Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
S-2 Eps 145 Kaburnya Para Musuh


__ADS_3

Keesokan paginya Queen beserta anak buahnya sudah selesai dengan sarapan mereka yang terbilang sangat dini dan berencana melanjutkan pencarian disekitar pulau kecil itu. Kini mereka sudah di depan meja resepsionis hendak mengembalikan kunci kamar dan membayar sewanya.


"Selamat pagi nona, saya mau check out please bill nya nona". Ucap Queen seraya menyerahkan kunci kamar mereka kepada resepsionis itu.


"Selamat pagi nyonya, apakah ini tidak terlalu pagi?


"Tidak, kami ingin segera kembali ke rumah". Jawab Queen dengan senyum manisnya.


"Baiklah ini bill nya nyonya". Resepsionis itu menyerahkan bill kepada Queen lalu


Queen menerima bill dan menyerahkan beberapa lembar uang kepada resepsionis itu yang selalu tersenyum ramah.


"Terimakasih nyonya, ini terimalah saya rasa ini akan membantu anda nyonya". Sang resepaionis menyerahkan amplop coklat ukuran folio kepada Queen, Queen yang heran lalu menerima amplop itu namun saat hendak dibuka resepsionis itu mencegahnya.


"Bukalah nanti di dalam mobil nyonya, jangan di sini".


"Hmm... baiklah terimakasih".


Queen dan kelima anak buahnya keluar losmen lalu masuk ke dalam mobil, saat sudah berada di dalam mobil Queen membuka amplop yang diberikan oleh resepsionis tadi. Alangkah terkejutnya Queen di dalam amplop itu terdapat foto-foto wanita miaterius dan para anak buahnya lengkap dengan data dirinya bahkan disana ada foto wanita muda yang yang menolongnya kabur.


"Aku sama sekali tak mengenal mereka, siapa mereka ini dan mau apa denganku? " Tanya Queen dalam hatinya.


"Nyonya apakah kita pergi ke alamat yang tertera disana? " Tanya salah satu anak buahnya.


"Ya, kita ke sana, gunakan map. Ku harap dia masih disana". Jawab Queen datar tanpa ekspresi, dan mobilpun melaju kencang dipagi hari yang masih gelap itu. Jalanan masih sangat sepi, disepanjang jalan yang mereka lintasi hanya ada beberapa kendaraan yang melintas sehingga memudahkan bagi mereka melaju dengan kecepatan tinggi menyusuri jalan dengan arahan dari gps. Hingga akhirnya mereka berhenti di satu titik seseuai arahan map. Ada sebuah rumah minimalis bercat putih dengan lampu teras yang tidak menyala. Mereka berhenti sejauh 300 meter dari rumah putih tersebut.


"Nyonya biar kami yang kesana terlebih dahulu". Ucap salah satu anak buahnya yang diangguki oleh Queen.


"Kau tunggulah di mobil". Titah Queen.

__ADS_1


"Baik nyonya". Jawab anak buahnya yang memegang kemudi.


Kemudian mereka semua turun dan berjalan mengendap-endap ke arah rumah yang mereka curigai, namun setelah sampai di samping kanan rumah itu, alangkah terkejutnya Queen disana ada beberapa orang yang sedang mengendap-endap juha dan sexara refleks Queen menyergap salah satunya dengan gerakan samgat cepat namun saat anak bhahnya menyenter ke wajah orang yang diserang Queen. Queen pun menghentikan aksinya karena pria yang disergapnya adalah anak sulungnya Earl bersama 3 anak buahnya. Dengan suara yang berbisik Queen menyapa sang anak dengan setengah berbisik.


"Earl mengapa kau kemari?"


"Sorry mom, aku diperintah daddy".


"Sudahlah nanti kita lanjutkan, kau ke arah sana biar mommy dari arah depan".


"Baik mom". Earl bergerak maju bersama tiga anak buahnya ke arah belakang rumah, sementara Queen ke arah depan bersama ke-4 anak buahnya. Earl dan Queen bersamaan masuk perlahan dan semua clear tidak tampak apapun di ruang tengah dan belakang hingga mereka masuk ke dalam kamar dan mereka menemukan seorang ibu tua bersama aeorang anak kecil yang sedang tidur terlelap lalu terjaga saat ada keributan karena kehadiran mereka semua. Anak buah Earl menarik ibu tua itu yang kaget melihat orang-orang di dalam rumahnya.


"Si si... siapa kalian? mau apa ke rumahku? " Tanya ibu tua dengan suara yang parau khas bangun tidur.


Anak buah Queen menunjukan selembar kertas foto seorang wanita ke arah ibu tia itu dan bertanya kepadanya.


"Dimana wanita ini? jawab! ". Bentak anak buah Queen.


"Jawablah, kami tidak akan menyakitimu". Bentaknya lagi. Anak kecil yang tadinya tidur sekarang terbangun.


"Nenek... nenek.... " . Dia memeluk neneknya yamg sedang bersimpuh di lantai di bawah kaki anak buah Queen yang bertanya tadi. Queen maju perlahan menarik anak kecil itu.


"Anak manis kemari sama aunty". Pandangan semua orangpun teralihkan semua menatap anak kecil yang menangis, kemudian tiba-tiba wanita paruh baya itu yang entah dari mana dapatnya senjata api, menembak anak kecil itu kemudian dirinya sendiri sembari tertawa puas.


"Hahahahha kalian tidak akan mendapatkan informasi apapun dari ku hahaha". Perlahan tertawanya melemah dan diapun terkulai di lantai, sementara anak kecil yang di pegang Queen tadi juga sudah terkapar di lantai.


"Shiit...." Queen menyesali dirinya.


"Sudahlah mom, mereka pasti sudah kabur". Earl mencoba menghibur

__ADS_1


"Iya nyonya setidaknya kita sudah memiliki data mengenai mereka semua nyonya". Sang anak buahpun mencoba menguatkan Queen yang sangat emosi.


"Apa maksudmu?" Tanya Earl.


"Sudahlah son, mari kita pulang momy akan jelasin semuanya di perjalanan. Kau naik apa kemari? " Queen angkat bicara.


"Helly om Ziddan mom". Jawab Earl.


"Good, kalian berlima kembali ke dermaga lalu pulangkan mobilnya itu bayar dengan jumlah 2X lipat. Aku akan pulang bersama putraku". Titah Queen


"Baik nyonya". Jawab anak buahnya serempak yang kemudian pergi meninggalkan mereka, sementara anak buah yang lain membereskan mayat kedua orang itu lalu setelahnya mereka semuanya masuk ke mobil yang diparkir sedikit ke dalam hutan di pinggir rumah itu, sehingga tidak kelihatan oleh siapapun di jalanan termasuk Queen dan anak buahnya saat tiba di sana. Mobilpun melaju dengan kecepatan tinggi membelah jalanan hingha akhirnya tak butuh waktu lama mereka sudah tiba di lokasi hellikopter yang dinaiki oleh Earl. Mereka semua naik ke dalam hellikopter menyisakan supir mobil yang dari awal mereka sewa sekaligus mobilnya. Anak buah Earl memberikan seikat uang kertas kepada sang supir lalu menyusul naik ke dalam hellikopter dan hellikopterpun mulai terbang meninggalkan pulau itu menuju makam Abigail.


"Mom apa yang sebenarnya terjadi saat di penginapan? Tanya Earl serius.


"Resepsionis itu memberikan informasi keberadaan musuh kita tanpa mommy minta, lengkap dengan datanya". Jawab Queen singkat.


"And how about you son? bagaimana bisa kau tahu alamatnya disana?" Queen balik bertanya.


"Entahlah, ada pesan masuk yang mengirimkan sinyal gps ke arah rumah itu lalu kita bertemu di sana". Jawab Earl masih bingung.


"sudahlah son, istirahatlah sejenak nanti kita bahas saat bersama daddymu dan om Ziddan".


"Ok mom, I'm so tired ". Jawab Earl lalu mencoba merilekskan pikirannya dan memejamkan matanya.


...Flash Back Off...


***


...Bersambung...

__ADS_1


...Mohon dukungannya ya guys...


...Terimakasih πŸ˜πŸ™...


__ADS_2