Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
BAB 84 Memeriksa Kandungan


__ADS_3

Nick sedang berbicara lewat telepon dengan Dr.Hans .


"Hallo Hans, bisa aku datang ke RS mu malam ini? aku mau konsul juga memeriksa kehamilan isteriku.


"Yess Nick, Malam ini aku tidak di RS tapi aku di klinik, datanglah aku akan menunggu kalian.


"Terimakasih Hans."


*****


Queen dan Nick sudah sampai di klinik Hans. Tanpa basa basi Nick nyelonong masuk, di dalam ruangan tampak Hans duduk di kursi kerjanya memangku seorang gadis sedang berciuman begitu hot hingga suara ciuman itu memenuhi ruangan. Nick pun berdehem.


"Ehem.... " Hans yang tertangkap basah jadi salah tingkah, lalu menyuruh gadis itu yang tak lain adalah perawatnya untuk keluar.


"Kau ini kebiasaan.... asal masuk aja. Apa tak bisa ketuk pintu dulu hah?." Kesal Hans.


"Apa yang mau periksa kandungan kamu ya? mana Queen? " Tanya Hans sambil senyum.


" Dasar dokter mesum, Untung saja dia nunggu diluar kalau tidak matanya akan tercemar." Jawab Nick asal.


"Setidaknya dia lebih beretika dari pada suaminya." Timpal Hans


"Hey jangan memuji isteri orang." Sergah Nick.


"Sudah panggil isterimu, jangan buang waktuku." Hans semakin kesal.


Nick memanggil Queen untuk masuk ke ruangan Hans


"Selamat malam Dokter Hans, apa kabar." Sapa Queen ramah, lalu menyalaminya.


"Selamat malam ratu, aku baik seperti yang kau lihat." Hans tersenyum manis menyalami Queen erat, lumayan lama, Hans memegang tangan Queen. Dia ingin menggoda Nick. Sambil terus menatap wajah Queen yang cantik itu.


"Anda begitu cantik malam ini Mrs. " Ucap Hans lagi, sontak saja membuat Nick berang lalu melepaskan jabatan tangan mereka.


"Sudah-sudah kau ini merayu isteri orang pula sekarang." Sergah Nick kasar. Queen yang tahu Hans hanya menggoda Nick pun malah ikut membela Hans.


"Sayang, kami hanya bersalaman hmm... dokter Hans ini juga temanmu masa iya merayuku-?, dia hanya memuji aku seharusnya kamu senang." Ucap Queen senyum.


"Modus iya... "Jawab Nick semakin kesal, melihat hal itu Hans hanya bisa terkekeh geli.


"Ada keluhan apa Mrs.Andersen.?" tanya Hans ramah.

__ADS_1


"Bisakah aku terbang dalam kondisi seperti ini dokter? Ibunya Nick sakit. Besok kami berencana akan pulang ke Jakarta.


"Apa? mommy sakit? sakit apa Nick? kau tak cerita." Hans bertanya cemas.


"Iya mommy sakit, tadi sore aisten ku menelpon juga uncle Queen. Aku juga belum tau pasti tapi tadi chat terakhir mommy masuk ICU. Aku tak mungkin ninggalin Queen disini walaupun ada auntynya."


"Oh baiklah, mari kita periksa. Mrs. Andersen silahkan naik ke bed." Hans memanggil perawat wanita tadi untuk membantunya, karena temannya ini pasti tak akan membiarkan dia menyentuh isterinya.


"Hey jangan pegang-pegang." Sergah Nick saat Hans hendak memulai untuk memeriksa detak jantung Queen dengan stateskop.


"Oh my God, aku mau memeriksanya Nick. Aku ini dokter lagi pula aku tidak menyentuhnya tapi stateskop ku ini, dasar posesif amat sih lu." Nick melanjutkan pemeriksaan. Lalu memegang nadi Queen dan lagi-lagi disambut omelan Nick.


"Apa tak bisa perawat itu yang pegang hmm..?" Tanya Nick menunjuk gadis yang bersama Hans tadi.


"Nick kau bisa tenang gak sih, aku lagi konsen, aku dokternya disini mana bisa perawat yang memeriksa ini. Kalau aku salah diagnosa bagaimana? hmm... "


Hans semakin kesal.


Pemeriksaan pun berlanjut dengan dibantu perawat. Nick kali ini menurut, dia diam menyaksikan pemeriksaan Queen.


"Nah coba kalian lihat layar monitor itu." Hans menujuk ke layar. Nick menatap layar monitor sambil memegang tangan Queen.


"Lihat, itu bayi kalian. Bentuknya masih sangat kecil, masih sebesar biji. Usia kandungan masih sangat muda. Perjalanan jauh lebih dari 5 jam akan sangat beresiko.


Dokter Hans memberikan penjelasan kepada pasangan suami isteri itu.


"Silahkan turun Mrs. sudah selesai." Ucap hans lembut.


Perawat membersihkan perut Queen dari sisa gel, lalu merapikan bajunya. Saat akan membantunya turun, langsung dicegah oleh Nick.


"Biar aku saja miss." Nick menggendong isterinya, dengan hati-hati mendudukinya di kursi di depan meja Hans.


"Kondisi isteri dan bayimu sehat, semua baik-baik saja. Tapi tetap beresiko. Jika terpaksa harus pergi juga maka banyak yang harus dipersiapkan." Hans menjelaskan kembali.


"Cukupi kebutuhan cairan tubuh selama perjalanan untuk mencegah dehidrasi.Gerakkan anggota badan setiap 30 menit untuk mencegah pembekuan darah, terlebih jika penerbangan berlangsung hingga lebih dari 5 jam.


Gunakan kaos kaki panjang atau stocking untuk mencegah pembengkakan kaki.


Pasang sabuk pengaman di bagian bawah perut untuk berjaga-jaga bila suatu saat terjadi guncangan di dalam pesawat."


"Setelah melakukan semua itu apa isteriku akan baik-baik saja?" Tanya Nick cemas.

__ADS_1


"Aku rasa isterimu ini sangat kuat juga bayinya, yang aku takutkan sekarang malah dirimu Nick, apa kau masih muntah-muntah? " Hans tersenyum.


"Iya sekali-kali masih." Jawab Nick.


"Hmm... baiklah aku akan memberi obat untuk mu juga isterimu." Hans menulis resep obat lalu menyerahkannya ke Nick.


"Kau bisa mengambilnya di depan."


"Baiklah, terima kasih Hans." Jawab Nick tulus.


"Jangan lupa transfer. " Langsung ditatap sinis oleh Nick. "Dasar gila duit lu." Ucap Nick kesal. melihat sahabatnya yang satu ini yang doyan ngoleksi duit.


"Hahaha duit itu segalanya darling." Jawab Hans sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Nick.


"Jika segalanya, aku belum melihat isterimu sampai saat ini." Nick memberi skak mat buat Hans. Hans langsung terdiam.


"Kalo itu emang aku nya yang belum mau, aku masih menunggu bidadari ku turun dari langit. Sementara waktu aku akan tetap menjaga keperjakaan ku ini tentunya."


"Apaan menjaga, tadi barusan aku lihat apa coba? "


"Hahaha aku hanya main atas sob, tak akan lebih dari itu, aku tahu batasan. " Hans menjawab dengan begitu semangat.


"Tapi kau harus berubah sob, kalau mau dapat jodoh yang baik." Nasehat Nck tulus.


"Hmm... kau ada benarnya juga... ." Hans mengiyakan ucapan Nick.


"So berubahlah sob, jangan jadi dokter mesum terus. hahha... nah sudah aku transfer, lihat ponselmu."


Hans mengambil ponselnya dan melihat notifikasi di layar dengan angka fantastis. Hans mencium ponselnya.


"Wah milyarder muda ini.... haha sering-sering kemari ya Nick.. semoga hartamu semkin berlimpah ruah sehingga bisa terus mentransfer aku haha."


Nick membiarkan sahabatnya itu yang sedang bahagia dengan nominal yang di transfernya barusan. Nick membawa Queen keluar ruangan Hans tanpa ekspresi.


****


...Bersambung......


...Terimakasih selalu mendukung karya ku ya guys.......


...Salam hangat dari kejauhan buat kalian semua...

__ADS_1


...Love you all 😍🙏...


__ADS_2