Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
BAB 112 Keluarga Kecil Bahagia


__ADS_3

20 tahun kemudian.


Jakarta 07:00 WIB.


Mansion Keluarga Andersen.


Diruang makan yang berukuran sangat luas dengan nuansa warna gold mendominasi dilengkapi dengan furniture mewah bergaya eropa yang menimbulkan kesan mewah glamor sangat berkelas, tampak disana Queen walau tidak muda lagi namun aura kecantikannya tidak luntur sama sekali wajahnya masih sama saat baru pertama kali menikah dulu, saat ini usianya sekitar 38 tahun Queen sedang sibuk mempersiapkan makanan di atas meja dibantu para maid yang mondar mandir membawa hidangan pagi buat majikannya..


"Sudah-sudah kalian kebelakang saja, biar aku yang menatanya di meja." Ucap Queen masih dengan gaya sombongnya.


Tak lama seorang pria dewasa berusia sekitat 47 tahun datang menghampiri Queen, pria tampan yang bertubuh atletis yang selalu menjadi incaran kaum hawa dimuka bumi 😁 yang tidak lain adalah Nick suami dari Queen sicantik yang berhasil meluluhkan hati batunya. Nick langsung memeluk Queen dari belakang yang tentu saja membuat Queen sedikit terkejut.


"Ah kau mengejutkanku honey."


"I'm not, aku hanya ingin memberikan kenyamanan kepada isteri tercintaku ini."


Nick membalikan tubuh Queen ke hadapannya, lalu mulai melahap bibir pink sang isteri dengan begitu lembut yang akhirnya menuntut. Mereka berdua hanyut dalam balutan cinta hingga tidak menyadari kedua putra mereka sudah hadir di ruang makan.



"Eheeem.... Apa tidak bisa menemukan tempat lain dad.. mom... " Seru Earl putra sulung mereka yang kini sudah berusia 20 tahun, yang mewarisi wajah tampan sang daddy dengan gaya yang sangat cool, tidak banyak bicara rada angkuh, mewarisi sifat kedua orang tuanya yang double arrogant 😁.


Mendengar itu Nick melepaskan ciumannya namun dengan tanpa rasa bersalah sedikitpun Nick duduk dikursinya sedangkan Queen tersenyum tipis.


"Kalian menodai mata suci ku ini..." Ucap Dev si anak bungsu yang kini berusia 17 tahun, yang juga tidak kalah tampan dari sang kakak, namun Dev lebih banyak bicara, periang serta senyum selalu menghias wajah tampannya setiap waktu.


"Ayo lah son kami hanya melakukan olah raga pagi... " Jawab Nick masih tanpa ekspresi. Sementara Queen sudah selesai memberikan sarapan buat mereka semua lalu duduk disebelah Nick.


"Dad, bisakah aku tidak ke kantor hari ini? " Earl yang kini sudah melanjutkan semua bisnis sang daddy kini membuka suaranya yang sangat khas, tanpa ekspresi


"Kenapa? hari ini kau ada jadwal bertemu client kita yang baru, mereka akan bekerjasama dengan kita dan untungnya lumayan banyak.

__ADS_1


"Tapi dad aku mohon kali ini saja, daddy kan bisa menghandle nya."


"Son kau harus fokus jika ingin sukses. Lagi pula daddy tidak bisa karena daddy harus menghandle QGC. Mommy mu sedang todak fit."


"Tapi kan si Dev bisa... " Ucapannya dipotong oleh Dev cepat.


"Eits sembarangan hari ini aku ada jadwal bertemu admin kampus untuk mengatur acara wisudaku minggu depan." Jawab Dev dengan nada kesal.


Dev adalah seorang anak yang cerdas memiliki IQ di atas rata-rata, bahkan dia sudah menamatkan kuliah S2nya di usia 17 tahun ini. Dev juga bertanggung jawab terhadap seluruh bisnis mommy nya saat ini.


"Jadwal wisudah mu sudah ditetapkan dan semua sudah beres." Jawab Earl acuh tak acuh.


"Maksud mu bro? kau kesana mengatur jadwalku? keterlaluan kau ya... " Dev menarik kerah baju Earl dengan sangat marah, tentu saja Earl langsung berdiri lalu menepis tangan Dev kasar. Dev tidak diam saja dia mulai mengarahkan tinjunya ke arah sang kakak, Earl yang ahli dalam bela diri itupun menghindar. Dev menyerang terus, mereka terus saling menyerang. Nick menggeleng-gelengkan kepalanya. Sementara Queen tetap santai menikmati makan paginya.


"Mom tidak bisakah kau lerai mereka? " Pinta Nick ke Queen.


"Daddy aku sedang makan, tidak baik meninggalkan makanan." Jawab Queen cool.


"Masak iya setiap pagi mereka berdua olahraganya di ruang makan, kita kan punya aula latihan." Umpat Nick kesal.


Nick melemparkan serbet ke meja makan yang sejak tadi dipegangnya. Dia berjalan ke arah kedua putranya yang sedang berkelahi. Nick menarik tangan kanan Dev, lalu menekuk kaki Ear hingga terduduk di lantai.


"Kalian ini sudah seperti anak kecil saja, kalian sudah dewasa cobalah berpikir realiatis." Nick mendudukan keduanya ke kursi mereka masing-masing.


"Daddy kakak semena-mena padaku, sampai jadwalkupun diaturnya." Ucap Dev kesal. Nick hanya diam melirik Queen.


Queen langsung berdiri. Kedua putranya ini paling tidak bisa melihat mommy marah karena jika mommynya marah sedikit saja maka bisa tamat kehidupan mereka karena Queen akan tega menghukum anak2nya jika berbuat salah.


"Bisakah kalian tenang? Mulai hari ini mommy tidak ingin melihat kalian ribut saat makan, ini yang terakhir. Earl kau atas dasar apa mengatur jadwalnya Dev? "


"Sorry mom, aku hanya ingin membantu saja. Di kampusnya Dev semua orang menunjukan kehebatanya, mereka semua sok kaya, sok pamer kekuatan sementara Dev selalu menujukan kebodohannya, berpenampilan biasa seperti ini lihatlah mom bahkan dia tidak mau mengatakan kebenaran tentang dirinya. Siapa yang tidak kesal jika jadwal wisudanya selalu di oper kesana kemari. Jadi aku kesana kemaren menjelaskan siapa Dev itu bahkan kampus mereka saat ini sudah aku beli atas nama Dev. " Earl menjelaskan sedikit panjang ke mommynya lalu memberikan file ke mommynya.

__ADS_1


"Kau selalu menyebalkan bro.... " Umpat Dev dengan wajah yang memerah menahan marah.


"Kenapa kau mengurus hidupku hah? "


"Karena kau adikku, darah andersen ada ditubuhmu dan itu juga darahku." Jawab Earl penuh penekanan.


Queen melihat filenya lalu memberikannya kepada Nick. Nick membacanya sambil. menaikan alisnya sebelah.


"Son listen... seharusnya kau tanya Dev dahulu jangan mengambil tindakan gegabah. Tapi ya sudhalah ini semua sudah terjadi, mommy ingin kalian selalu akur karena kalian hanya berdua. Kalian harapan kami berdua. Sekarang Earl kau ke masuk kantor seperti biasa. Dev karena jadwal wisudamu sudah ditetapkan jadi lau yang haruse menghandle perusahaan QGC.Mom dan daddy akan ke makam grand mom Rianti, juga grand dad Pram sudah lama kami tidak kesana. Jadi bisakah kalian bertanggung jawab? "


"Maksudnya mommy akan ke London?" Tanya Dev.


"Yess... "


"Aku akan sangat merindukan mommy... " Ucap Dev manja lalu mendekati Queen menyurukan kepalanya ke leher Queen.


"Hey dewasalah jangan seperti anak kecil." Ucap Earl datar.


"Ah kau ini robot tak punya hati, emangnya salah memeluk mommy sendiri?"


"Sudahlah..." Nick semakin pusing melihat putranya yang selalu saja ribut.


"Sore ini kami berangkat ke London, kalian harus akur. Saat kami pulang semuanya harus berjalan dengan baik. Sekarang pergilah, nanti kalian terlambat. Walau perusahaan itu milik kalian, namun kalian harus tetap disiplin, ingat itu. " Ucap Nick penuh penekanan.


Earl juga Dev segera keluar menuju rutinitas mereka sehari-hari. Sementara Queen dan Nick mempersiapkan keberangkatan mereka ke London untuk berkunjung ke makan Rianti juga Pramuji. Rianti sudah meninggal 5 tahun yang lalu karena sakit jantung sedangkan Pramuji meninggal karena struk saat perjalanan bisnis 2 tahun lalu di London.


*****


...Bersambung......


...Mohon terus mendukung karya aku ya guys......

__ADS_1


...Jangan lupa mampir di novel ku yang baru Fifty Days. Mohon dukungannya ya semua....



__ADS_2