Bukan Perempuan Pilihan

Bukan Perempuan Pilihan
PELEPASAN YANG INDAH


__ADS_3

ACARA TEMU KANGEN SMU NEGERI ... JOGJA


Tulisan di spanduk yang terpampang di depan ruangan tempat acara digelar.


Tamu acara reuni sudah mulai berdatangan, ruangan yang tadinya sepi, berubah menjadi hiruk pikuk, ada yang tertawa, ada yang sekedar mengobrol, semua melepas rasa kangen, karena sudah bertahun-tahun tidak bertemu. Tiap orang memanfaatkan moment foto-foto sebelum acara dimulai.


"Hai Julia,,,, tambah cantik aja kamu? kamu Julia kan?" ucap seorang laki-laki sok akrab.


"Hai,,, aduh siapa ya? maaf, banyak yang sudah berubah, jadi kadang aku lupa." ucap Julia tersenyum ramah, sambil menyalami temannya ini. Kikuk juga kalau ga mengenali teman lama semasa sekolah dulu.


"Ya ampun, masa ga ingat? aku Johanes, dulu duduk dibelakang bangkumu!" ucap Johanes sambil cemberut.


"Oh Johanes yang dulu kurus berkacamata? kenapa sekarang makmur sekali bodimu?!" pekik Julia, ia mulai mengingat teman satu ini. Johanes yang diomong seperti itu cuma nyengir sambil garuk kepala.


"Kamu ga ngajak siapa-siapa Jo? Sini masuk lewat sini,,,, tuh udah banyak temen-temen di dalam. Biar acara cepat mulai,,,." ucap Julia mengajak Johanes masuk.


Banyak dari teman yang membawa anak dan pasangannya, tapi ada juga yang melenggang sendiri ke acara reuni.


Julia mulai mencari-cari teman akrab semasa SMU dulu, diantaranya Luri, fatma, aden, dan lain-lain. Reuni ini juga dihadiri teman yang beda kelas, tapi masih satu angkatan.


Karena tamu sudah banyak yang hadir, dan round table sudah hampir penuh, Julia naik ke atas membuka acara.


Suara empuknya mengalir mengucapkan kata demi kata menyambut para tamu yang hadir, dan mempersilahkan para tamu untuk menikmati menu yang telah dihidangkan di meja buffet. Julia membuka acara dengan sebuah lagu, "BINTANG" by anima, untuk menghibur tamu, suara merdunya menggema diseluruh ruangan.


Semua tamu merasa senang bisa kembali bertemu. Ditambah dengan kehadiran beberapa guru dan kepala sekolah yang dulu menjabat, dan juga sambutan Santi sebagai ketua acara reuni, dan juga sambutan kepala sekolah, satu persatu sudah bergulir.


Acara demi acara bergulir sesuai roundown. Dan semakin malam, semakin meriah, terutama saat acara game. Banyak yang tertawa terpingkal-pingkal saat game joget berpasangan dengan balon berlangsung. Tiap musik berhenti, kedua pasangan joget, harus berhenti mengikuti musik, dan kembali berjoget saat musik kembali diputar.


Yang bikin lucu, karena balon yang dihimpit di dahi pasangan joget, mereka berusaha agar balon tidak lepas, karena itu reaksi dan gaya mereka membuat siapapun yang melihatnya tertawa. Semua alumni harus ikut lomba joget balon tanpa terkecuali. Dan saat giliran Julia berpasangan dengan Lury, Santi tak lupa memotretnya sangat dekat, sambil cekikikan.


Acara game balon selesai, Julia naik lagi ke atas panggung, untuk masuk ke acara selanjutnya. Saat dia bernyanyi, tiba-tiba ia dikejutkan kehadiran seorang laki-laki di depan pintu masuk. Ia melihatnya dari kejauhan.


Mas Satria,,,, yang datang bersama Rico.


"Aduh, kenapa Mas Satria kesini sih?" bathin Julia.

__ADS_1


Sementara, Satria yang memandang istrinya menyanyi, terkejut, ia baru tahu kalau suara istrinya merdu sekali. Ia menikmati lagu yang dinyanyikan Julia, "KEHILANGAN" by. Firman.


Selesai menyanyi, ia menyerahkan mikrofon kepada Penyanyi yang diundang untuk melanjutkan hiburan. Julia turun dari panggung, dan mencari Santi yang sedang mengobrol dengan rekan lainya.


"San,,,,,!" panggilnya agak sedikit keras, karena suara musik begitu bising.


Santi menoleh.


"Ada apa Jul?" tanya Santi sambil mengangkat dagunya.


"Mas Satria disini sama Mas Rico!" ucapnya pada Santi.


"Apa,,,,?!" Santi bertanya.


Hmmmm Julia kesal karena Santi tak mendengar kata-katanya. Akhirnya ia berbisik di telinga Santi memberitahu bahwa Mas Satria dan Mas Rico berada disini.


Santipun terkejut karena Rico tak mengabari dirinya kalau akan ke Jogja.


Saat sedang mengobrol berdua, Satria mendekat ke arah mereka.


Julia yang sedang bertanya pada Santi, jadi melonjak kaget.


"Oh Mas,,,,?" sapa Julia kikuk.


"Tenang aja,,, ga usah panik. Silahkan lanjutkan acaranya. Aku cuma pengen lihat-lihat saja." ucap Satria santai. Rico cuma tersenyum di sebelahnya.


Julia kemudian ngeloyor kembali ke panggung untuk menyelesaikan tugasnya, diikuti Santi yang mengerling ke arah Rico. Suara empuknya kembali terdengar mengumumkan pemenang acara game balon dan game lainnya.


Acara masih berlangsung hingga jam 11 malam, tapi jam 10 Julia pamit keluar. Ia ingin menghindar dari Satria, suaminya.


Dengan mengendap-endap Julia keluar, tapi sayang gerak gariknya diawasi oleh Satria, yang kemudian mengikutinya.


Julia sudah berada diluar ruangan tempat acara berlangsung. keadaan disana sepi, tiba-tiba seseorang mencengkeram bahunya. Julia menoleh.


"Mas,,,,,?!" pekik Julia tertahan.

__ADS_1


"Kamu mau kemana?!" ucap Satria sambil menatap tajam ke arah Julia.


"Ti-tidak,,,, aku cuma cari angin segar!" jawab Julia gugup. Lalu mulai berjalan lagi, melihat istrinya masih berusaha menghindar, Satria langsung menarik tubuh Julia ke dalam pelukannya.


"Mau kemana hemm? masih mau menghindar?!" tanya Satria pada istrinya yang sekarang sudah dalam pelukannya. Tangannya melingkar erat di pinggang Julia.


Julia tak berani menatap mata suaminya. Ia masih kesal, dan tak ingin airmatanya tumpah di depan suaminya.


Melihat Julia yang tertunduk, Satria mencium keningnya. Ia sangat kangen pada Julia. Tiba-tiba dengan gerakan refleks, Satria menarik tangan Julia, membawa Julia pergi dari sana secepat kilat, Julia mengikuti langkah suaminya dengan tergesa.


Membawa kabur Julia dari sana, untuk cek in di hotel yang sama, tempat reunian berlangsung.


Sampai di kamar hotel, tak ada lagi yang mereka bicarakan. Satria dengan rasa kangen yang telah ditahannya berbulan-bulan, langsung menciumi bibir Julia, dan memagutnya dengan penuh gairah.


Julia terengah, dan pasrah dengan cumbuan suaminya, karena iapun merasa kangen.


Tak ada lagi penolakan, Kecemburuan dan ketakutan akan perpisahan mereka masing-masing terlampiaskan, dengan penyatuan seluruh jiwa dan raga, saling mencumbu, dan menyalurkan hasrat cinta yang sempat tertunda. Begitu indahnya, penyatuan raga sepasang suami istri, manis dan bernilai ibadah.


Keduanya mengakhiri aktifitas ranjang mereka dengan keringat yang membanjir, walaupun berada di ruangan ber-AC.


"Yank, aku lupa, belum memberitahu Rico, dimana kita sekarang!" ucap Satria teringat Rico.


Julia tertawa, ia pun sama, belum memberitahu Santi. Keduanya sama-sama meraih ponsel yang diletakkan sembarangan di nakas, dan melihat banyak sekali notifikasi pesan dan telpon masuk, dari Rico dan Santi!


"Ya udah telpon Santi sekarang yank,,, bilang kalau kita berdua menginap di hotel ini." ucap Satria terkekeh.


Julia menggeleng,,,,,


"Tidak Mas,,, Mas aja hubungi Mas Rico!" rengek Julia manja, ia merasa malu karena pergi diam-diam.


💖


💖


💖

__ADS_1


( Bersambung,,,,, )


__ADS_2