
🥀🥀🥀
Julia merasa cemas, karena Satria belum juga datang, pikirannya mulai teracuni bayangan yang negatif, untunglah ada Santi yang selalu menemani dan juga menghiburnya.
Padahal bukan cuma Julia saja yang cemas, semua anggota keluarga Pak Rusman, Nenek, Pakde dan Bude Satria, beserta anak-anaknya yang juga sepupu Satria, Rico, bahkan Beno dan Edwinpun ikutan cemas.
Rico berkali-kali menelpon Satria, tapi tak kunjung diangkat. Ada masalah apa dengan Bosnya. Ini pasti ada sesuatu, kalau mengenai pekerjaan jelas tidak mungkin, ada Rico yang selalu siap menggantikan Satria, apabila diperlukan.
***
"Assalamu'alaikum,,,,!!!" sapa Satria, sambil tersengal-sengal. Di belakangnya ada Dicky mengikuti.
Semua orang yang berada di dalam tenda menoleh ke arah suara.
"Wa'alaikumsalam,,,,!!!" jawab semua orang, mereka merasa senang dan lega sang calon pengantin pria tiba.
Rico segera mengabarkan kepada Santi, bahwa Satria sudah tiba. Begitu juga Santi, ia langsung mengabarkan pada Julia bahwa Satria sudah tiba. Julia bernafas lega, ia seka air mata yang sudah terlanjur tumpah, dan menggantikannya dengan senyuman.
"Alhamdulillah,,,,, Terima kasih Ya Allah,,,,." ucapnya.
Karena calon pengantin pria sudah datang MC segera membuka satu persatu rangkaian acara, dari pengajian, dilanjutkan perkenalan, di bagian ini, MC langsung memanggil calon pengantin perempuan untuk segera duduk di tengah-tengah keluarga. Kemudian dalam suasana yang hidmat, Mc memperkenalkan masing-masing anggota keluarga dari kedua belah pihak, kadang diselingi dengan candaan, saat memperkenalkan. Selama acara berlangsung, pandangan Satria tak pernah lepas dari Julia yang begitu cantik, mengenakan kebaya berwarna biru navy yang elegan, sangat serasi dengan kemeja yang dikenakan saat itu. Sampai asistennya Rico kerap menendang kaki Satria di bawah meja. Untung ada meja,,,, Satria benar-benar, tak pernah berkedip memandang sang kekasih.
Setelah perkenalan, kemudian MC mempersilahkan semua yang hadir untuk bersantap malam bersama.
"Kamu cantik sekali sayang,,,, aku tak sabar menunggu besok!" ucap Satria sambil menempel kepada Julia.
"Ish,,, Malu ah Mas,,,, jangan deket-deket dulu dong!" balas Julia tersipu. Mendengar itu, Satria langsung saja cemberut, dan meninggalkan Julia, segera menuju buffet makanan. Julia cuma terkekeh.
Rico yang mengawasi mereka berdua, tertawa saat dilihatnya Satria manyun. Rico mendekati sang Bos.
"Ada masalah apa Bos, sampai telat tiba disini?" tanya Rico pada Satria.
"Srianti mencoba bunuh diri! dia di RS sekarang. Aku cuma khawatir keadaan Sandrina Ric!" jawab Satria.
__ADS_1
"Ya Ampun,,,, apalagi sih maunya Srianti?! jangan sampai terpengaruh Bos! aku yakin ini akal-akalan dia saja, biar Bos tidak menikahi Julia." ucap Rico lagi, ia menggeram.
Keduanya melanjutkan makan____ dan akhirnya selesai sudah acara pertemuan dua keluarga malam ini. Keluarga Satria segera berpamitan dan menuju ke hotel untuk beristirahat. Satria yang masih ingin melihat Julia, menurut saja, saat ia ditarik Rico menuju ke mobil.
"Ayo Bos kita istirahat dulu di Hotel, biar akad besok fresh dan lancar!" ucap Rico sambil menarik tangan Bosnya. Satria tersenyum saja mendengarnya.
***
Para kerabat, tetangga, dan sebagian tamu undangan, satu persatu hadir, mereka berniat ikut menyaksikan acara akad nikah Julia dan Satria. Suasana sangat hidmat, Pak Rusman terlihat bolak balik menyeka keringat di dahinya, tanda ia begitu gugup. Beberapa menit kemudian, Pak penghulu dan wakilnya tiba di kediaman Julia, Satria begitu terlihat percaya diri. Sebelum akad nikah dimulai, pembacaan ayat suci alquran berkumandang, semua yang hadir, mendengarkan dengan tenang. Hingga kemudian acara yang ditunggu pun dimulai.
Janji Nikah
Pak rusman menjabat tangan Satria
Ayah. "Ananda Satria Penjawi Bin Putera Penjawi, Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Juliana Rusman binti Rusman, dengan mas kawin perhiasan emas sebesar 25 gram dibayar tunai!"
Penghulu menepuk pengantin pria
Satria. "Saya terima Nikah dan Kawinnya Juliana Rusman Binti Rusman dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!"
Hadirin. " Saaaahhhh,,,,,!!!"
Alhamdulillah,,,,
Untuk pertama kalinya Julia menyalami tangan suaminya dan menciumnya, Satria langsung mencium kening Julia dengan begitu sayangnya.
Kemudian Pak Penghulu membacakan doa-doa pernikahan.
***
Acara Pesta syukuran di hotel dimulai jam 10 siang,,,, tetapi para undangan yang sebagian besar adalah kenalan, keluarga, tetangga, rekanan dari Pak Rusman, Ibu, dan Julia sendiri, sudah memenuhi ruangan hall. Dekorasi yang cantik yang didominasi warna gold membuat hall terlihat mewah.
Tak lama iringan pengantin tiba di gedung, semua yang hadir terkesima melihat pasangan pengantin yang begitu serasi, berjalan beriringan dalam langkah kaki perlahan, Julia mengenakan kebaya panjang warna gold, dengan riasan paes ageng ala jogja, sedangkan Satria mengenakan pakaian pengantin yang serasi dengan Julia. Hampir semua tamu undangan berdecak kagum.
__ADS_1
Begitu banyak aneka makanan yang bisa memuaskan tamu undangan.
Diantara para tamu, sepasang kekasih sedang berbincang.
"San kamu mau juga seperti itu?" tanya Rico yang tiba-tiba mendekati Santi.
"Tentu saja, Tuan happy!!!" ucap Santi galak.
"Hehehe jangan galak-galak dong, san!" ucap Rico terkekeh.
Rico lalu menggamit tangan Santi, agar tak jauh-jauh darinya.
Sementara Satria dan Julia begitu sibuk menyalami para tamu satu persatu. Mereka seperti Raja dan Ratu dalam sehari.
"Yank liat tuh Santi dan Rico! sebentar lagi aku ingin mereka juga segera menikah!" ucap Satria pelan.
"Iya Mas, aku juga berharap begitu," sahut Julia, sambil terus tersenyum.
Masih banyak tamu yang terus berdatangan, sampai capek keduanya bersalaman. Diantara para tamu, terlihat Tami yang datang bersama suaminya, Riza dan Herdi mendekat ke panggung pengantin, mereka menyalami keduanya dan berfoto bersama. Herdi sudah ikhlas melihat Julia lagi-lagi tidak bisa menjadi miliknya.
Terlihat juga teman kantor Julia. Tika, Hendro, Rudi, Soni dan lainnya. Mereka terkejut waktu mendapatkan undangan Julia menikah dengan Tuan. Satria, Bos mereka. Pantas saja, Tn. Satria seringkali sidak ke ruang perencanaan! dan juga seringkali Julia mendapat kiriman makanan dari penggemar gelapnya. Satu persatu pertanyaan mengenai Julia terjawab sudah.
Jam 15.00 perhelatan di hotel sudah selesai, keluarga besar Pak Rusman merasa lega, karena acara demi acara berlangsung dengan lancar. Tak terkecuali Julia yang berbahagia, karena teman-teman yang diundangnya dapat hadir menyaksikan. Mereka berfoto untuk mengabadikan moment terindah dalam hidup sang kedua pengantin.
Julia melirik Satria yang kini sudah menjadi suaminya, ia tersenyum saat suaminya juga memandangnya.
"Julia, aku tidak akan melepaskanmu malam ini!" Satria tersenyum jail. Aduh Julia sudah menegang membayangkan ancaman suaminya itu, karena ia belum pernah melakukannya.
Sesuai dengan rencana, minggu depan giliran keluarga Satria mengadakan pesta syukuran di Jakarta. Satria akan mengundang semua kolega dan relasi bisnisnya.
💖
💖
__ADS_1
💖
( Bersambung,,,,,, )