Bukan Perempuan Pilihan

Bukan Perempuan Pilihan
PERTEMUAN DENGAN ARZHAD


__ADS_3

☕☕☕


Begitu cepat akrabnya Julia dengan Mama Anna, semua karena keramahan Mama Anna, begitu juga Arga, ia sudah tertidur pulas saja di pangkuan Mama Anna, hingga akhirnya Mama Anna memindahkan Arga ke kamar khusus tamu keluarga Santini. Lina menjaganya.


Karena Arga sudah tertidur, Mama Anna segera mengajak Julia untuk ke dapur menyiapkan makan malam mereka. Ternyata Mama Anna sudah menyiapkan Chicken zuppa soup, dan mulai memanggangnya, sedangkan Julia menyiapkan bumbu dan bahan untuk membuat lasagna, dan juga daging domba untuk dipanggang. Sampai terbit air l**rnya demi membayangkan beberapa menu masakan yang akan dibuat Mama Anna.


"Julia? apakah kamu bahagia bersama Daffin?" tanya Mama Anna tiba-tiba, ia bertanya pada Julia dan tersenyum.


"Hmm kenapa Mama bertanya seperti itu? apa Julia terlihat tidak bahagia Mama?" Julia balas bertanya sambil tersenyum. Sebenarnya ia bingung ditanya seperti oleh Mama Anna.


"Oh tidak Juliaku sayang,,, Mama tidak melihat seperti itu. Maafkan Mama ya, karena terlalu dalam bertanya." ucap Mama Anna terkekeh, Ia merasa malu.


"Ohya sayang, apa Daffin sudah mengajakmu berbelanja? kalau kamu jalan ke atas sebentar, kamu akan tiba di bellagio, itung-itung olahraga sedikit. Banyak yang bisa kamu beli disana!" ucap Mama Anna lagi.


"Ohya? belum Ma,, karena memang baru 2 hari kami di Italia, semalam di Milan, dan hari ini di como. Jadi Daffin belum mengajakku berbelanja." jawab Julia.


"Hmm Mama tidak ingin Daffin pelit dengan istrinya! besok Mama antar kalau kamu mau?" ucap Mama Anna bersemangat.


"Hmmmhhh siapa yang pelit Mamaku sayang?" tiba-tiba Daffin menyambar pembicaraan sambil tertawa, entah darimana, tiba-tiba sudah masuk ke dalam dapur, dan mencomot satu zuppa soup yang masih hangat.


"Daffin, kebiasaan buruk ah!" ucap Mama Anna memperingatkan Daffin yang main comot.


"Sorry Mama! aku cuma nyicip!" cengir Daffin.


Julia dan Mama Anna berbarengan menggelengkan kepala.


"Kamu darimana saja tadi Daffin?" tanya Mama Anna sambil membawa hidangan makan malam ke meja makan.


"Berkeliling Ma, kupikir bisa ketemu Papa Franz disuatu tempat, nyatanya malah tidak!" jawab Daffin.


"Buat apa mencari Papa? paling dia sedang asyik nongkrong sama teman-temannya! tapi biasanya waktu makan malam pasti Papamu pulang." ucap Mama Anna.


Betul saja,,, tak lama kemudian, datang seorang laki-laki setengah baya masuk ke ruang makan. Ia menyapa semua orang. Tak lupa ia menyalami dan memeluk Daffin, begitu juga ia bersalaman dengan Julia.


"Pa kenalkan ini Julia istriku." ucap Daffin dengan perasaan bangga.

__ADS_1


"Wah pintar kamu Daffin! Dia cantik sekali, dan mudah sekali akrab dengan Mamamu!" ucap Franz Santini beramah tamah.


"Terima kasih Papa,,,," jawab Daffin sambil nyengir. Julia yang dipuji hanya tersipu malu.


"Oh iya, tadi siapa itu? ada perempuan keluar dari kamar tamu, tapi lalu masuk lagi waktu berpapasan dengan Papa, Daffin?" tanya Papa Franz.


"Oh Lina? dia pengasuh Arga, bayi lelakiku Pa." jawab Daffin.


"Ah Mama sampai lupa! panggil dia Julia, untuk makan malam bersama." ucap Mama mengingatkan Julia.


Julia melangkah ke kamar tamu, untuk mengajak Lina makan malam. Tapi Julia kembali ke meja makan sendirian.


"Lina tidak mau makan bersama Ma, dia malu! kita makan dulu saja tidak apa." jawab Julia terkekeh.


Makan malam bersama keluarga Santini sangat menyenangkan, mereka hangat dan ramah. Obrolan demi obrolan di meja makan mengalir begitu saja.


Selesai makan malam, Mama mengajak lagi mengobrol di teras belakang, sambil minum kopi espresso, sampai Arga terbangun, dan dibawa Lina ke teras belakang.


"Lina kamu makanlah dulu! mumpung semuanya masih hangat!" ucap Mama. Tapi karena Mama pakai bahasa Inggris, Julia harus mengulanginya dalam bahasa Indonesia.


Hari ini mereka menginap di Vila Santini. Julia merasakan begitu menyenangkannya kehidupan di Como, dan Malam ini Daffin mengajak Julia berkeliling di sekitar danau Como yang sangat romantis.


"Sayang,,, aku ingin mengajakmu menikah ulang setiba di Indonesia nanti, agar kamu yakin dengan pernikahan kita. Apa kamu setuju?" tanya Daffin.


Julia berpikir sesaat, ia merasakan selama ini Daffin begitu menyayangi dan perhatian padanya, juga pada Arga. Julia mulai yakin bahwa Daffin memang suaminya. Ia merasa bersalah selama ini belum bisa memberikan pelayanan yang utuh pada Daffin.


"Baiklah Mas, aku ikut saja apa yang terbaik, aku mau." ucap Julia akhirnya.


Tak ada yang lebih membahagiakan buat Daffin, selain mendengar ucapan Julia malam ini.


***


Sudah enam hari tak terasa Julia berada di Italia, sudah banyak tempat yang ia kunjungi. Kastil sforza, yang berusia lima belas abad, yang merupakan musium dan banyak terdapat koleksi seni yang indah. Tak lupa juga Daffin mengajak Julia berbelanja di Mall tertua di Milan, Galleria Vittorio Emanuele II, disana Julia berbelanja banyak parfum, tas merk terkenal buatan Italia, kopi khas Italia, dan juga coklat-coklat berbagai jenis. Tak hanya itu, wisata kuliner yang memanjakan perut, lasagna, ravioli, dan beberapa jenis pasta khas italia, risotto dll. Julia merasa puas dan senang berada di Italia.


Hari ini Julia seharian penuh berada di Hotel, ia ingin beristirahat, dan juga berkemas, karena dua hari lagi mereka akan pulang ke Indonesia. Rencananya ia dan Daffin hanya akan benar-benar menikmati suasana kota Milan, dua hari ini.

__ADS_1


"Sayang kamu mau makan apa? kita keluar cari makan?" tanya Daffin.


"Mas aja ya yang keluar cari makan,,,, aku pengen tiduran aja Mas, aku agak ga enak badan." jawab Julia, wajahnya memang sedikit pucat.


"Baiklah, kamu mau makan apa? aku belikan." tanya Daffin lagi.


"Apa saja Mas, aku pasti suka." jawab Julia.


Daffin segera keluar hotel untuk mencari makanan, Ia berkeliling sekitar hotel untuk mencari makanan yang menurutnya terbaik di Milan.


Sampai di sebuah restauran pasta dan pizza, ia menghentikan mobilnya di depan restoran persis, dan masuk ke dalamnya. Sepasang mata memperhatikan gerak geriknya.


"Daffin? ada urusan apa dia disini?" bathin Arzhad bertanya-tanya.


Arzhad baru dua hari di Milan, karena ada urusan dengan sebuah proyek yang harus ia ikuti. Ia tidak ingin ada gangguan seperti sebelumnya, makanya ia harus mempersiapkan dengan matang. Melihat Daffin berada di Milan, tak pelak juga membuat ia curiga. Daffin adalah sepupunya, anak dari adik bungsu ayahnya, tante Anna Maria. Keluarga Gresco memiliki tiga orang anak, anak pertama adalah Marcello Gresco, yang memiliki tiga orang anak laki-laki, ia memiliki bisnis perhotelan dan bisnis gelap di Amerika. Anak kedua adalah Antoni Gresco, ayah dari Arzhad, ia hanya memiliki satu orang anak yaitu Arzhad Arzalia Gresco, dan ketiga adalah Anna Maria Gresco, Ibu Daffin, dan mempunyai satu orang anak yaitu Daffin.


Daffin selalu mengekori kemanapun bisnis Arzhad. Entahlah, sejak tantenya Anna Maria menikah dengan Franz Santini, sepertinya hubungan kekeluargaan mereka tidak pernah akur. Keluarga Franz Santini, terutama anak-anaknya selalu menghasut tante Anna Maria, memperebutkan warisan keluarga besar Gresco, kakek dari Arzhad dan Daffin. Padahal saat Jim Gresco meninggal, semua harta warisan sudah dibagikan dengan adil, dan tertuang dalam akta pembagian waris dari notaris. Tapi pembagian yang tadinya tidak pernah diributkan, kini jadi masalah, setelah Anna Maria, tantenya Arzhad menikah dengan Franz Santini. Dan Daffin selalu mengekori bisnis Arzhad, bahkan cenderung menjadi musuh utama Arzhad dalam setiap bisnisnya.


Arzhad turun dari mobil, dan masuk ke dalam restauran yang baru saja dimasuki Daffin.


Terlihat Daffin sedang memesan makanan di kasir. Saat Daffin berbalik badan untuk duduk menunggu,,,,, Daffin sangat terkejut.


"Daffin? kamu ada disini?!" sapa Arzhad menyelidik.


"Oh Arzhad? Emm ya, aku ada beberapa urusan di Milan. Kamu disini? Apa kabar denganmu Arzhad?!" tanya Daffin terkejut, ia memegang tengkuknya yang basah.


"Aku Baik-baik saja,,, ada proyek yang harus aku kerjakan disini. Apa kamu juga mengikutinya?" ucap Arzhad masih curiga.


"Proyek?! oh tidak,,,, aku cuma mengunjungi Mama, dan yah,,, cuma sekedar liburan." ucap Daffin kikuk.


"Arzhad, jangan curiga padaku! Aku sama sekali tidak ada urusan bisnis disini! kalau itu maksud pertanyaanmu. Aku sudah punya bisnis sendiri, dan kedatanganku kemari pure karena urusan keluarga." jawab Daffin tegas.


Ia tak mau Arzhad curiga dan mengikutinya. Ia tidak ingin sepupunya itu tahu, bahwa ia disini bersama Julia.


♠️

__ADS_1


♠️


♠️


__ADS_2