Bukan Perempuan Pilihan

Bukan Perempuan Pilihan
Hmmm Malunyaaa,,,,


__ADS_3

Rico tidak habis pikir, bosnya yang biasanya cuek, dingin dan kaku pada bawahannya, tiba-tiba mau menyempatkan waktu mengantar Julia karyawati new comer di kantornya.


Rencana Rico untuk segera clubbing tertunda, karena ia harus menemani Sang Bos mengantar perempuan.


Hufffftttt,,,,,


***


"Dicky, kita antar dulu Nona Julia ke apartemennya!" perintah Tuan Satria.


"Baik Tuan" jawab Dicky sang supir. Seketika Tuan Rico berbisik pada Dicky kemana tujuan mereka, tapi Julia tidak mendengarnya.


Mobil berjalan pelan keluar dari gedung perkantoran. Kebetulan sudah agak larut, hingga perjalanan pulang bisa terhindar dari kemacetan.


Julia bingung, Tuan Satria atau siapapun tidak ada yang menanyakan dimana alamatnya. untuk bicarapun Julia sungkan.


Julia diam saja dalam kebingungannya. Ponsel Julia berdering lagi, kali ini Santi yang menelpon. Ia menolehkan kepalanya ke kiri, dan menjawab ponselnya.


"Iy-iya san? maaf aku baru pulang, sekarang otw apartemen." jawab Julia setengah berbisik.


"Oke Julia, aku udah tahu kok, hehe,,,,, " sahut Santi diseberang. Sambungan terputus.

__ADS_1


"Oo,,,, " bathin Julia curiga. Julia menaruh ponselnya ke dalam tas. Sekali lagi ia melirik ke Tuan Satria.


***


Dada Satria terasa sesak, ketika tanpa sengaja ia melirik paha mulus Julia yang ditutupi tas.


ketika pertama kali ia bertemu dengan Julia di cafe, ia tidak bisa marah karena kecerobohannya menabrak Satria saat itu. Dia malah tertegun melihat perempuan secantik Julia.


Dan kali kedua bertemu, ia marah pada perempuan itu, karena ia sangat tidak suka dengan orang yang ceroboh!


Tapi,,,,,, pada saat ia bertemu ketiga kalinya, ia benar-benar berpikir, kenapa ia terus bertemu dengan perempuan ceroboh ini? baginya Julia ini perempuan yang antik, ceroboh tapi cantik! tanpa Julia tahu, Satria mengintainya dari CCTV, hihihi,,,,, Satria jadi penasaran.


***


Tak satupun dari mereka berbincang, mungkin semua orang sedang merasa lelah setelah beraktifitas seharian. Cuma sesekali Tuan Satria berdehem. Tak tahu apa yang ada di pikirannya, Julia melirik melalui ekor matanya, Tuan Satria tampak sedang mengendorkan dasinya.


Beberapa menit kemudian, mobil memasuki parkiran apartemen Anggrek, Julia tersenyum lega.


Mobil berhenti tepat di depan pintu masuk gedung, seketika Julia bangkit dari duduknya dan,,,


"Dugh,,, " kepala Julia terantuk bagian atas pintu mobil. Ia setengah meringis kesakitan, sambil mengusap kepalanya.

__ADS_1


Melihat itu Satria pura-pura tidak melihatnya, dalam hatinya gemas sekali atas kecerobohan perempuan itu, tak pelak lagi ia menahan ketawa. Sementara Rico yang sudah keluar, dan membukakan pintu mobil untuk Julia, juga ikutan menahan ketawa.


"Terima kasih Tuan Satria atas tumpangannya, Maaf karena merepotkan." ucap Julia malu.


"Hmmm ya." jawab Satria singkat.


"Terima kasih juga Tuan Rico, Pak dicky." ucap Julia lagi.


"Oke Nona Julia." jawab Rico, dan Dicky cuma mengangguk sambil tersenyum.


Setelah itu Julia langsung masuk ke lobi apartemen tanpa menoleh lagi, rupanya ia menahan sakit di kepala dan terlebih lagi menahan malu.


"Hmmmhhh dasar ceroboh!" ucap Satria menggelengkan kepalanya, dan akhirnya semua tertawa bersama.


β€’


β€’


β€’


( Sekali lagi tolong kasih like dan komennya ya guys,,, terima kasih,,,, πŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ )

__ADS_1


__ADS_2