Bukan Perempuan Pilihan

Bukan Perempuan Pilihan
KEGELISAHAN SANG CEO


__ADS_3

Pagi ini Satria bangun dari tempat tidurnya dengan semangat. Perusahaannya telah disahkan menjadi pemenang Mega Proyek Real Estate di Lyon. Tentu saja banyak yang harus ia persiapkan untuk berangkat ke Lyon dalam rangka penandatanganan kontrak kerjasama. Dua minggu ke depan, ia pontang panting bersama Rico mengurus semuanya. Fatah kepala bagian perencanaan, sudah ia pecat, ia juga memberikan pesangon yang cukup besar untuk pengabdiannya selama 10 tahun. Julia belum lagi kembali, sementara beberapa karyawan di bagian itu tidak cukup potensial untuk menyiapkan pekerjaan ini.


"Tok!tok!tok!


"Masuk Pak Amad,,,." ucap Satria lembut.


"Iya Tuan muda,,,, sarapan sudah siap, kopinya saya taruh sini Tuan." ucap Pak Amad, ia berpikir sepertinya Tuannya ini sedang senang, karena bicaranya sangat lembut.


"Baik Pak Amad, terima kasih. Ohya Pak,,,,." kata-kata Satria menggantung, matanya berkaca-kaca. Membuat Pak Amad bingung, tidak biasanya Tuannya seperti ini.


"A-aku minta maaf Pak Amad,,,,, selama ini sikapku keterlaluan sama Pak Amad." ucap Satria tulus, Satria memegangi bahu Pak Amad.


"Tuan Muda, jangan seperti itu, saya jadi merasa tidak enak Tuan. Tuan bersikap seperti itu bagi Bapak wajar. Bapak lah yang mungkin salah sama Tuan, bapak yang seharusnya minta maaf,,,." ucap Pak Amad sendu.


Tiba-tiba tanpa disangkanya, Satria memeluk Pak Amad. Hampir saja Pak Amad terhuyung dipeluk Tuannya yang setinggi 183 cm. Pak Amad merasa terharu, Tuannya sudah berlembut hati padanya. Tanpa ia sadari air matanya menetes. Ia teringat masa kecil Satria yang sangat periang, dan sayang padanya, seperti pada orangtua kandungnya sendiri. Ia juga teringat masa remaja Satria yang penuh gejolak darah muda.


"Baiklah Tuan, Tuan Muda minumlah kopinya dulu, bapak mau buka gordyn dulu, sambil beberes." ucap Pak Amad sambil menyeka airmatanya kikuk.


Satria mengikuti kata-kata Pak Amad, ia minum kopinya, ia baru menyadari kalau kopi buatan Pak Amad tiada duanya.


"Bagaimana kalau Julia yang membuatkan ia kopi?" bathin Satria berharap. " Hmmmhh aku jadi sering memikirkan dia. Dia belum juga menghubungiku."


Satria bersiap untuk mandi, ada banyak janji hari ini, ia tak boleh telat.


Pak Amad bekerja dengan semangat, hari ini Tuan mudanya telah kembali, seperti sebelum prahara rumah tangga Satria terjadi. Ia tersenyum dan bersiul-siul. Hatinya sedang diliputi kebahagiaan.


Pak Amad menyiapkan pakaian dan sepatu Tuannya, setelah itu ia turun ke bawah, untuk memberi tugas kepada pelayan lain.


Satria turun ke bawah untuk sarapan, ketika ponselnya berbunyi. Srianti?

__ADS_1


"Hallo Mas Satria,,,,." sapa Srianti hangat.


"Iya ada apa?" jawab Satria datar.


"Mas bisa ga aku nitip Sandrin? aku mau ke Korea sama Mas Haykal." ucap Srianti.


Satria bingung, sementara inipun dia sedang sibuk. Tapi ia tak ingin menolak dititipi anaknya sendiri.


"Oke, kamu antar aja ke kantor. Kamu berangkat kapan?" tanya Satria datar.


"Masih seminggu lagi sih Mas, tapi ini aku konfirm dulu, siapa tahu Mas sibuk?" jawab Srianti.


"Oke,,,"


"Hmmmmm sudah seperti biasanya, perempuan itu tidak pernah mengajak Sandrina anaknya, kalau mau bepergian ke luar negeri. Apa suaminya keberatan kalau harus membiayai anaknya?" bathin Satria.


Satu hal yang sangat ia tidak suka pada Srianti, ia selalu mementingkan kesenangannya sendiri, dibanding anak atau suaminya dulu. Sekarang setelah ia menikah dengan selingkuhannya itu, sama saja, ia kadang tak memperdulikan perasaan anaknya, pergi hanya berdua dengan suaminya sekarang. Yang Ia dengar saat Sandrina bercerita, mamahnya jarang di rumah, mamahnya selalu pergi dengan teman-temannya. Bahkan kadang Sandrina hanya dijemput supir. Mendengar itu Satriapun waswas,,,, tapi ia belum punya solusi untuk hal ini.


***


Sampai di kantor, Rico sudah menyambutnya dengan banyak jadwal, salah satunya meeting dengan client dari Malaysia, karena tampaknya proyek jembatan layang disana akan terus berlanjut.


"Santi, apa udah ada kabar dari Nona Julia?" tanya Satria, saat bertemu dengan Santi yang meminta tanda tangannya.


"Belum Tuan,,,,." Santi menggeleng.


"San, katakan padanya, aku akan naikkan gajinya, yang penting dia masuk lagi ke kantor ini. Posisi jadi Kepala bagian perencanaan adalah miliknya sekarang!" ucap Satria gemas.


Kalau mau jujur, sebenarnya bukan karena tidak ada lagi orang yang bisa menangani pekerjaan ini. Tapi semua ini karena,,,, Ia ingin selalu berada dekat Julia. Ia ingin bisa tetap memandangi perempuan itu. Paling tidak, sampai ia,,,, sampai ia memiliki keberanian, untuk mengutarakan isi hatinya pada perempuan itu.

__ADS_1


Ini semua membuatnya sangat kesal, seorang Julia, menolak permohonannya.


***


Ayah dan ibu Julia tertegun dengan keinginan anak perempuannya untuk kembali lagi ke Jakarta.


"Kamu yakin Nak, mau bekerja lagi di Jakarta?" tanya Ayahnya.


"Iya yah, masih banyak tugas yang harus Julia selesaikan disana, Bos Julia meminta Julia masuk kantor lagi yah." jawab Julia memohon.


"Nak, sebenarnya Ayah dan ibu ingin kamu disini, rumah sebesar ini sepi tanpa kamu." ucap ayahnya lagi.


"Kalau kamu ingin buka usaha disini, insyaa Allah kami akan kasih kamu modal. Yang penting kita bisa kumpul." Ibunya menimpali, ibunya tidak ingin Julia pergi lagi.


Tapi Julia anak perempuan yang bertekad keras, kalau ia menginginkan sesuatu, ia tidak bisa dilarang siapapun, hingga kedua orangtuanya menyerah dan mengijinkannya.


Ayahnya mendesah, "Baiklah Nak, kalau itu memang keinginanmu, jaga dirimu baik-baik disana, tapi Ayah tetap ingin kamu segera menikah Nak. Ayah ingin segera melihatmu ada yang menjaga." ucap Ayahnya pilu.


Kata-kata Ayahnya sontak membuat Julia teriris. Ia tidak tega dengan melihat ayah dan ibunya sedih.


"Doain Julia Yah, ibu, semoga Julia bisa mendapatkan jodoh yang baik, yang mencintai aku apa adanya." ucap Julia tersenyum.


Sabtu ini Julia bertekad akan kembali ke Jalarta, ia sudah booking ticket kereta, ia tidak ingin mengecewakan Santi sahabatnya, dan tentu saja Tuan Satria.


***


β™‘


β™‘

__ADS_1


β™‘


( Semoga keberangkatan Julia akan membaqa kebahahagiaan kedepanya,,,,, Ditunggu Like n commenya para readers,,,,, πŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ )


__ADS_2