
Sepagi ini Daffin duduk di teras, ia memandangi para pekerja yang sedang beraktifitas. Pikirannya sangat galau, sudah tiga bulan lamanya Julia hidup bersama di perumahan perkebunan yang terpencil. Tapi rasa cinta belum ia dapatkan dari Julia. Sungguh kalau ada laki-laki yang malang, itulah dia! sulit sekali menaklukkan seorang Julia, padahal ia sudah mengorbankan segalanya.
"Mas?" sapa Julia, ia sedang mengamati Daffin, orang yang selama ini selalu penuh perhatian dan kasih sayang padanya.
"Oh sayang,,, ada apa? Arga rewel lagi?" tanyanya lembut.
"Emmm tidak,,, ini dia sangat anteng pagi ini. Mas kenapa melamun dari tadi?" tanya Julia, ia merasa iba pada Daffin. Sambil menunjukkan arga yang anteng dalam gendongannya.
"Arga sudah kamu susui?" tanya Daffin ngeles
"Sudah,,,, Mas mau aku buatin kopi?" tanya Julia lagi.
"Emm boleh,,, kalau tidak merepotkan." ucap Daffin terkekeh, ia mengelus tengkuknya kikuk.
Julia mengernyitkan kening, mendengar ucapan Daffin, ia mencoba tersenyum.
"Kok Mas ngomongnya gitu? oke aku akan buatkan Mas kopi. Tolong gendong Arga sebentar." ucap Julia merasa tak enak hati, ia menyodorkan Arga ke pangkuan Daffin.
Tak lama kemudian Julia datang membawakan secangkir kopi, dan juga pisang goreng dari dapur.
"Ini Mas kopinya, ada pisang goreng juga, Mbok Darmi yang goreng tadi." ucap Julia sambil meletakkan cangkir kopi dan sepiring pisang goreng.
"Iya terima kasih sayang,,,," ucap Daffin.
"Mas,,,,, maafin aku ya?! mungkin Mas merasa aku tidak memperhatikan Mas. Tapi aku,,,,,?" ucap Julia tercekat, ia tidak meneruskan kalimatnya.
"Sudah lah Julia sayang, kamu ga perlu minta maaf. Aku tahu kamu masih ragu padaku. Ohya aku punya rencana, bagaimana kalau kita liburan ke Italy! kamu mau kan?" ucap Daffin sungguh-sungguh.
Mata Julia terbelalak.
"Apa?! Italy?! emmm,,,,." ucap Julia ragu.
"Kamu pasti menolak kan? ya sudah,,, kalau begitu lupakan!" ucap Daffin kecewa. Bibirnya sedikit merengut.
"Iya Mas aku mau,,,,!" ucap Julia akhirnya, ia tak ingin mengecewakan Daffin yang selama ini selalu menjadi suami yang baik untuknya. Suami,,,,,,?! Ah, kenapa Julia merasa belum yakin mengenai hubungan mereka sebenarnya ya?!
__ADS_1
Daffin sangat senang mendengar Julia mau diajak liburan ke Italy. Dia akan mengajak Julia dan Arga bersama, dan juga Lina, babysitter Arga, agar ia leluasa menjalin hubungan yang lebih intens dengan Julia. Siapa tahu dengan begini, ia akan mendapatkan Julia seutuhnya.
***
Di kamarnya, Satria menitikkan airmata, ia kembali teringat istri dan anaknya. Kalau mereka ada disini, tentunya anaknya sudah berusia sekitar tiga bulan. Entah kenapa, Rico dan anak buahnya belum juga menemukan mereka. Atau benar ucapan Srianti? bahwa Julia memang pergi bersama laki-laki lain?
Satria juga tidak sanggup bertemu dengan Nenek, yang selalu menangis memikirkan Julia. Nenek memang sangat menyayangi Julia.
"Sayang,,,,, kamu ada dimana? apakah kamu dan anak kita baik-baik saja?!" ucap Satria lirih, ia memandangi foto istrinya, mendekap foto itu sampai tertidur, padahal hari baru jam delapan malam.
Satria terbangun, ketika tiba-tiba Srianti masuk ke dalam kamarnya. Ia membawakan segelas kopi dengan creamer, yang aromanya menguar di dalam ruangan.
"Eh Sri? kenapa kamu masuk kamarku?!" ucap Satria, yang begitu kesal melihat Srianti.
"Sabar Mas,,,, jangan marah dulu. Aku bawakan kopi untukmu! bukankah kamu sedang menyiapkan berkas untuk meeting bisnismu?!" jawab Srianti santai.
Satria bangun dengan rasa malas. Tapi tak menolak kopi yang disodorkan padanya.
"Terima kasih! sekarang keluarlah! aku tidak ingin siapapun melihatmu di kamar ini!!!" ucap Satria tegas.
"Aku akan keluar, kalau Mas minum kopi ini dulu!" jawab Srianti.
Lima menit kemudian, kepala Satria terasa berat, pikirannya melayang, tubuhnya merasa bergejolak. Gejolak yang tak dapat ia bendung, gejolak yang hanya akan timbul bila Julia bersamanya.
Srianti sudah berada diatas Satria, ia mencoba menciumi Satria dengan rakusnya, Satria menyambutnya dengan perasaan menggebu, ia semakin panas dan bergerak liar,,,, diciuminya tubuh Srianti yang sudah setengah b***l dengan ganas. Dalam hati Satria menolak, tapi ia kalah dengan hasrat yang sangat mendesaknya untuk segera tersalurkan. Dengan sisa tenaga dan pikiran, ia bangkit, dan mendorong Srianti sekuat tenaganya yang sudah menggeliat seperti belatung nangka. Dengan setengah sadar ia berlari terhuyung masuk ke kamar mandi dan menguncinya dari dalam.
Srianti yang marah, menggedor kamar mandi dengan kencang.
"Sial, rencanaku gagal!!" dengusnya.
***
Daffin mengeluarkan koper-koper yang akan dibawa ke Italy, dan memasukkan beberapa Stel pakaian untuk Julia, dan untuknya sendiri, sementara Julia fokus menyiapkan pakaian dan keperluan bayi lainnya, dibantu oleh Lina, babysitter Arga.
"Sayang, coba kamu cek lagi, apa masih ada yang kurang?" tanya Daffin pada Julia, sambil menunjuk kedalam koper yang masih terbuka. Julia segera mengecek satu persatu, diangkatnya pakaian yang sudah di dalam koper, begitu juga dengan pakaian dalamnya.
__ADS_1
Julia tersenyum, Ia salut pada Daffin yang menyusun semua pakaian dengan rapi. Pakaian dalam ia masukkan pada casebag bening, dan juga kosmetik dan peralatan mandi dalam casebag yang terpisah.
"Sepertinya sudah cukup Mas, terima kasih,,,, kamu menyiapkannya untukku." ucap Julia tersipu malu.
"No problemo!" jawab Daffin tersenyum bangga sambil mengecupkan jemarinya ke bibirnya, persis seperti kebiasaan orang italia.
"Ayo Arga! kita akan bersenang-senang di Italia!!!" ucap Daffin sambil meraih Arga yang digendong Julia.
Keesokan paginya,,,,,
"Mas, dokumen sudah siap semua?!" tanya Julia sesaat sebelum masuk ke mobil yang akan membawa mereka menuju ke kota dan ke bandara.
"Sudah sayang,,, jangan kuatir, aku sudah menyatukannya di dalam tasku." jawab Daffin, ia sangat senang bisa mengajak Julia dan Arga liburan. Walaupun Arga bukanlah anaknya, tapi ia menyayangi Arga dengan tulus, setulus cintanya pada Bunda Arga.
***
Pesawat mendarat di Bandara Malpensa di Milan italia jam 13.10 waktu milan. Bandara ini merupakan bandara internasional yang sibuk di italia.
Bandar Udara Internasional Malpensa terhubung dengan Milan dengan jalan tol Milano-Varese yang memiliki kereta api yang disebut "Malpensa Express". Jalan tol ini juga menghubungkan Milan dengan bandara internasional yang lainnya, Linate, dengan menggunakan bus yang sudah dijadwalkan operasinya.
Julia berpikir bahwa mereka akan menaiki kereta dari malpensa ke central station, untuk mencapai Hotel tempat mereka menginap, ternyata tidak. Mereka dijemput oleh mobil yang sudah disewa Daffin untuk transportasi mereka selama di Italia.
"Apakah kamu akan menyetir sendiri Mas?" tanya Julia ragu-ragu.
"Ya, memangnya kenapa sayang? kamu meragukan aku?" ucap Daffin terkekeh.
"Emm tidak,,,,! yah kupikir kita akan naik kereta, metro atau taxi?" tanya Julia lagi.
"Wooowww taxi?! mana mungkin aku naik taxi di Milan ini! ongkosnya mahal!" ucap Daffin sambil menggelengkan kepalanya.
Setelah ia menerima kunci dari orang yang membawakan mobil, Daffin langsung memasukkan koper-koper mereka ke bagasi mobil. Dibantu oleh Dino Mazza, supir yang membawa mobil untuk mereka.
🌷
🌷
__ADS_1
🌷
( Bersambung,,,,, )