Bukan Perempuan Pilihan

Bukan Perempuan Pilihan
Minggu Pagi


__ADS_3

Julia beranjak dari spring bed, ia merasakan tidur yang nyenyak semalam, saking lelapnya, Ia bangun kesiangan, sampai ia lupa sholat subuh.


"Mmmmhhh spring bed ini nyaman sekali, tidurku seperti mimpi saja,,, Santi luar biasa, bisa memiliki apartemen yang mewah seperti ini." gumam Julia.



Julia mengucek-ucek matanya, dan bangkit menuju ke jendela apartemen untuk membuka gordyn, sinar matahari pagi menerobos masuk, dan menimbulkan rasa hangat di kulit Julia. Setelah itu Julia menuju ke kamar mandi, ia putar kran diatas bathtub.


mandi pagi.




Selesai mandi, masih mengenakan kimono handuk, Julia bercermin di depan meja rias. Tampak pantulan wajahnya yang cantik, kedua matanya yang bulat, terbingkai alis yang begitu indah, hidungnya yang mancung, dan kulitnya seputih susu. Julia menyisir rambutnya yang hitam panjang dengan lembut. Riasannya sangatlah sederhana, hanya bedak dan lipstick, itupun ia poles tipis.


"Tok!tok!tok! Julia,,,, " Santi mengetuk pintu


"boleh aku masuk?" tanyanya lagi.

__ADS_1


"Ya Santi, masuklah, aku baru selesai mandi." sahut Julia lembut.


Klik,,,,,


Pintu kamar terbuka, Santi masuk dan duduk diatas spring bed, ia memandang Julia yang sedang di depan kaca, dalam hatinya berdecak kagum, Julia masih cantik seperti saat mereka sekolah.


"Semalam aku udah buatin kamu teh, ehhhh yang dibuatin minum malah tiduuuurr,,,, ya udah deh, tak minum sendiri tehnya sampai aku kembung!" gelak Santi.


"Nah kenapa ga bangunin aku aja sih San?" jawab Julia lagi merasa bersalah.


"Gak apa-apa Julia, aku cuma ingin ngobrol sama kamu semalem, dan kupikir masih banyak waktu kan? oh iya kamu belum cerita soal pernikahanmu?" tagih Santi.





"Yah begitulah San, sekarang ini aku cuma berpikir bahwa aku harus punya kesibukan, aku harus sukses, aku ingin melupakan rumah tanggaku yang kandas." gumam Julia.

__ADS_1


Santi memeluk erat sahabatnya ini. Ia merasa terenyuh,,,,


Ia terbayang dalam ingatannya saat-saat sekolah dulu, bagaimana Julia dulu. Gadis cantik, berperawakan tinggi besar ( tentu saja bodinya ini memang turunan dari ayah Julia), tomboi, tapi lembut hati. Walaupun ia angkuh dengan laki-laki dan sering berkelahi, tapi dengan teman perempuan, Julia selalu mengalah dan bersikap manis.


Santi terkadang iri, banyak pria di sekolah yang diam-diam naksir Julia. Tapi mereka takut, karena Julia pribadi yang sangat cuek dan tomboi. Belum pernah sekalipun Santi mendengar Julia memiliki pacar.


Selain cantik, Julia juga anak orang berada, Ayah Julia merupakan salah satu pegawai pimpinan di sebuah perusahaan BUMN besar di Indonesia, keluarga Julia menempati rumah dinas yang besar dan bagus, tidak seperti Santi yang berasal dari keluarga biasa-biasa saja, tapi nasiblah yang membuat Santi hidup berkecukupan sekarang.


"Julia,,, mengenai lowongan pekerjaan di kantorku, aku sudah bicara dengan bosku, sebenarnya kemarin sudah dimasuki orang, tapi ternyata kepala bagian perencanaan sepertinya tidak cocok dengan kinerjanya. Makanya bosku kasih kesempatan untuk interview denganmu." ucap Julia serius.


Julia mengangguk, ia berjanji bahwa Ia tidak akan membuat malu Santi, dan akan berusaha semaksimal mungkin.


"Terima-kasih San, kamu memang sahabatku paling the best!!"


Keduanya tertawa berbarengan.



__ADS_1



( Lanjuutttt,,,,, )


__ADS_2