
Pramuji berada di dalam pesawat jet milik Robert, mereka baru saja landing di Jakarta, Anak buah Robert menurunkan Pramuji sambil terus menodongkan senjata api dari balik jasnya sambil berjalan turun keluar pesawat. Pramuji berhenti sejenak lalu di tepiskannya tangan anak buah Robert sontak saja membuat tangan anak buah Rober menarik pelatuk siap menembak.
"Hey boy calm down, tak usah takut. Aku tidak akan lari bahkan kalian sudah mengambil pistol ku jadi aku hanya tangan kosong sekarang. Calm down. Aku akan. ikut kalian tanpa todongan senjata, tenanglah. Ini Jakarta kalian memilih tempat yang salah. Orang-orang ku banyak disini, aku ada saham di lapangan udara ini jadi jika kalian tidak bersikap biasa maka akan menimbulkan kecurigaan. Kalian bisa tamat, ini negaraku."
Pramuji merapikan jasnya yang sudah dua hari ini tidak diganti. Salah seorang pengawal itu yang sepertinya adalah pimipinan merekapun lalu maju mendekati Pramuji.
"Baiklah, kami akan bersikap biasa tapi ingat janjimu ok. "
"Aku bahkan lebih ingin menemui bos kalian lebih dari keinginan bos kalian, tapi aku ingin pakian yang baru, lihatlah apa iya seorang Pramuji berpakaian lusuh begini." Pramuji melihat keadaan stelan jasnya yang baginya sudah lusuh.
"Hmm.. wait, aku akan menelepon bosku."
Pengawal itu menelepon seseorang, berbicara sedikit kata lalu memutuskan sambungan selulernya.
"Baiklah kau masuklah ke kamar bos ku, disana ada setelan kemeja dan jasnya kau bisa memakainya."
"Oh bagus kalau begitu, ku harap ukurannya pas dengan tubuhku."
__ADS_1
Pramuji masuk ke kamar yang dimakasud sambil tersenyum tipis.
"Hmm... Pakaian ini lumayan bagus, ukurannya pun pas. " Gumam Pramuji yang melihat dirinya dari tampilan cermin.
"Ayo segera turun, kau sudah mendapatkan apa yang kau mau."
Salah satu pengawal itu membentak Pramuji kasar. Pramuji hanya diam lalu berjalan dengan elegan menuruni anak tangga keluar pesawat. Dia menghirup udara seakan sudah sangat lama baru tiba kembali ke kota tercintanya ini.
Mereka sudah keluar dari bandara, masuk ke dalam mobil yang sejak tadi menunggu mereka. Pramuji duduk dengan sangat tenang tanpa takut sedikitpun, memasang wajah coolnya yang sudah pasti membuat para wanita jatuh hati π. Walau usia tidak muda lagi tapi wajahnya masih kelihatan muda, tinggi, bentuk tubuh ideal, kaya raya, pintar, baik, penyayang serta tidak sombong. π.
Pramuji : "Kau ini thor, bisa saja. "
Pramuji : "Oleh-oleh apaan lah ini aku sedang di sandera π΄
Author : "πππ"
******
Akhirnya mereka sampai di sebuah apartemen mewah yang sudah pasti sangat dikenal oleh Pramuji. Sepertinya yang penjahat ini benar-benar buta tentang Jakarta." Batin Pramuji.
__ADS_1
Sambil tersenyum tipis, Pramuji membuka pembicaraan.
"Apakah bos kalian berada disini? "
"Jangan banyak tanya, ikuti kami." Mereka membawa Pramuji masuk tanpa ada todongan senjata.
Pramuji sudah di dalam apartemen, lalu keluar sosok pria bule yang tak kalah tinggi dari Pramuji, wajahnya yang tampan serta bentuk tubub ideal. Pria itu berjalan ke arah Pramuji.
"Selamat datang tuan Pramuji yang terhormat, maaf penyambutannya hanya sederhana. Aku harap perjalananmu menyenangkan."
"Kau Robert, sudah ku duga." Dengan wajah datarnya Pramuji kini berhadapan dengan Robert yang memang dicarinya selama ini.
"Aku yakin kau bisa melawab anak buahku di jalan kalau kau mau, tapi karena kau ingin bertemu denganku, kau mengikuti permainannya." Robert menatap Pramuji dengan tatapan yang sinis, penuh dendam.
****
...Terimakasih guys atas dukungannya...
...Love you so much ππ...
__ADS_1