
Satria memasuki kamar hotel dengan seorang gadis, Clara, asisten Mr. Lee dari bar hotel. Setelah meminum juice, tubuhnya terasa sangat bergelora, desakan untuk menyalurkan hasrat seksualnya tak tertahankan lagi, pikirannya seketika kacau, haus akan kenikmatan.
Satria mendengus berkali-kali mencoba memusatkan pikirannya, dan mengingat wajah istrinya. Tapi gairahnya sudah tak terbendung, didepannya ada gadis cantik yang menemaninya di ranjang, ia seperti kerasukan.
Gadis itu membuka kancing kemejanya, meraba dadanya dengan gerakan yang erotis, dan berusaha mencium bibir Satria yang sudah butuh penyaluran. Entah setan apa yang merasuki keduanya, hingga akhirnya Satria yang seperti bertenaga kuda mulai melakukan hubungan intim dengan gadis itu, hingga ia terkulai lemas, sudah berkali-kali ia bermain cinta dengan gadis itu semalaman.
Ponsel Satria berdering jam lima dini hari, ia bangun dari tidurnya, dan terkejut mendapati dirinya berada di hotel bersama asisten Mr. Lee.
Rico? gumamnya. Ia lupa mungkin telah meninggalkan Rico semalam.
"Hai Ric,,,,." sapa Satria sambil memegangi kepalanya. Ia melirik gadis yang berbaring di sebelahnya dengan perasaan jijik.
"Bos, kamu dimana semalaman? aku mencarimu dan berusaha menelponmu berkali-kali." sahut Rico di ujung telpon. Ia merasa panik.
"Aku,,,,, aku,,,? ah entahlah Rico! aku tidak tahu apa yang terjadi!" ucap Satria putus asa, keringat mulai menetes di dahinya.
Terdengar suara seorang gadis memanggil nama Satria.
"Bos? apa kamu baik-baik saja?!" tanya Rico, ia penasaran dimana posisi Satria sekarang.
"Hemm ya Rico, aku,,, aku baik-baik saja!" sahut Satria berbohong. Ia bingung harus menjelaskan apa pada Rico.
Satria tiba-tiba menutup telpon. Ia segera berjalan cepat ke kamar mandi, dan membersihkan diri. Ia mencoba mengingat apa yang ia lakukan dengan gadis itu. Pikirannya sangat kacau, ia merasa bersalah, ia telah menghianati Julia, istrinya. Bagaimana kalau sampai Julia tahu soal ini? Satria kebingungan.
"Damn! Mr. Lee pasti menjebaknya, entah untuk alasan apa? Ia menjebak melalui gadis ini." gumam Satria. "Tapi kenapa?!" geramnya.
Satria segera berpakaian, dan langsung keluar dari kamar hotel, meninggalkan Clara, asisten Mr. Lee yang masih tertidur. Kemudian menghubungi Rico kembali untuk bertemu, dan menceritakan semuanya pada Rico, asisten dan juga sahabatnya.
"Apa,,,,,?!!! it's Crazy Bos,,, bagaimana bisa Mr. Lee menjebakmu seperti itu? apa tujuannya?!" tanya Rico sambil mengepalkan tangannya.
"Itulah Rico, aku juga tidak tahu!" ucap Satria lemas, wajahnya pucat seperti kapas.
***
Tiga bulan kemudian,,,,,
Julia sedang menyiapkan pernak pernik untuk pesta di rumahnya, Santi membawa anak perempuannya yang selisih satu tahun lebih dengan Arga, datang membantu Julia mendekor ruang tamu. Julia akan merayakan pesta ultah Arga yang ke-3.
"Akhirnya,,,,,,! bagaimana menurutmu Santi?" tanya Julia, sambil merentangkan kedua tangannya, pandangannya mengedar ke sekeliling ruang tamu, yang penuh balon dan pita warna warni.
"Perfect!!!! kamu memang hebat Julia! pandai mendekor ruangan." puji Santi.
Keduanya lega, karena ruangan pesta telah siap, Julia yang mendekor dibantu dua orang dari EO.
__ADS_1
"Oke bentar lagi catering, snack, dan kue tart akan diantar! sekarang kita istirahat dulu San. Ohya dimana Arga dan fanny?" tanya Julia.
"Mereka sedang bermain di kamar Arga, Pak Amad yang menjaga mereka." ucap Santi.
"Kalau gitu, kita makan dulu yuk? aku lapar,,,,!" sahut Julia sambil tertawa dan mengelus perutnya yang sedang hamil dua bulan.
"Okeeee,,,,, yuuukkk? aku juga lapar!" sahut Santi terkekeh.
Kedua sahabat itu makan siang bersama. dengan dua malaikat kecil yang lucu-lucu.
***
Satria berniat untuk pulang lebih cepat bersama Rico, karena Arga, puteranya hari ini akan merayakan ulang tahun ke-3. Begitu bersemangatnya Satria, apalagi sebentar lagi Arga juga akan punya adik.
Satria membereskan meja kerjanya, tiba-tiba ponselnya berdering.
"Halo Mas, maaf mengganggumu, ini aku Clara!" sapa orang diseberang.
"Clara?" Satria berusaha mengingatnya
"Iya Clara, aku asisten Mr. Lee,,,,." ucapnya.
"Ya Clara ada apa?" wajah Satria berubah, ia tak menyangka asisten Mr. Lee akan menelponnya lagi, tapi untuk apa?
"A-apaaaa?! kamu hamil?! ma-maksudku, bagaimana kamu bisa hamil?" tanya Satria bimbang. Ia teringat peristiwa malam itu, sepertinya Mr. Lee sengaja mengenalkan Clara, dan menjebaknya. Keringat di dahinya sudah keluar sebesar biji jagung.
"Iya Mas,,,, apakah kamu lupa, kita pernah melakukan hubungan intim? kamu melakukannya berkali-kali waktu itu!" ucap Clara sambil menangis.
"Ta-tapi Clara,,,, aku sudah beristri! aku tidak mungkin,,,,." suara Satria tercekat. Ia benar-benar pusing. Kebahagiaan akan merayakan ultah puteranya sesaat sirna.
"Tidak mungkin bagaimana?! aku hamil! dan Mas harus tanggung jawab!" ucap Clara galak.
"Oh tidak! aku bahagia bersama Julia, tidak akan ada perempuan lain dalam kehidupan pernikahannya, itu janjinya pada Julia dan ayahnya." bathin Satria.
"Mas?!" bentak Clara.
"Sudahlah Clara, aku ingin kau gugurkan kandunganmu!" jawab Satria tegas, ia panik sekali.
Clara terus merongrong Satria agar bertanggung jawab, dan ia mengancam akan memberitahu Julia kalau Satria menghindar. Dengan kesal ia menutup telponnya.
"Kandungan siapa yang akan kamu gugurkan Bos?!" tanya Rico sambil mengernyit. Rico menatap Satria tajam.
Rico sudah berada di depan pintu masuk.
__ADS_1
"Oh Rico, ka-kamu sudah bersiap pulang? ayo kita pulang,,,,." jawab Satria gugup, ia tak menjawab pertanyaan Rico. Rico masih terdiam menunggu,,,,,
"Oh come on Rico! akan kuceritakan di perjalanan pulang!" dengus Satria, sambil menarik bahu Rico.
Di perjalanan, Satria menceritakan semuanya pada Rico, ia tak tahu lagi harus bercerita pada siapa soal ini. Ia takut Clara akan mengabari Julia.
"Oh Ric, bagaimana ini?!" ucap Satria mengharap Rico punya solusi.
"Nikahi saja Clara. Hanya di atas kertas!" ucap Rico.
"Tidak! itu sama saja bunuh diri. Mereka menjebakku!" ucap Satria kekeh. Rico merasa bersalah, Dialah yang mengenalkan Mr. Lee pada Bosnya.
"Bagaimana kalau itu memang benar anakmu?" tanya Rico.
"Bukan masalah itu anakku atau bukan Rico! masalahnya aku tidak ingin menyakiti Julia. ini jebakan, aku tidak mengenal Clara, kami hanya melakukan semalaman, dan tanpa rasa cinta!" ucap Satria.
"Tapi masalahnya ia hamil dan meminta pertanggung jawabanmu Bos!" ucap Rico mengingatkan.
"Rico, Clara berani tidur denganku, yang dia sama sekali tidak mengenalku, artinya dia bisa saja tidur dengan banyak laki-laki, selain aku!" ucap Satria membela diri.
Rico terdiam, ucapan Satria ada benarnya. Tapi bagaimanapun, masalah ini bisa merusak reputasi Satria. Dan bisa saja berpengaruh pada bisnisnya.
Satria mengusap wajahnya kasar, mereka sudah sampai di halaman kediaman Satria. Suasana rumah yang biasanya sepi, kini ramai oleh suara anak-anak.
Satria memasuki rumah bersama Rico, melewati pintu belakang rumah.
"Assalamu'alaikum,,,,,." sapa Satria, yang melihat Julia sedang menata makanan bersama Santi, untuk tamu dewasa di meja di teras belakang.
"Wa'alaikumsalam,,,, oh Mas, kami sudah menunggumu!" ucap Julia, sambil menyambut suaminya, dan mencium tangan Satria. Kemudian menyapa Rico.
Wajah Satria yang sedang galau, tertangkap oleh Julia. Tapi Julia berusaha menyembunyikan rasa penasarannya, dan langsung membuatkan kopi untuk Satria dan Rico.
"Mas, nanti ganti baju dulu ya? biar agak segaran. Ini kopinya, diminum dulu." ucapnya sambil memandangi suaminya.
Jam lima persis, pesta ultah Arga dimulai, kru EO membuka acara, menyambut tamu-tamu kecil yang hadir. Sementara Julia menyambut orang tua teman-teman Arga, dengan ramah, dan langsung mengajak mereka ke teras belakang. Kebanyakan adalah relasi bisnis Satria yang masih memiliki anak kecil, dan juga tetangga sekitar.
Satria turun ke bawah, setelah berganti pakaian, ia bergabung dengan tamu-tamunya. Sementara di ruang tamu, acara demi acara bergulir, dipandu pihak EO. Sampai acara tiup lilin dimulai, Julia dan Satria mendampingi puteranya, dan menyanyikan lagu "Selamat Ulang Tahun" bersama, kemudian berfoto-foto. Setelah acara tiup lilin dan potong kue, Satria kembali ke teras belakang, untuk berbincang-bincang dengan para tamu dewasa.
🎂
🎂
🎂
__ADS_1
( Bersambung,,,,, )