
Queen menuruni anak tangga setelah bersih-bersih, mengenakan gaun santai warna soft pink pilihan Rianti, walau gaun santai itu keliatan seperti biasa saja namun itu adalah keluaran terbaru edisi terbatas dari merek terkenal di Paris. Queen berjalan sangat anggun, dibawah sana sudah menunggu kekasih pujaan hati, Nick menggandeng tangan Queen ke arah meja makan yang sudah ditungngu Rianti sejak tadi.
"Wah Queen sayang kau begitu manis." Rianti memeluk Queen hangat lalu mempersilahkan dia duduk disebelah Nick
"Hey son, mengapa memakai pakaian seperti itu hmm... "
"Apa yang salah mom? " Nick memegang kaus nya, melihat sekeliling tubuhnya.
"Kau begitu biasa son, lihatlah disampingmu itu seorang ratu... " .
"Ah mommy apapun yg aku kenakan ratu ini selalu memantaskannya untuk ku karena dia sangat mencintaiku, ya kan sayang?" Nick memegang tangan Queen memohon pembelaan. Tapi Queen hanya tertawa kecil melihat dua orang yang saling menggoda.
"Tidak apa aunty.... its also good."
"Yess.... hehe its my Queen mom."
Nick tertawa mengejek Rianti.. lalu Riantipun tertawa....
__ADS_1
Suasana di ruang makan begitu sangat hangat penuh kebahagiaan.
"Lalu kapan rencana kalian melangsungkan pernikahan? " Queen yang sedang makan pun jadi terbatuk, Nick mengambilkan minum untuk Queen.
"Hati-hati sayang.... mommy hanya bertanya. " Nick terkekeh geli karena sudah tahu Queen pasti terkejut dengan pertanyaan mommy nya. Sang mommy hanya senyum-senyum melihat mereka berdua.
"Aku menyerahkan sepenuhnya sama Queen mom, biar dia yang memutuskan. "
"Ah... aku ingin memberitahu dulu sama uncle karena aku belum memberitahukan tentang semua ini jadi aku.... "
Ucapannya terputus lalu disambung oleh sesorang dengan suara baritonnya yang memenuhi ruang makan itu.
"Uncle ...." Queen tampak terkejjut.
"Yah sayang, mommy mengundang uncle mu ini untuk makan malam bersama dengan kita, mari silahkan makan tuan Pramuji." Rianti mempersilahkan Pramuji untuk makan bersama.
Queen tersenyum dan melanjutkan makannya, semua makan dengan tenang tak ada lagi pembicaraan hanya dentingan sendok yang sesekali terdengar
__ADS_1
******
Di lain tempat di dalam sebuah kamar di sebuah apartemen mewah, tampak seorang pemuda yang sedang galau karena seharian ini mengikuti Queen serta berakhir pada kekecewaan. Lucky Wijaya yang menaruh hati pada Queen harus menelan kekecewaan karena gadis pujaan hatinya akan menikah dengan seorang pria yang sangat dia benci. Nicholas Andersen adalah rival bisnisnya tapi sekarang juga menjadi rival urusan cinta. Luck hanya ingin kebahagiaan Queen tapi hatinya ingin memiliki Queen sepenuhnya. Luck menenggak minuman beralkohol langsung dari botolnya. Luck begitu frustasinya hingga tak sadar menenggak botol ke tiga hingga akhirnya suara handphone nya berdering dengan setengah sadar Luck menerima panggilan itu.
"Hallo... ada apa kau menelpon ku malam-malam begini? "
"Hey ada apa denganmu? kamu mabuk hah? " Suara wanita dari seberang sana yang tak lain adalah viona.
"Bukan urusanmu, kalo tak ada yang penting jangan menelpon ku. "
Luck memutuskan sambungan telp itu.
"Hallo... hallo Luck... shiiiiit.... ada apa dengannya...??" Viona merasa kesal, bertanya-tanya ada apa dengan Luck. Viona memutuskan untuk ke apartemen Luck, Viona berpikir jika dia disana pasti bisa membantu Luck karena dia gak ingin Luck kenapa-kenapa.
********
...Segini dulu update nya guys......
__ADS_1
...Jumat Berkah untuk kita semua...
...Luv You.... πππ...