Bukan Perempuan Pilihan

Bukan Perempuan Pilihan
DiKHIANATI


__ADS_3

Gara-gara printer yang ngadat, Julia harus meminta tolong pada Rudi teman satu atap di bagian perencanaan. Tapi karena Rudi juga sedang ngeprint laporan yang berlembar-lembar, Julia harus sabar menunggu.


Rasa pening kepala Julia kambuh lagi, peningnya seakan-akan kulit kepalanya ditarik-tarik. Padahal hari ini seharusnya nama pemenang tender Lyon diumumkan, Ia penasaran menunggu hasil. Tapi rasa sakitnya tak bisa diajak kompromi. Julia pamit pada Pak Fatah untuk pulang 4 jam lebih awal. Dan Pak Fatah mengijinkan.


Dengan menaiki grab Julia pulang menuju ke apartemen. Ia langsung merebahkan tubuhnya sesampai di kamar, hingga tertidur.


***


Pengumuman lelang pekerjaan "Mega proyek real estate di Lyon Perancis" dari 7 peserta pendaftar, hanya lima perusahaan yang berhasil memasukkan dokumen penawaran.


Dan pemenangnya telah ditentukan :



Daffin brothers, co.ltd ( Ina )


Penjawi Artha Prima, co.ltd ( Ina )


Gresco, co.ltd ( Ita )


Star centurian, co.ltd ( Spa )


Jackson, co.ltd ( USA )



Pemenang lelang pekerjaan Daffin Brothers, co.ltd. Selama seminggu akan dilakukan evaluasi, dan dalam masa itu juga ada masa sanggah, yang apabila terjadi kecurangan atau kekurangan syarat, maka pemenang dilimpahkan kepada pemenang kedua, dan seterusnya.


"Ohhh S***t!!" hardik Tn. Satria, ia geram. kenapa ia bisa kalah? kenapa justru daffin yang menang? apakah Julia ceroboh hingga ia lupa bahwa daffin cuma pendamping?. Tn. Satria mengacak-acak rambutnya.


Rico yang baru saja pulang melawat dari proyek jembatan layang di Malaysia, cuma tertegun, menebak-nebak yang sedang terjadi.


"Coba Rico, kamu telpon Fatah, suruh Julia menghadapku bersamanya." Tn. Satria mendengus kesal.


Rico melaksanakan perintah bosnya tanpa bertanya lagi.


"Pak Fatah, anda bersama Nona Julia dipanggil menghadap Tn. Satria sekarang." ucap Rico di telpon.


"Baik Tn. Rico" jawab Pak Fatah.


Lima menit kemudian Fatah masuk ke dalam ruangan CEO.


"Selamat sore Tn. Satria,,, " sapa Pak Fatah.


"Fatah tolong jelaskan ini!! apa yang terjadi?!" ucap Tn. Satria sambil menunjuk ke layar laptop.


"Eh anu pak,,, saya,,, saya,,, saya tidak tahu pak." jawab Pak Fatah menunduk.


"Tidak tahu?! mana Julia?!" tanya Tn. Satria geram.

__ADS_1


"Anu Tuan, Nona Julia mendadak sakit, ia ijin pulang beristirahat. jadi saya ijinkan." jawab Pak Fatah.


"Ohhh jadi dia pulang tanpa memberitahu aku?! di saat perusahaan kita kalah tender? ada apap sebenarnya dengan kalian?!" Tn. Satria mulai murka.


"Aku tidak perduli! panggil Julia sekarang, aku tidak perduli jam berapapun dia bisa datang. aku tunggu!" perintah Tn. Satria, Pak Fatah mengangguk dan pergi meninggalkan ruangan.


Rico yang sedari tadi melihat bosnya mengamuk, cuma terdiam.


"Rico sekarang kamu hubungi asisten Daffin, katakan padanya kerjasama tetap berjalan sesuai perjanjian!" ucap Tn. Satria tegas.


Tanpa mengulur waktu Rico menjalankan apa yang diingikan bosnya, ia menelpon Tn. Daffin. Terdengar disana Tn. Daffin berbicara


"Tidak bisa Rico, aku akan mengerjakan proyek itu sendiri, ini kesempatanku, aku tidak mau lagi cuma jadi pendamping! sudah saatnya aku maju." ucap Tn. Daffin dengan angkuhnya, ia tertawa terbahak.


"Tapi Anda tidak bisa seperti itu Tn. Daffin? bukankah kami sudah memodali jaminan penawaran yang besar? jadi kami minta kesepakatan kerja tetap jalan!" ucap Rico tak kalah tegas.


Sambungan telpon terputus. Tampaknya Tn. Daffin sengaja memutuskan pembicaraan. Rico mengedikkan bahunya sambil menatap bosnya.


"B******n!!! Dia mau main-main denganku?!" Tn. Satria bersumpah serapah.


***


Diluar pintu ruangan CEO, Fatah berhenti sejenak, ia mengambil ponselnya, dan mengirimkan foto ke no wa Tn. Rico. kemudian ia beranjak dari sana, dan menelpon Julia, agar ia segera datang ke kantor.


***


Ponsel Rico bergetar, ia membuka pesan wa di ponselnya, alisnya berkerut, melihat foto yang dikirimkan Fatah padanya. Ia mendekati Bosnya, dan memperlihatkan gambar dari ponselnya.


Melihat foto di ponsel Rico, Tn. Satria kembali murka.


"Pantas saja! Julia menghianati kita. rupanya ia punya hubungan dengan anak buahnya Daffin!!" ketus Tn. Satria, Ia harus memecat Julia sekarang.


Tanpa terasa, hatinya benar-benar terluka, wajah Tn. Satria berubah pucat. Ia merasa dikhianati, baik dalam pekerjaan maupun dengan perasaan. Angan-angannya bersama Julia pupus sudah.


***


Pak Fatah menghubungi Julia, disaat Julia sedang tidur, karena ponselnya berbunyi, ia mengangkatnya dengan rasa lemas.


Julia tiba-tiba merasakan aura yang tidak menyenangkan, akhirnya dikuatkan juga tubuhnya untuk menemui Tn. Satria.


***


Julia tiba di gedung kantornya, ia disambut Pak Fatah yang sudah menunggu di mejanya. Tanpa sengaja ia melihat ke arah Hendro dan Tika yang memandangnya iba.


"Ayo kita naik ke ruangan CEO sekarang Julia. Tn. Satria sedang marah besar." ucap Pak Fatah, ia tersenyum licik, tanpa sepengetahuan Julia.


Pintu lift terbuka, Julia beriringan dengan Pak Fatah menuju ruangan CEO, Julia berjalan dengan masih lemas, ia mengenakan cardigan karena merasa sedikit demam. Julia melewati Santi yang sedang memandang ke arahnya dengan bertanya-tanya. Tapi Julia tidak mampu berkata apapun, badannya makin lemas.


Pak Fatah mengetuk pintu, hingga ada perintah masuk dari dalam. dan Pak Fatah membuka pintu ruangan, segera masuk diikuti Julia.

__ADS_1


Julia sudah berdiri di depan meja Tn. Satria, terlihat Tn. Rico duduk di kursi di depan meja Tn. Satria.


Tiba-tiba,,,,


"Penghianat kamu Julia!! aku tidak menyangka kamu akan berbuat seperti ini!!


"Kamu tahu?! aku sudah mulai percaya padamu, tapi ternyata kamu memang perempuan tidak tahu diri!!


"Sekarang juga aku minta kamu keluar dari sini!!! aku memecatmu!!! ucap Tn. Satria bertubi-tubi.


Julia yang masih bingung, cuma memegangi ujung cardigannya.


"Saya,,,," ucap Julia terpotong.


"Ahhh sudahlah Julia! sekarang kamu ke bagian keuangan, ambil gaji dan pesangonmu. aku sudah menghubungi bagian gaji. pergilah! aku tidak ingin melihatmu lagi." suara Tn. Satria melemah.


Julia menitikkan airmata, ia tidak tahu harus berbuat atau berkata apa, ia sendiri masih bingung ada apa sebenarnya. Ia menyeka air matanya dengan cepat, lalu keluar ruangan tanpa mengatakan apapun. Hatinya terasa perih.


Sampai di luar ruang CEO, ia menoleh pada Santi.


"Santi, ada apa sebenarnya?" tanya Julia yang sudah basah airmata.


"entahlah Jul, Tn. Satria kalah tender di Lyon, dia menganggap kamulah penyebab kegagalan itu, karena kamu berkhianat." jawab Santi sedih.


Julia memandang kepada kedua mata santi.


"Dan kamu percaya San?" tanya Julia lagi.


"I don't know Julia! aku bingung." jawab Santi semakin galau.


Julia merasa semua orang mencurigainya, ia merasa tak ada yang percaya padany. Julia berjalan dengan cepat, tanpa lagi merasakan demamdi tubuhnya. Yang ia tahu ia harus segera pergi.


Di bagian keuangan, Julia tidak lama menunggu,,, ternyata semua sudah dipersiapkan. Dengan wajah masam orang di bagian keuangan menyerahkan amplop cokla kepada Julia, Julia tandatangan.


"Terima kasih Pak." ucapnya


"Ya,,, " jawab orang itu singkat.


Julia lekas meninggalkan gedung kantor tanpa menoleh lagi.


***


Sampai apartemen, Julia segera masuk ke kamar, ia segera membereskan pakaiannya, dan semua yang ia miliki, dan memasukkannya ke dalam koper. Ia membawa semuanya, kecuali barang-barang pemberian Tn. Satria. Kemudian ia pergi,,,,


Di dalam grab menuju ke stasiun, air matanya deras bercucuran. Ia seperti bukan Julia yang tegar.



__ADS_1



( ditunggu like n commentnya guys,,, biar author semangat lanjutinnya 😘😘😘 )


__ADS_2