Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
BAB 71 Merasa Lebih Tenang


__ADS_3

Nick sedang berbaring di tempat tidur ditemani Queen, sudah tiga kali Nick muntah-muntah padahal sudah sarapan sejak pagi. Wajah Nick terlihat pucat serta energinya terkuras.


"Sayang, apa ini pengaruh kehamilanku? maafkan aku sudah membuat kamu jadi seperti ini." Queen meraih tangan Nick lalu digengggamnya erat.


"Hey, jika ini karena baby kita maka aku ikhlas sayang, aku bahagia karena isteriku ini tidak sendiri merasakan sakit saat kehamilah tri semester pertamanya. Ayo sini kamu juga harus istirahat. Berbaring disebelah ku. "


Queen segera naik ke tempat tidur merebahkan tubuhnya disamping Nick lalu masuk ke dalam pelukan hangatnya. Nick mengusap lembut kepala isterinya, serta menciumnya.


"Bagaimana sekarang, apa kau sudah baikan? " Tanya Queen.


"Aku akan baik-baik saja jika kau selalu berada disampingku. Tapi baby, sepertinya aku lapar. Aku ingin makan yang berkuah dan panas. Hmm.. pasti enak. "


Nick tiba-tiba menginginkan makanan yang yang sebenarnya tidak dia sukai.


"Tapi kau tidak suka makanan berkuah. kenapa tiba-tiba menginginkannya? " Tanya Queen merasa heran.


"Entahlah." Nick mengusap perut Queen.


"Hey babynya daddy, apakah ini ulahmu hmm?" Mencium perut Queen dengan lembut. Apakah kamu mau daddy berkunjung hmmm....? "


Queen langsung berdehem.


"Hmm... apaan sih honey, baru juga seleaai jam 3 pagi masak iya berkunjug lagi? Ingat pesan dokter, apa perlu kita konsul lagi biar kamu paham honey? " Queen tersenyum manja didalam dekapan suaminya. Nick hanya terkekeh mendengar tanggapan Queen.


Tak lama, handphone Nick berdering. Queen ingin meraih handphone Nick namun Nick langsung bangkit melepas pelukannya.

__ADS_1


"Biar aku saja honey." Nampak di layar nama Rey sang asisten yang berakhlak menelepon disaat dia bermanja dengan isterinya. "Mengganggu saja." Batinnya.


"Hallo Rey ada apa, aku mau info penting? "


Nick langsung ngegas. 😁.


"Selamat pagi tuan, saya ada informasi mengenai Robert mantan tangan kanan tuan uncle. "


"What? mengapa kau juga menyebut uncle Pramuji dengan sebutan tuan uncle hmm? "


Nick merasa heran, dua orang aistennya menjuluki sang uncle dengan julukan yang sama.


"Ah anu tuan itu karena... hehe. "


"Ya sudahlah, apa ya informasinya? "


"Tuan Robert sekarang ini ada bersama Albert juga Viona di markas mereka. "


"Dari mana kau tahu hal ini bahkan Ziddan saja masih menyelidikinya."


"Aku menugaskan semua mata-mata kita tuan, sebelumnya tuan Ziddan juga sudah menyebar anak buah kita untuk mendapatkan informasi keberadaan tuan Pramuji. Mungkin saat ini tuan Ziddan sedang sibuk jadi belum melaporkannya tuan."


"Trus dimana asisten yang juga informan uncle berada saat ini."


"Tuan Alex ada disekitar tuan Pramuji, tapi masih belum beraksi karena belum ada perintah dari tuan Pramuji, sepertinya tuan Pramuji menjalankan suatu rencana yang tidak kita ketahui tuan."

__ADS_1


" Hmm... Jadi Robert sudah bergabung dengan Albert dan Viona. Sungguh sangat serasi sekali."


"Ok Rey, kau pantau terus perkembangan selanjutnya, jika ada hal-hal yang penting segera hubungi aku. "


"Baik tuan, pasti akan saya infokan ke tuan secepatnya."


Nick menutup pembicaraannya, meletakan handphonenya di nakas kembali.


"Oh jadi mereka sudah bergabung." Queen menatap Nick dengan wajah yang datar.


"Jangan kau pikirkan sayang, uncle pasti baik-baik saja lagi pula anak buah kita banyak dan sudah menyebar jadi semua pasti aman. Ayo kita keluar. Tubuhku sudah membaik, sekarang aku perlu asupan bergizi lainnya. Aku lapar, aku ingin makan banyak. " Nick tersenyum berjalan sambil memeluk sang ratu keluar kamar.


"Tapi sayang aku mau digendong tak mau jalan." Queen merengek manja meraih lengan Nick.


"Mommy ini manja sekali ya." Sambil mengelus perut sang isteri, lalu menggendongnya ala bridal style menuruni anak tangga.


****


...Selamat pagi guys...


...Jangan lupa kegiatan rutinnya ya...


...Like, Comment dan Vote...


...Thank you, Love you alot. πŸ˜πŸ™...

__ADS_1


__ADS_2