Bukan Perempuan Pilihan

Bukan Perempuan Pilihan
JULIA HILANG


__ADS_3

☆☆☆


Di dalam mobil mereka berdua mendengarkan Julia bercerita mengenai kejadian di kereta, Rico dan Santi bergidik membayangkan orang yang melompat dari kereta yang sedang berjalan, tapi Rico waswas seandainya komplotan orang itu mengincar Julia.


Tak lupa Julia juga bercerita mengenai Tuan Satria, dan pada bagian cerita tentang bosnya, mereka jadi tertawa terpingkal. Pantas saja raut wajah Satria kelihatan jengkel. Baru kali ini Rico melihatnya seperti itu.


Rico tak hentinya tertawa, sampai mereka tiba di apartemen Santi.


"Oke kalian sudah sampai, sekarang beristirahatlah,,,, ohya Julia, kamu harus hati-hati, jangan pernah pergi sendirian mulai sekarang. Setidaknya untuk sekarang ini." ucap Rico mengingatkan." Dan untukmu Santi, mimpikan aku selalu yaaaa,,,,,." Rico mengerling ke arah Santi, yang dijawab dengan senyuman manis. Ricopun berpamitan pulang. Tak lupa ia menelpon seseorang untuk menjaga kedua perempuan itu.


***


Satria terdiam di kamarnya, ia merutuki diri sendiri, tidak bisa mengungkapkan perasaannya pada Julia secara gamblang. Makin lama perasaannya pada Julia kian tak terbendung. Tapi ia takut penolakan Julia. Apalagi sang Nenek seperti berharap sekali Julia menikah dengannya. Satu restu sudah Satria dapatkan, sekarang tergantung Julia apakah ia mau menerimanya atau tidak.


Satria cuma membolak balikkan ponselnya. Bimbang,,,, 😔😔😔


***


Pagi ini Santi yang sudah berdandan cantik hendak ngantor, keheranan melihat Julia masih tertidur.


"Julia,,,, bangun,,,, kamu tidak ke kantor?" tanya Santi heran.


Julia menggeliat,,,, "Aku belum ingin berangkat kerja San, aku masih ingin tidur,,, lagian aku juga belum bicara sama Tuan Satria kapan masuk lagi?" jawab Julia malas.


"Hiiihhhh dasar pemalas, gimana kalau nanti Tuan Satria menanyakanmu? bisa-bisa ia tambah sensi lagi!" tegur Santi.


"Kamu berangkat dulu aja San,,, aku menyusul. Okayyy?" jawab Julia masih memejamkan mata.


"Hmmhhhh baiklah,,, aku berangkat. Tapi ingat, jaga diri baik-baik di apartemen, tidak perlu keluar kemanapun kalau tidak penting." Santi mengingatkan.


"Oke,,,,." ucap Julia sambil mengacungkan jempolnya.


Santi bergegas pergi, ia tidak mau Tuan Satria yang lebih dulu tiba di kantor.


***


Satria berjalan menuju ruangannya, melihat Santi ia bertanya. " Santi, apa Julia sudah masuk hari ini?"


"Belum Tuan Satria, ia bilang masih ingin istirahat dulu, dan belum mau ngantor." ucap Santi merasa tidak enak hati.


Tuan Satria mendengus.


Ia memasuki ruangannya dan langsung menghempaskan tubuhnya ke kursinya. Tuan Satria merasa tidak bergairah, mendengar pernyataan Sekretarisnya tadi.


"Ya ampun Julia, bagaimana lagi aku harus memohon padamu?" bathinnya kesal. Ia jadi berpikir yang tidak-tidak. Tangannya bertopang dagu. Dibukanya laptopnya dengan malas, kemudian membuka berkas yang harus ditandatanganinya dengan kasar.


Hmmmmhhhhh,,,, Bad feeling.


Rico masuk ke ruangan Satria tanpa mengetuk ruangan.


"Selamat pagi bos?!" sapa Rico.

__ADS_1


"Ricooooo,,,, ketuk pintunya!" ucap Satria kesal, Rico membuat lamunannya buyar.


Rico yang terkejut, karena tidak biasanya Satria seperti itu padanya. Bukankah Rico memang selalu selonongan kalau masuk ruangan Satria? Rico hanya berucap." Maaf Bos,,, ada yang penting!" Rico terkekeh.


"Apa? tanya Satria pendek.


"Ternyata dari anak buah kita, aku dapat info, orang yang lompat dari gerbong kereta yang Nona Julia naiki, adalah anak buahnya Tn. Daffin!" ucap Rico serius.


"Daffin lagi?! apa sih maunya? terus apa yang diinginkan Daffin dari Nona Arzhad?" tanya Satria mulai tertarik.


"Entahlah,,,, tapi yang jelas, info dari anak buah kita, semalam ada yang datang ke apartemen Santi, orang itu berusaha membobol pincode pintu apartemen Santi. Tampaknya ia ingin balas dendam pada Julia." ucap Rico lagi.


"Aaapaaa? lalu bagaimana sekarang? Julia masih berada di apartemen!" ucap Satria panik, ia merasa khawatir.


"Tenang Bos,,, mudah-mudahan aman! Orang itu langsung terciduk anak buah kita, dan sudah diamankan. Makanya aku jadi tahu, kalau ia anak buah Tn. Daffin." jelas Rico lagi.


***


Julia baru saja mandi dan menyesap kopi sambil ngemil biskuit, saat ponselnya berdering.


"Halo Assalamu'alaikum,,,,." sapa Julia


Seseorang disana menjawab Julia, dan mengatakan sesuatu.


"Baiklah lima menit lagi saya sampai di bawah." ucap Julia panik.


Julia mengambil tasnya, ia masukkan beberapa helai baju, dan segera pergi dari apartemen.


***


"Lalu di mana mereka? apa masih ada yang menjaga apartemen Santi?" tanya Satria masih khawatir.


"Tidak bos, mereka sudah saya tarik." jawab Rico, melihat reaksi Satria, Rico gentar.


"Ya ampun Rico,,,, suruh mereka kembali ke apartemen, bisa saja Daffin menyuruh orang lain lagi untuk membawa Julia!" perintah Satria setengah berteriak.


"Baik Bos,,,!!" Rico segera menghubungi anak buahnya.


Satria menunggu dengan gelisah.


"Tolong panggilkan Santi!" perintahnya pada Rico.


Rico langsung keluar ruangan memanggil Santi. Santi masuk ke ruangan dengan tergesa."Iya Tuan Satria, Tuan memanggil saya?" tanya Santi.


"Santi, coba kamu hubungi Julia, katakan padanya untuk tidak kemanapun saat ini!" perintah Satria tegas.


"Baik Tuan!" Santi bergegas mengambil ponsel dimejanya, Ia langsung menghubungi Julia, Santi panik, kenapa ponsel Julia off? apa ia masih tidur? ini sudah jam 11 siang, tidak mungkin Julia tidur selama itu.


Santi masuk ruangan Satria, wajahnya panik.


"Ponsel Julia off Tuan, saya tidak bisa menghubunginya. Sudah beberapa kali saya coba, tapi tetap tidak bisa." air mata Santi meleleh karena khawatir.

__ADS_1


Semuanya panik, Rico dan Satria saling berpandangan.


Satria menjambak rambutnya sendiri dengan kuat. "Arghhhh,,,, !!!" lalu memukul mejanya.


"Rico! pergilah ke apartemen Santi, dan cari Julia cepat!! perintahnya.


Rico bergegas keluar ruangan, diikuti Santi yang masih menangis.


"Awas kau Daffin!! kalau sampai terjadi sesuatu pada Julia, aku bersumpah akan buat perhitungan denganmu!!!" geram Satria.


Satria merasa lemas, ia menunggu kabar dari Rico.


***


Santi, Rico dan dua anak buahnya tiba di apartemen, keempatnya meluncur naik keatas. Sampai depan pintu apartemen, Santi membuka pintu, mereka langsung mencari Julia di dalam apartemen, tapi Julia tidak berada di ruangan manapun.


Rico melihat sekeliling, tidak ada tanda-tanda pemaksaan, kekerasan, ataupun pendobrakan. Semuanya dalam keadaan rapi, tapi kemana Julia pergi? Rico melaporkan keadaan di apartemen kepada Tn. Satria, Julia belum ketemu.


Keempatnya segera kembali ke kantor, sesuai arahan sang Bos.


"Apa kerjamu jack? mengawal seorang perempuam saja kau tidak bisa!" hardik Satria.


"Rico? sampai dimana penyelidikanmu?!"


"Bos aku sudah menanyai sekuriti, ia bilang tidak begitu jelas siapa orang yang berada si dalam mobil, kacanya begitu gelap. Dan sekuriti juga tidak melihat plat mobil itu." jawab Rico.


"CCTV? apa kamu tidak meminta rekaman CCTV?!" tanya Satria lagi.


"Itulah Bos,,, CCTV yang mengarah ke parkiran gedung sedang rusak!" jawab Rico kesal.


Satria berpikir keras, kalau ini ulah Daffin,,,, tapi ia kepikiran juga dengan Nona Arzhad, ia mencoba menghubunginya.


"Sial,,,, telepon diluar jangkauan." wajah Satria bertambah pucat.


Satria mencoba menghubungi Daffin, panggilannya ditolak.


"Rico aku mau kamu lacak Daffin sekarang juga! dimana ia berkantor sekarang!!" ucap Satria kalap.


Tanpa diperintah kedua kali, Rico dan anak buahnya langsung bergerak.


Santi terduduk di kursinya, ia gelisah memikirkan Julia. Ia merasa bersalah, kenapa tadi ia tidak memaksanya untuk ke kantor. Ia menangis lagi memikirkan sahabatnya.


Satria keluar ruangan, ia memberi tahu Santi akan menyelesaikan urusan. Tapi tidak jelas urusan apa. Santi cuma mengangguk lesu.





( Benarkah Julia diculik? kita tunggu saja cerita selanjutnya,,,, Jangan lupa like n commentnya 😁😁😁 )

__ADS_1


__ADS_2