
☆☆☆
Saat meeting dengan Dato Seri Arif lukman, pikiran Satria entah kemana, Rico yang duduk di sebelahnya, bolak balik menendang kaki bosnya di bawah meja, akhirnya Rico memutuskan untuk mengambil alih paparan demi paparan.
Selesai juga pertemuan dengan Dato, beliau sepakat dengan semua yang dijelaskan Rico, dan sedianya akan membuat kontrak tambahan, untuk proyek tersebut.
Huuufffftttt,,,, Rico menghembuskan nafasnya dengan kasar, untung saja, Dato Seri Arif Lukman mau mendengarkan penjelasan dari Asisten CEO, Satria sedang tidak konsentrasi pada pekerjaannya, pikir Rico
Ia biarkan Bosnya yang sedang melamun di ruang meeting, sementara ia mengantar tamu-tamunya pergi.
***
Julia duduk di sebuah cafe, ia memesan minuman dingin, ia cuma duduk dan menikmati view di sekeliling cafe. Kadang ia berselfie dalam berbagai pose. Sebenarnya ia bingung juga mau kemana, yang jelas ia tidak ingin berada di tempat yang bisa dijangkau oleh Satria. Ia ingin berada jauuuhhhhhh dari Satria. ia merasakan sakitnya mencintai tanpa balasan. Ia tak ingin seperti pernikahan sebelumnya, menerima laki-laki yang tidak pernah mencintainya, dan pergi seminggu setelah pernikahan. Tidak! Ia trauma, ia tak ingin ini terjadi lagi.
Julia sudah sejam lebih berada di cafe, hanya minuman dan sedikit makanan ringan menemani. Akhirnya ia bangkit, dan menuju ke cahsier untuk membayar.
***
Julia berpikir keras, kalau seandainya ia berhenti bekerja dari kantor Satria, ia tidak mungkin kembali ke cilacap. Ia meraih ponselnya, bermaksud menelpon seseorang, tapi ia urungkan, karena takut mengganggu, akhirnya ia cuma mengirimkan pesan whatsapp.
Sebentar lagi grab yang Julia pesan tiba, tujuannya adalah cafe megapolis, untuk bertemu dengan seseorang. Sebuah mobil berhenti, sang supir menurunkan kaca mobilnya, "Betul dengan ibu Julia? yang memesan grab?" tanyanya.
"Iya betul pak, kita ke cafe megapolis ya pak!" perintahnya kepada sang supir.
"Baik bu,,,,." jawab sang supir lg.
Grab yang ia tumpangi sampai di depan cafe megapolis 15 menit kemudian, Julia membayar uang yang tertera di aplikasi dan menmbahkan sedikit tips untuk supir.
"Terima kasih Pak,,,,." ucapnya.
"Sama-sama bu,,,." jawab sang supir.
Julia masuk ke dalam cafe, ia menunggu selama lima menit, kemudian seorang perempuan menghampiri.
"Apa kabar Julia?" sapanya sambil memeluk Julia.
"Baik mba,,, Maaf aku jadi merepotkan mba?!" jawab Julia merasa sungkan.
"Tidak apa, aku asyik-asyik aja kok. ohya ada apa nih tadi wa pengen ketemu?" tanyanya.
__ADS_1
"Mba aku,,,, aku butuh pekerjaan Mba. Aku sudah mengundurkan diri dari perusahaan Tn. Satria." ucap Julia ragu.
"Kenapa kamu memutuskan keluar dari sana? Oh sebentar,,,, kita mau minum apa nih?" tanyanya Mba Arzhad lagi.
Ia memanggil pelayan dengan lambaian tangan, dan memesan 2 buah minuman, dan beberapa makanan.
"Kamu mau tambah apa lagi Julia?" tanya Mba Arzhad
"Tidak usah Mba, itu sudah cukup." jawab Julia.
Pelayan pergi untuk menyiapkan pesanan mereka.
"Terus kenapa kamu memutuskan keluar Julia? bagaimana dengan Tn. Satria? sepertinya dia sangat berharap kamu disana!" tanya Mba Arzhad penasaran.
"Hmmm entah Mba,,,,." jawab Julia pendek.
"Hahaha aku tahu sekarang, kamu pasti kesal dengannya, karena tak kunjung memberikan kepastian? iya kan?!" tanya Mba Arzhad terkekeh.
"Ups! darimana Mba Arzhad tahu? bathin Julia. Tapi Julia cuma mengangguk.
"Julia kadang tidak segala sesuatu bisa diungkapkan,,,, terutama laki-laki, akan sangat gengsi untuk menyatakan perasaanya, tapi tenang saja! selama ia perhatian kepadamu, dan selalu menyempatkan waktu hanya untuk sekedar bertemu, itu sudah bagus. Sampai ia memutuskan untuk melamar." ucap Mba Arzhad panjang lebar.
Julia mengingat kata per kata Mba Arzhad dengan serius. Julia bimbang apa ia harus tetap menunggu atau pergi dari kehidupan Satria. Ia gelisah,,,
"Trus gimana? apa kamu masih membutuhkan pekerjaan?" tanya Mba Arzhad.
"Emmm sepertinya aku akan pikir-pikir dulu Mba. Mba Arzhad benar, aku tidak boleh terburu-buru memutuskan sesuatu." jawab Julia.
Mba Arzhad cuma tersenyum melihat Julia, diraihnya tangan Julia, dan ditepuk-tepuknya. Untuk menguatkan Julia.
"Julia entah kenapa, aku yakin kalau Tn. Satria itu benar-benar mencintaimu!" Mba Arzhad memulia lagi obrolannya.
Julia mendengarkan dengan wajah merona.
"Kamu tidak tahu, betapa khawatirnya dia, saat kamu hilang." Mba Arzhad terkekeh.
Mereka berpisah jam 13.00, karena Mba Arzhad mau bersiap-siap berangkat ke eropa, ada bisnis yang harus ia selesaikan disana. Julia menumpang mobil Mba Arzhad menuju Mall.
"Mba terima kasih ya waktunya dan tumpangannya." ucap Julia tersenyum.
__ADS_1
"Kapanpun kamu mau, insyaa Allah aku akan sediakan waktu untukmu Julia,,,, hati-hati ya?! jawab Mba Arzhad tulus.
***
Julia membeli banyak makanan dan minuman. Seperti orang yang sedang kalap. Dia juga berkeliling mall, melihat baju-baju keluaran terbaru, melihat perabotan rumah tangga danlain-lain. Sampai dengan sore hari, baru ia memutuskan untuk pulang ke apartemen.
Sampai Apartemen, Julia meletakkan semua belanjaanya. Membuat es teh sambil menunggu Santi pulang. Tak terasa ia tertidur di sofa, karena seharian lelah berputar di mall. Santi yang baru saja masuk apartemen, terheran melihat Julia tidur di sofa. Tapi dibiarkan saja, Santi masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri.
Santi membuat kopi untuk dirinya, dan menuju ke sofa tamu, dan duduk di dekat Julia tidur. Mencium aroma kopi yang begitu wangi, Julia terbangun.
"Santi? kamu sudah pulang?" tanyanya.
Santi menyeruput kopinya.
"Iya, kamu kemana saja seharian ini?! Tuan Satria mencarimu Julia!" ucap Santi, matanya bertanya-tanya.
"Santi, aku resign dari kantor,,,, aku tidak ingin lagi bekerja padanya. Besok aku akan ke jogja San,,,, aku pengen refreshing disana." jawab Julia datar.
Santi menggeleng,,,
"Ya ampun Julia?! ada apa?! bicara sama aku, siapa tahu aku bisa bantu kamu!" tanya Santi makin penasaran.
"Tidak apa Santi, ini masalahku dengan Tn. Satria. Aku cuma tidak ingin bekerja dengannya. Itu saja!" jawab Julia.
"Aku ke jogja cuma beberapa hari saja, aku akan kembali kesini, tinggal bersamamu, tapi tidak bekerja di kantor Tn. Satria." lanjutnya.
Santi tidak berkata apapun, dia menghargai keputusan Julia, walaupun ia juga merasa tidak enak pada bosnya. Bagaimanapun juga ia yang mengajukan Julia pada Tn. satria, Bosnya.
Hmmm Tn. Satria sudah begitu baik padanya. Bahkan apartemen yang ia tinggali sekarangpun, adalah apartemen milik Tn. satria, ia meminjamkannya pada Santi, agar ada yang merawat apartemen ini. Lagian mana sanggup Santi membelinya? Ia sudah cukup beruntung bisa tinggal disini.
Makanya ia sebenarnya kecewa, Julia memutuskan untuk resign. Artinya ia juga malu pada Tn Satria.
💔
💔
💔
( Tunggu kelanjutannya,,,, 💕💕💕 )
__ADS_1