
Ziddan berdiri dan mempersilahkan bosnya duduk.
"Boss, nyonya bos silahkan duduk."
"Mau apa lagi hm... " Nick merasa sangat terganggu dan menekuk wajahnya.
"Aku kembali ke kamar duluan ya sayang.aku lelah. "
"Baiklah sayang, aku segera menyusul ok."
Nick menciup pucuk kepala istrinya, lalu membiarkannya berlalu ke kamar.
"Hmm... ada apa? bukankah urusan hama-hama itu sudah selesai? " Tanay Nick kesal.
"Yup bos, tapi aku membawa kabar penting. "
"Kenapa gak nelpon aja sih? "
"Huh aku sudah nelp berpuluh kali tapi tak diangkat. "
"Baiklah ku harap ini benar kabar penting kalo tidak kopi panasmu itu akan berpindah ke wajahmu. " Ucap Nick kesal lalu duduk di depan Ziddan.
"Kau tau bos, pemimpin mafia kelas kakap Black Gold si Albert? "
__ADS_1
"Hm... ya lalu? aku gak ada urusan denganku jadi itu tak penting dibicarakan."
"Ck.. bos bisa gak sih dengerin dulu kok terus motong aja!!!" Kesal Ziddan.
"Hmm ok."
"Nah dia itu sekarang ada di Jakarta menurut informan ku dia diundang oleh Viona."
"What? Ada urusan apa mereka berdua? "
"Nah itu dia, selama ini kita tak ada masalah dengannya, jadi kita gk pernag cari tahu akan hal itu tapi karena kita memata-matai Viona belakangan ini jadi informan ku tak sengaja mengetahui imi semua. Dan kau tau knapa? "
"Jelaskan saja aku mendengarkan. " Nick semakin kepo. π
"Hmmm...." Nich hanya berdehem tanpa ekspresi.
"Dan mereka menyangka yang menangkap dan menggagalkan setiap aksinya itu tuan Pramuji, Albert tak mau berurusan dengannya tapi karena sejak dulu dia menjalin hubungan kerjasama dengan Viona maka Albert mau tak mau harus membantunya dan sepertinya dia mencintainya. "
"hm... manusia aneh. "
"Lalu menurur informan ku, karena mereka tidak mampu untuk melanjutkan ini namun tetap harus dilanjutkan maka Albert berencana meminta pertolongan Algadra Blue hhahahahhqa. " Ziddan tertawa lepas sampe orang-orang disekitar area lobby memandang ke arahnya. Nick hanya tersenyum puas.
"Nah bos, apa perintahmu... katakanlah."
__ADS_1
"ikuti saja alurnya, si othor yang lebih tau π."
Mereka sedang begitu serius namun di seberang sana di balik dinding lobby ada seseorang yang sejak tadi menguping pembicaraan mereka. Queen masih disana karena kepo dengan dua orang itu. Kini Queen semakin bingung. Karena setahunya Albert pernah menjadi teman unclenya Pramuji, banyak yang dipikirkannya lalu Queen segera pergi menuju kamarnya. Namun Nick adalah Algadra, dia juga mengetahui Queen yang masih belum masuk kamar.
"Kenapa bos? kenapa senyum-senyum melihat ke arah sana? " Sambil melihat kebalik dinding dan Ziddan melihat kesana namun tidak ada apapun karena Queen sudah pergi ke kamarnya. "
"Ah sudah lah, itu tadi sang ratu mafia menguping pembicaraan kita, aku tau dia akan seperti itu jadi aku tak masalah lambat laun di akan tau jati diriku. "
"Oh..... " Tak tau harus menjawab apa.
"Biarkan seperti ini, kita ikuti saja alurnya, jangan bertindak gegabah. Albert itu tidaklah sebodoh Viona dia pasti mencoba mencari tau tentang Algadra, kau pastikan keamanan dataku, lebih ditingkatkan lagi musuh ini licik dan licin. Dia pasti sudah menyusun siasat kotor untuk memuluskan tujuannya. Aku ke kamar dulu. "
Ziddan tersenyum tipis melihat bos nya berlalu menuju kamarnya.
"Dasar bucin." Gerutnya sambil berlalu menuju luar hotel.
******
...Nyempatkan update walau sibuk ngurus acara pelatihan masak-masak kue π...
...Mohon dukungannya...
...Happy Weekend....
__ADS_1
...Luv you alot ππ...