
Queen dan Pramuji sudah tiba dikantor QGC dengan langkah yang cepat Pramuji masuk ke ruangannya bersama asistennya untuk membahas pertemuan dengan boss tambang rmas Lucky Wijaya, sementara Queen masuk keruangannya tak lupa menyuruh asisten nya untuk memesan menu sarapan pagi kesukaannya secara online. Queen duduk dengan santai di kursi kerjanya sambil menunggu pesanannya tiba, dia mulai sibuk dengan file-file di meja dan laptopnya. 35 menit menunggu akhirnya asistennya masuk membawakan pesanan Queen, langsung Queen menyantap sarapan paginya itu yang sudah tidak pagi lagi, sambil matanya sesekali menatap laptop, memeriksa beberapa file dimejanya. Queen begitu fokusnya hingga tidak menyadari handphone nya berbunyi berkali-kali. Sesaat dia tersadar dan melihat di layar handphone nya.
"Boss tambang emas? hmmm.... mau apa dia menelpon ku? " batinnya.
Tak lama hpnya pun berdering kembali dengan sangat malas dia menerima panggilan itu.
"Ya tuan Luck, apa yang bisa ku bantu tuan?"
"Selamat pagi nona Queen, aku hanya ingin mengingatkan bahwa nanti sore kita ada pertemuan untuk membahas kelanjutan kerjasama kita."
"Oh apakah tuan kehabisan asisten disana? sehingga tuan sendiri yang menelepon ku? bukankah seharusnya tuan menelepon asisten ku saja karena dia yang mengatur jadwalnya." Kesal Queen.
"Aku hanya ingin mengingatkan mu secara pribadi nona, mengapa nona begitu terganggu?"
"Tidak tuan aku tidak merasa terganggu hanya saja tuan seorang yang sangat sibuk ternyata masih sempat untuk menelpon dan aku merasa aneh saja."
"Tidak ada yang aneh dalam urusan cinta, eeh maksudnya urusan kerjaan. baiklah nona terimakasih atas waktunya."
Tanpa menjawabya Queen langsung mengakhiri panggilannya.
"Dasar..... orang aneh! " batin Queen.
"Nona sudah waktunya kita ke butik VN, mereka sudah menantikan anda nona.' Asisten Queen masuk setelah mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Oh yah nona, ini ada buket bunga untuk nona."
"Hmmm.... "
__ADS_1
Queen mengambil buket bunga warna kuning muda mix pink, warna kesukaannya, itu sambil keluar dari ruangannya, dia terus berjalan memperhatikan bunga itu lalu membaca kartu namanya yang tertulis disana. Selamat pagi Cantik, ku harap tanganmu sudah sembuh hari ini. Missing you, From Nick.'
Tanpa disadarinya terlintas senyum dibibir indahnya walau hanya sekilas tapi itu begitu manis.
Akhirnya Queen tiba di basement, bersiap untuk masuk ke dalam mobil yang sudah disediakan supirnya, bersama asisten juga seorang pengawalnya merekanpun berangkat menuju Butik VN.
"Hallo, Apaaa? pinggirkan mobil, berhenti!" titah Queen.
Queen baru saja menerima telepon dari anak buahnya yang mengabarkan bahwa uncle pramuji saat ini sedang diserang oleh orang tidak dikenal di jalan XX dekat pelabuhan tua yang tidak beroperasi lagi saat ini Pramuji hanya membawa dua anggota saja yang satunya berusaha melindungi Pramuji yang satunya berupaya mencari bantuan dengan menelpon Queen.
"Shiiiit, ngapain uncle kesana?
"Panjang ceritanya nona, sekarang kami hampir terdesak karena jumlah mereka ada 10 orang lebih."
Tuuuutss.......sambungan telepon terputus, Queen begitu marah, wajahnya memerah tangannya mengepal layaknya ingin menghantam apa yang ada didekatnya.
Queen pun memerintahkan anak buahnya untuk mengumpulkan anggota untuk segera meluncur ke TKP.
Sang supir melajukan kendaraan dengan sangat cepat, tak butuh waktu lama merekapun sampe di TKP, mereka melihat Pramuji yang diserang banyak orang disana.
"Ayoo kita hadapi mereka."
"Tapi nona, kita hanya bertiga." apakah tidak menunggu anggota yang lain, mereka sebentar lagi sampai nona."
"Kelamaan!!.dan kau tunggu di dalam saja." Titah Queen pada asisten wanitanya yang khawatir.
Queen mengambil pedang dari samping tempat duduknya, dia selalu membawanya kemanapun dia pergi hanya untuk berjaga-jaga kalau terjadi sesuatu yang mengancamnya seperti saat ini. Walaupun sebenarnya dia juga mempunya senjata api namum saat ini dia hanya ingin menggunakan pedang.
__ADS_1
Queen beserta dua pengawalnya segera berlari menuju Pramuji untuk membantunya.
"Oh shiiiit! ... Ngapain kamu kemari Queen?" Ujar Pramuji sambil terus mengjajar musuh di hadapannya. Karena terkejut melihat Queen datang Pramuji menjadi lengah, sehingga pedang lawan mengenai bahunya, darahpun mengucur dengan deras, namun Pramuji membalas serangan itu. Melihat Pramuji terluka Queen pun semakin ganas menyerang seperti singa betina yang mengamuk.
Akhirnya anggota Queen pun datang dan bergabung menghajar semua musuh hingga semua habis tak bersisa.
"Nona maafkan kami datang terlambat, maafkan kami tuan."
"Bereskan semua ini jangan ada jejak. Uncle bertahanlah, kita akan ke Rumah Sakit."
"Aku baik-baik saja nona." ujar Pramuji sambil memegang bahu kirinya yang kena sabetan pedang, lukanya lumayan dalam."
"Bawa masuk uncle, kita ke Rumah Sakit terdekat, Queen membuka scarft yang dipakainya lalu mengikat bahu Pramuji untuk menghentikan pendarahannya.
"Auuh "
"Maaf uncle tapi ini harus diikat kencang biar pendarahannya berhenti "
"tidak apa nona ini hal kecil, ngapain kau kemari nona? uncle mu ini sangat khawati."
Dan hey kalian, siapa yang menelpon nona muda, hah?! "
"Diamlah uncle jangan bicara terus.
Mobil melaju sangat kencang menuju RS yang terdekat dari lokasi mereka.
*******
__ADS_1
...Segini dulu ya.......
...πππππππ...