ikan salmon, membuat Julia terbelalak melihat hidangan diatas meja.
"Mas memesan makanan sebanyak ini?" Julia geleng-geleng kepala sambil terkekeh.
"Ya kamu kan masih menyusui yank, kamu harus banyak makan, biar susunya banyak." jawab Daffin, membuat Lina babysitternya Arga tertawa, Julia jadi tersipu dibuatnya.
__ADS_1
"Oke oke akan kuhabiskan semuanya!" jawab Julia terkekeh.
"Wah kalau begitu, aku dan Lina makan apa yank?" ucap Daffin nyengir.
Semuanya tertawa, nyatanya, Julia makan begitu lahap. Ia hampir menghabiskan separuh dari makanan yang Daffin pesan. Daffin yang melihat nafsu makan Julia yang besar, jadi ikutan semangat. Hanya Lina saja yang tampak bingung, karena ia tidak begitu familiar dengan makanan itu.
Selesai makan malam, Daffin mengajak mereka berkeliling melihat kota Milan di malam hari. Suasana malam hari disana begitu romantis, terdengar musik berirama lembut dari cafe-cafe yang berbeda. Hingga Julia tergoda untuk mengajak Daffin minum kopi di sebuah cafe. Ia memesan kopi espresso yang konon sangat nikmat rasanya, dengan cemilan kue-kue yang terlihat sangat lezat.
Setelah puas melewati malam pertama di kota Milan, mereka kembali ke hotel untuk beristirahat, apalagi Julia melihat Arga sudah tertidur dalam gendongan Lina.
***
Laki-laki itu datang lagi, wajahnya begitu sendu, ia terus memanggil namanya, dan berusaha mendekat. Tapi Julia malah lari ketakutan, sampai terengah-engah.
"Julia,,,, Julia,,,, sayang bangunlah!" Daffin menepuk pipi Julia, keringat membanjiri wajah dan leher Julia yang sangat mulus. Julia terbangun, ia terkejut, melihat Daffin yang menepuk pipinya dengan pandangan cemas.
"Kamu mimpi buruk lagi sayang?" tanya Daffin, setelah Julia terduduk, dan minum segelas air putih yang disodorkan Daffin.
"Hmmm ya,,,,." ucap Julia pucat.
"Jam dua dini hari sayang,,,, kamu tidurlah lagi." ucap Daffin.
Tapi Julia tidak bisa tidur lagi, Ia merasa mimpinya begitu nyata. Sudah berkali-kali ia memimpikan laki-laki itu, wajah yang pernah ia lihat sebelumnya, tapi entah dimana. Laki-laki itu seperti sangat menginginkan dirinya. Julia gelisah. Sebenarnya ia ingin bertanya pada Daffin mengenai mimpinya, tapi selalu ditahannya.
Baru jam empat pagi, Julia akhirnya bisa kembali tidur.
***
Julia terbangun jam delapan pagi saat Daffin sedang membuat kopi dengan mesin pembuat kopi, yang disediakan di kamar hotel.
"Met pagi Julia sayang, kamu sudah bangun?" sapa Daffin, ia terkejut Julia sudah berada di belakangnya.
"Pagi juga Mas, maaf aku terlambat bangun." ucap Julia merasa bersalah.
"Kamu mau dibuatkan kopi?" ucap Daffin sambil tersenyum.
__ADS_1
"Boleh kalau tidak merepotkan?" ucap Julia.
"Tentu tidak sayang,,, oke aku buatkan kopi untukmu. Sekarang mandilah dulu, setelah itu kita sarapan di restauran hotel." ucap Daffin lagi.
"Iya Mas, terima kasih,,,,." jawab Julia. Ia lalu berjalan ke kamar mandi, ia akan berendam di dalam bathtub sebentar.
Selesai mandi, Julia mencicipi kopi buatan Daffin, yang ternyata rasanya pas! Julia sangat menyukai kopi.
Saat menikmati secangkir kopi dan mengobrol ringan dengan Daffin, Lina datang bersama Arga, Julia teringat bahwa dia belum menyusui Arga pagi ini.
"Lin, Arga tidak rewel semalam?" tanya Julia.
"Tidak Bu, dia anteng sekali. Tidurnya sangat nyenyak, cuma bangun sekali, tapi langsung tidur lagi setelah dibuatin susu." jawab Lina sumringah. Arga yang dalam gendongannya, mengangsurkan tangan kecilnya ke Julia, untuk minta gendong bundanya.
"Ohya ladies and little baby,,,, hari ini kita akan jalan-jalan ke Danau Como! kalian pasti senang disana. Tapi kita sarapan dulu sebelum berangkat. Ayo kita bersiap-siap?" ucap Daffin bersemangat, ia mengambil Arga dari gendongan bundanya. Julia mengambil tas cangklongnya, tidak lupa ia juga membawa tas untuk pakaian dan perlengkapan Arga.
Mereka segera turun menuju restauran hotel untuk sarapan. Banyak pilihan menu sarapan di restauran hotel. Julia memilih orange jus, beberapa roti manis, mentega, dan juga pancake kesukaannya. Nafsu makannya memang luar biasa saat ini, karena ia masih menyusui Arga. Bahkan ia selalu membawa camilan kemanapun pergi, untuk mengisi perutnya yang mudah lapar.
Selanjutnya mereka melakukan perjalanan menuju Danau Como, yang konon merupakan danau terbesar di Italia. Jarak tempuh menuju kesana sekitar satu setengah jam dengan mobil.
Sejurus mata memandang, pemandangan yang menakjubkan dikelilingi oleh pepohonan rimbun, villa mewah, dan pegunungan alpen yang luar biasa indah. Konon banyak Artis terkenal yang membeli vila mewah disana hanya untuk menikmati keindahan di sekitar Danau Como.
Julia memanfaatkannya berfoto selfie dengan Arga, juga Lina. Bibirnya tak hentinya berdecak kagum mengagumi ciptaan Ilahi.
Tak lupa juga di Danau Como, dan yang tidak boleh tidak, ia mencicipi es krim gelato yang sungguh lezat di lidah.
🌳
🌳
🌳
( Bersambung,,,,,, )
__ADS_1