
☆☆☆
Terdengar suara kresak kresek, Julia memicingkan mata, dilihatnya Riza yang sedang berganti pakaian setelah mandi. Ia mau berangkat ke tempat kerjanya.
"Jam berapa Riz?" tanya Julia masih mengantuk.
"Udah jam 7 sayyyy,,,, udah waktunya ngantor nih,,,," jawab Riza agak gugup, takut terlambat.
Julia bangkit dari ranjang, lalu masuk ke kamar mandi mencuci muka dan sikat gigi. Setelah selesai ia berganti pakaian dan menyisir rambutnya di depan meja rias.
"Kita sarapan dulu Riz,,,, biar kuat menghadapi kenyataan!" ucapnya terkekeh.
"Hampir telat nih,,,, ga usah sarapan gpp." ucap Riza terburu-buru.
"Hmm ga sarapan lemes nanti!" ucap Julia.
"Beneran gpp,,, ayuk kita turun bareng, ntar sore aku temenin kamu lagi." jawab Riza.
"Oke,,, ayuk,,,,." ucap Julia sambil menggandeng tangan Riza.
Keduanya berjalan beriringan, sampai di lobi mereka berpisah, Julia menuju ke restaurant hotel untuk sarapan. Banyak sekali yang ia ambil, croisant, nasi goreng, sosis, dan tak lupa teh manis hangat. Julia makan seperti orang yang kelaparan. hihihi.
Selesai sarapan, ia bingung mau kemana, Riza sudah berangkat ke kantor, sedangkan Tami, ia sungkan untuk mengganggu sepagi ini, anak dan suaminya pasti butuh perhatiannya juga. Julia kembali ke kamarnya, sambil membuat planning akan kemana.
¤
¤
Alih-alih bikin planning, ia malah cuma rebahan di tempat tidur hotel, sambil menonton Tv, karena masih bingung hendak kemana. Tiba-tiba ponselnya berdering. Nomor yang tidak ia kenal, ia tidak segera mengangkatnya, sampai beberapa kali deringan,,,,
"Halo?" sapa Julia malas.
"Halo, Assalamu'alaikum,,, Julia?" sapa seorang laki-laki diseberang telpon, suaranya mengingatkan ia pada seseorang.
"Siapa ini?! tolong sebutin nama kalau menelpon!" jawab Julia ketus.
"Aduh,,,galak bener?! belum juga dijawab salamnya? sabar Non,,,, ini Herdi, masih ingat? kok ke jogja ga kabar-kabar?" tanyanya lagi sambil terkekeh.
Betul tebakannya, suara yang pernah ia kenal, ternyata Herdi, orang yang dulu dekat dengannya di kampus. Ia juga naksir Julia, tapi gayung tak bersambut, karena Julia tidak ingin pacaran, selama ia kuliah.
"Oh Haii,,, Herdi? maaf,,,,. kok kamu tahu aku di jogja?! tanya Julia penasaran.
"Hehehe iya Tami kasih tahu aku, kalau kamu di jogja." ucap Herdi terkekeh.
"Hmmhhh begitu ya?" tanya Julia singkat. Ia jadi teringat masa kuliah dulu, sebenarnya Julia juga naksir dengan Herdi, tapi waktu itu ia belum ingin menjalin hubungan dengan siapapun, ia masih fokus dengan kuliahnya.
__ADS_1
"Kok diem? Aku boleh ketemu kamu Jul? kita ngobrol yuk?" ucap Herdi berharap.
"Ketemu dimana? aku masih di hotel,,,, masih malas keluar. Panas!" jawab Julia enggan.
Bukannya ia sombong, tapi ia tidak ingin terkesan menjadi perempuan gampangan, lagipula udah lama sekali mereka tak bertemu.
"Aku jemput, biar ga panas? aku cuma pengen ngobrol aja Julia,,, ga lebih!" ucap Herdi meyakinkan.
"Oke oke,,,, nanti kita ketemu diluar, share lock aja, oke?" ucap Julia.
"Siaaappp Non,,,." ucap Herdi riang.
Selesai ditelpon Herdi, Julia menelpon Tami.
"Halo Tam, met pagi!" sapa Julia jutek.
"Halo Julia,,,, aih jutek amat sih? ada apa?!" tanya Tami.
"Tam aduuuuhhh,,, kenapa sih kamu bilang ke Herdi kalau aku disini? aku males tahu Tam, ketemu cowok? mana si Herdi lagi?!" jawab Julia malas.
"Hehe sori Julia,,,, aku ga ada maksud apa-apa! tapi kalau kamu malas nemuinnya, aku bisa temenin kamu. Emang dia mau ketemu dimana? sekali lagi maaf Jul,,,," jawab Tami merasa bersalah.
"Beneran loh yaaa,,,, kamu temenin aku?! asli aku malas ketemu!" jawab Julia.
"Iyaaaa,,,, Nanti aku kesitu deh jemput kamu." ucap Tami lagi.
Tak lama kemudian, Herdi share lock via whatsapp, posisinya di sebuah cafe dekat tugu jogja yang merupakan icon kota gudeg.
***
Seorang laki-laki masuk ke sebuah Hotel, ia mengedarkan pandangan ke sekeliling lobi, hotel yang tidak masuk kualifikasi untuknya menginap, hotel bintang tiga, tapi interior kamar yang ditawarkan cukup bagus! pikirnya. Ia mendekati resepsionist hotel.
"Selamat siang Pak? ada yang bisa kami bantu?" sapa sang resepsionist ramah.
Laki-laki itu mendekatkan kepalanya,,,,
"Met siang Mba, Mba, saya lagi mencari istri saya, ini orangnya." jawab laki-laki itu dan menunjukkan foto kepada resepsionist.
Resepsionist memandang sedikit curiga padanya.
Laki-laki itu langsung mengalihkan pandangannya, ia mengambil beberapa lembar uang dari dompet, dan meletakkan di meja resepsionist.
"Mba tolong, ia pergi dari rumah, namanya Juliana Rusman. Anak perempuanku memanggil ibunya terus. Aku cuma ingin tahu dia menginap di kamar nomor berapa, aku akan menginap di depan kamarnya. Itu saja." jawab laki-laki itu memohon.
Resepsionist menyodorkan lagi uang sogokan yang diberikan laki-laki itu,
__ADS_1
"Itu saja? baik sebentar saya cek,,,,."
"Nona itu tinggal di kamar 207, kamar depannya 208. Apa Bapak akan menginap disana?!" tanya resepsionis lagi.
Satria mengangguk senang, tidak sia-sia pekerjaan Rico, informasi yang diberikannya selalu valid.
"Baik, sebentar saya panggilkan room servis, untuk mengantar bapak ke kamar." ucap resepsionis lagi.
"Terima kasih Mba,,,." jawab Satria.
Tak lama kemudian Satria sudah naik ke lantai atas diantar petugas room servis, ia masuk ke kamarnya dan memberikan tips pada petugas room servise.
"Terima kasih Pak, semoga Bapak nyaman di Hotel kami, kalau ada pelayanan kamar yang bapak inginkan silahkan menghubungi telpon yang ada di meja." ucap room servis dan pergi keluar kamar.
"Baik, terima kasih." jawab Satria.
***
Tami baru saja tiba di kamar Julia, ia menunggu Julia berdandan dan duduk di sofa.
"Jul, kamu tahu ga? tamu yang menginap di depan kamarmu, uuhhhh ganteng banget!!! ckckck,,,, betah ntar kamu disini?!" ucap Tami sambil tertawa.
"Dasar mata keranjang!!!" jawab Julia sambil melempar guling ke arah Tami.
"Iihhh beneran Jul,,, kira-kira masih single atau ga ya? lumayan buat hiburan!" jawab Tami terkekeh.
Ia sangat paham dengan Tami, dari dulu selalu antusias kalau melihat laki-laki ganteng sedikit. Tapi herannya selalu saja orang yang dikecengi Tami, ujung-ujungnya malah minta kenalan sama Julia.
"Trus kalau ganteng kenapa juga? emang ngaruh? kenal aja enggak." jawab Julia cuek.
"Udah yuk ah kita berangkat! biar ga ngelantur!!!!" ajak Julia yang sudah siap.
"Siaaapppp,,,,, yuk?!" jawab Tami tertawa geli.
Mereka keluar kamar dan tak lupa Julia mengambil chips yang menempel di dekat saklar lampu.
Dasar edan, Tami iseng memencet bel pintu kamar 208 di depannya.
"Tami!!!! iseng bener sih,,,, !!" bentak Julia pada Tami temannya. Untung saja saat tamu penghuni kamar di depan kamar Julia membuka pintu, mereka sudah menghilang ke dalam lift.
"Hmmmhhh siapa yang iseng mencet bel pintu?!" gumam Satria sambil menggeleng kepalanya.
💖
💖
__ADS_1
💖
( Tunggu kisah selanjutnya,,,,, 😁😁😁 )