
☆☆☆
Melihat Julia yang tertidur, Satria menstarter mobilnya untuk pulang ke hotel. Ia merasa malu, mengungkapkan perasaannya di waktu yang tidak tepat. Sambil mengendarai mobil, ia tersenyum sendiri.
Dalam waktu lebih kurang satu jam, mereka tiba di jantung kota jogja, Satria mampir sebentar untuk mencari nasi gudeg tugu yang konon sangat terkenal. Mumpung di jogja, pikirnya. Sampai di hotel jam 11 malam, ia menepuk pipi Julia agar terbangun.
"Julia, bangun, kita sudah sampai,,,." ucap Satria lembut.
Julia mengerjap-ngerjapkan mata, lalu menegakkan tubuhnya, lalu ia bangun dan keluar dari dalam mobil.
Keduanya masuk ke lobi hotel, Satria menggandeng tangan Julia seperti pasangan yang sedang berbulan madu. Mereka berjalan melewati resepsionis yang tersenyum dengan tatapan penuh arti.
Sampai di depan kamar Julia.
"Selamat malam Julia, masuklah ke kamarmu, met beristirahat." ucap Satria lembut.
Julia masih saja berdiri di depan pintu.
"Kenapa masih berdiri? kamu mau tidur denganku?!" ucap Satria terkekeh sambil merentangkan tangannya. Julia melotot mendengar ucapan Satria.
"Bagaimana aku mau masuk? cardnya masih di tanganmu Mas?!" jawab Julia keki.
Hahaha,,,,!!! Satria tertawa malu, lalu menyerahkan card kamar Julia, sambil menepuk jidatnya.
"Sorry,,,,." sahutnya pendek.
***
Julia masuk ke kamarnya sendiri, ia malah tidak bisa tidur,,, lumayan tadi sudah agak pulas ia tidur di mobil.
Ia masih belum mempercayai apakah yang ia dengar tadi ungkapan hati terdalam seorang Satria? saat Satria mengungkapkan perasaannya pada Julia, ia pura-pura tidur, karena malas kalau Satria mulai bicara yang tidak-tidak. Hatinya sudah benar-benar kesal. Tapi,,,,, Ia mendengar sendiri, Satria mengatakan bahwa ia mencintai Julia? mencintai dirinya? mengingat itu Julia merasa melayang. Ternyata cintanya pada sang Bos, tidak bertepuk sebelah tangan! Satria cuma gengsi mengatakannya lebih awal.
***
Ponsel Satria berdering, ditatapnya screen ponselnya, Rico menelpon!
"Hai Ric, ada apa malam-malam kamu telpon?!" tanya Satria.
"Hahaha Sorry Bos ganggu? jadi gimana?" tanya Rico.
"Gimana apanya Ric?" tanya Satria belagak lupa.
Rico menepuk jidatnya,,,
"Aduh,,,, Ya itu Bos? pernyataan cinta? sudah atau belum?!" tanya Rico penasaran.
"Oh ituu,,,,?! haha gimana mau kejawab Ric? aku menyatakan perasaanku disaat,,,,,?" ucap Satria ragu, takut Rico menertawakannya.
__ADS_1
"Disaat,,,,,,? apaaaa?!" desak Rico.
"Disaat ia tertidur!!!" ucap Satria sedikit kesal.
"Whaaaaattttt???!!!" Rico tertawa terbahak-bahak diseberang telpon.
Sambungan terputus. Satria memutuskannya karena ia kesal dan juga malu pada Rico, asisten plus sahabatnya.
***
Plan A gagal,,,, berarti ia harus segera melakukan Plan B,,,, kalau gagal lagi? ter,,,, la,,,, lu!!!! Satria berjalan mondar mandir mengenakan piyama di kamar hotelnya. Ia bergegas menelpon layanan kamar tepat jam 12 malam, saat semua orang di seluruh dunia sedang terlelap. Ia bukannya ingin memesan makanan malam-malam, lagipula ia tadi sudah memakan sebungkus nasi gudeg yang ia beli di sekitar tugu jogja, ia cuma ingin meminta bantuan pihak hotel tempat ia menginap.
***
Julia yang belum terisi perutnya sejak sore hari tadi, akhirnya memakan nasi gudeg yang tadi dibeli oleh Satria. Ia makan dengan lahapnya, disaat semua perempuan menolak makanan di malam selarut ini, Julia mah tidak perduli, kondisi dan situasi apapun, ia akan makan kalau lapar melanda.
Saat hati kesal saja dia masih mau makan, apalagi disaat hatinya berbunga-bunga seperti malam ini.
Karena kenyang, akhirnya Julia tertidur juga, ia mimpi sangat indah malam ini.
***
Pagi menjelang,,, Julia membuka gordyn kamarnya. Lalu mandi, bersiap untuk sarapan pagi di Restauran hotel.
Setelah berpakaian, suara bel kamar berbunyi. Siapa? pikirnya,,, ia tidak merasa memesan apa-apa? Tapi ia segera beranjak dari meja rias dan membuka pintu.
Ia kaget melihat seorang pelayan membawa meja trolly, diatasnya sudah terhidang beberapa menu makanan dan minuman.
"Maaf Mas? Masnya ga salah kamar? Saya ga pesan apa-apa loh?!" tanya Julia bingung.
"Iya Mba betul ini buat Mba, nama Mba, Mba Julia kan?!" tanya Pelayan lagi, takut salah.
"Iya betuuullll, tapi saya ga pernah pesan ini Mas?!" ucap Julia masih bingung.
"Kalau Mba bingung, nanti tanyakan saja ke Pak Satria Mba,,,,." jawab Pelayan sambil memasukkan meja trolly ke dalam kamar.
"Oke terimakasih Mas, nanti kalau salah bukan tanggung jawab Saya loh Mas?!" jawab Julia kekeh.
"Iya Mba, Saya yang tanggung jawab." ucap Pelayan lagi setelah meja trolly masuk ke kamar. Pelayan segera pergi.
Mmmm mungkin Satria memesankan semua ini, karena kasihan pada Julia, karena dari semalaman ia belum makan.
Julia membuka penutup makanan, hmmm sepertinya enak nih,,,, perutnya jadi keruyukan melihat makanan yang terhidang. Nasi putih, sup ayam kampung, udang goreng crispy yang besar-besar, tempe mendoan, puding tape hijau, semuanya tampak enak disantap.
"Teeettttt,,,,,!" bel pintu berbunyi lagi.
Ia mengintip dari bulatan kecil dipintu. Mas Satria? Ia lalu membukanya dengan perasaan berdebar.
__ADS_1
"Selamat pagi Julia?" sapa Satria ramah.
"Met pagi mas,,,,, emm tumben?" sahut Julia lirih.
"Tidak mau menyuruhku masuk?" tanya Satria sambil senyum, yang ditanya belum menjawab tapi Satria menerobos masuk begitu saja.
"Eh Ohiya Mas yang memesan makanan itu? ga kurang banyak Mas?" Julia memberanikan diri bertanya, dan meledek.
Yang diledek cuma memandang sekilas, ia tak ingin berbantahan lagi dengan gadis itu.
"Julia ayuk sarapan, jangan berdiri saja disitu,,,." jawab Satria. Julia mendekat, perutnya sudah keroncongan. Dengan tersipu, ia mulai mengambil makanan, dan mencicipinya.
"Hemmm,,,, enaaakkk,,,,." gumamnya. Julia makan dengan lahap. Satriapun ikut makan dengan lahap,,,,
Hidangan utama telah mereka habiskan tanpa sisa, Satria sangat surprise melihat nafsu makan Julia yang begitu luar biasa,,, sampai ia tersenyum geli.
Setelah agak lama, Julia hendak memotong puding tape hijau,,,, tapi bagian tengahnya susah, seperti ada yang mengganjal disana,,,
Dengan teliti ia mencoba memotongnya lagi, tetap ada yang mengganjal, sepertinya ada sebuah wadah bulat kecil, tapi mungkin itu untuk menyangga puding yang menggiurkan itu, ia menariknya dengan pisau pemotong. Ia mengamati benda kecil itu, lalu ia berusaha membukanya, Satria mengamati Julia dengan tersenyum. Begitu Julia membukanya,,,,,
Tarraaaaa,,,,, Sebentuk cincin berlian berada di tengahnya, Julia terkesiap, Ia memandang kepada Satria.
"Mas ini? Ini apa?!" tanyanya setengah tak percaya.
Satria meraih tangan Julia,,,,
"Julia, maukah kamu jadi isteriku? maksudku,,, aku melamarmu! ehm,,, Yah, aku melamarmu, Will U Marry Me?" Satria menggenggam erat jemari Julia. Ia merasa tak percaya, Tuan Satria Bosnya, melamarnya!!
Julia merasa tegang, perutnya terasa mulas, ia tak menduga ini terjadi. Jantungnya berdetak kencang, tatapannya menerawang,,,,
"Julia,,,, kamu tidak apa-apa?!" tanya Satria merasa khawatir.
"Ti-tidak,,,, tidak apa-apa Mas." jawab Julia, bulir airmatanya terjatuh karena haru.
"Duh aku malah membuatmu menangis lagi,,, ?" tanya Satria merasa bersalah. Julia lalu terkekeh kecil, "Bisa aku mendengarnya sekali lagi Mas?!" ucap Julia meminta.
"Oh No, Julia kamu membuatku gugup, Will U Marry Me Julia?!" ucap Satria lebih keras, tapi penuh kasih sayang. Ada getaran pada suara Satria saat mengulangnya.
Julia memandangnya dengan tangis haru,,,, Yes I do!" ucap Julia lirih karena malu.
"Apa Julia?! Aku tidak mendengar!" ledek Satria.
Julia mendekat pada Satria, Ia membisikkan kata di telinga Satria, YES I DO,,,," bisiknya tegas tapi lembut. Keduanya lalu bertatapan, saling melempar senyum, tak kuat menerima tatapan Satria, Julia tertunduk malu, saat itu Satria memasangkan cincin di jari manis Julia.
💖
💕
__ADS_1
💖
( Cieeeee mesti banyak yang baper niiihhh,,,, sama kaya author juga rada baper!!! 🤭🤭🤭 )