Bukan Perempuan Pilihan

Bukan Perempuan Pilihan
Persiapan Interview


__ADS_3

Klik,,,,


Pintu apartemen terbuka, kedua sahabat ini masuk dengan perasaan lega, terik matahari yang mereka rasakan membakar kulit, berganti dengan dinginnya AC apartemen.


Keduanya menuju dapur untuk meletakkan belanjaan mereka.


Santi membuka kulkas dan mengambil dua botol air mineral, satu ia teguk, dan satunya lagi ia sodorkan pada Julia.


Julia menerima botol air mineral dari Santi dan langsung membuka dan meneguk habis isinya.


"Aahhhhh,,,, segaaarrrr" gumam Julia, kemudian ia mulai menumpahkan kantong belanjaan di meja dapur.


Ada Mie Instant, sekotak besar susu cair, susu kental manis kaleng, ikan sarden kaleng, telor, sayur mayur, makanan ringan, minuman soda, daging beku, gula, kopi, semua kebutuhan dapur terpenuhi sudah.


"Panas banget diluar,,, ampun gerahnyaaa!" ucap Julia sambil menata belanjaan.


"Yah beginilah Jakarta, panas! Ku buatin es teh ya,,, kayanya seger deh." timpal Santi.


"Oke tuuhhh,,,, " jawab Julia sambil mengangkat dua jempolnya.


Kompak sekali keduanya di dapur, ditemani es teh dan cemilan, mereka berbincang.


Hingga akhirnya santi bertanya tentang kesiapan Julia menghadapi interview besok. Ia juga sangat berharap Julia bisa bekerja di perusahaan tempatnya bekerja.


Mengingat itu, ia jadi teringat dengan sosok bosnya yang tidak mudah cocok dengan siapapun.

__ADS_1


Biasanya proses interview dilakukan oleh HRD perusahaan, tapi entahlah, karena Santi yang mengajukan dan mempromosikan Julia, akhirnya bosnya sendiri, CEO perusahaannya yang akan meng-interview. Itu sebabnya Santi jadi ikut deg-degan.


Santi selalu menganggap Julia sudah seperti saudara kandungnya, apapun yang dirasakan oleh Julia, iapun merasakan.


begitu pula sebaliknya.


"Julia, bosku ini orangnya dingin, kaku, dia ga mudah untuk bisa cocok dengan siapapun, kamu harus bisa mengambil hatinya, biar kamu bisa lolos diterima." jelas Santi.


"Emang sedingin apa sih San?" tanya Julia penasaran.


"Ya gitu deh,,,, karyawan di kantor hampir semua menghindar untuk ketemu dia. Cuma satu orang yang dekat dengannya, asisten pribadinya, namanya Pak Rico.


"Terus, kamu sendiri gimana? sampai sekarang kamu masih bertahan jadi sekretarisnya?!" ucap Julia terkekeh.


"Duh duh duh,,, Nona tomboi! percaya diri sih boleeehhh,,, tapi besok kalau kamu berhadapan dengan dia, jangan sampai kamu gagap yaaa?!" ancam Santi.


Julia mengerling,,,, 😉


Santi merangkul bahu sahabatnya. " Aku percaya sama kepandaianmu, itu aja yang kamu tunjukkan. Dan mudah-mudahan Pak Satria ga akan gigit kamu!!!" hahahha!!! Santipun tertawa mengejek.


"Besok aku pakai baju apa ya San? aku cuma bawa dua stel blazer yang lama ga aku pakai, maklum San, Cilacap kan panas, sehari-hari kerja, aku cuma pakai pantalon dan kemeja katun." tanya Julia.


"Ada rok ga? kamu pakai rok sama kemeja ga papa lah. yang penting sopan dan tetap gaya." saran Santi.


"Rok?! Julia menggeleng,,,,

__ADS_1


"Iya rok! feminin dikit kenapa sih Jul?! tandas Santi gemas.


"O o,,,,, " Julia mengernyit.


"Udah kamu tenang aja!! besok pagi aku siapin rok buat kamu pakai, walaupun bodimu raksasa, kayanya rokku cukup." Santi terbahak.


"Sial!


"Gak gitu juga keles,,,, aku ini bukan raksasa San!!! tapi semlohaiiiii!!! Ha ha ha,,,, " Julia menimpali lagi dengan tergelak.


"Apaan tuh semlohaiii?" cibir Santi


"Sintaaaallll!" Julia menerangkan sambil masih tertawa.


Inilah yang disukai Santi dari Julia sahabatnya, walaupun ada banyak masalah dan kesedihan, jarang sekali Julia menampakkannya. Ia selalu terlihat optimis dan gembira. Mungkin itu juga yang disukai laki-laki dari sosok Julia.


•


•


•


( Persiapan Interview )


__ADS_1


__ADS_2