Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
BAB 91 Kembalinya Raja Dan Ratu Mafia


__ADS_3

Ziddan sudah di ruangan Rianti duduk disamping bed sambil berbicara manja dengan ibu nya.


"Mom istirahatlah, aku mau menjemput Nick dan isterinya." Ucap Ziddan sambil mengelus tangan Rianti lembut.


"Apa mereka sudah sampai?"


"Yess mom, baru saja dia memberi pesan.Mommy gak apa kan sama uncle Pramuji disini juga si Alex yang kaku itu?" Sambil melirik ke arah Alex, langsung direspon Alex dengan tatapam tajam.


"Pergilah Ziddan, aku akan bersama besan ku ini." Sambil berjalan ke arah Rianti.


"Sepertinya kalian berdua cocok, mengapa tak menikah saja sih mom." Ucap. Ziddan asal sontak saja mendapat pukulan dari Rianti juga Pramuji dibahu Ziddan.


"Cie cie... mukulnya kompakan ni yee... "


Sambil berlari keluar ruangan.


"Dasar kau anak gak ada akhlak." Umpat Rianti kesal barengan dengan Pramuji yang membuat mereka berdua salting abis.


Sementara Alex menatap mereka berdua dengan menaikan alisnya sebelah sambil menggaruk tengkuknya.


"Tuan saya keluar sebentar, jika anda memerlukan saya, anda bisa menelpon saya. Saya mau memeriksa anak buah kita yang berada diluar." Alex bangkit dari duduknya sepertinya ingin memberkkan waktu buat sepasang orang tua itu. Tanpa sadar Alex terkekeh geli.


"Hey kau bisa tertawa juga ya? apa yang kau tertawakan hm... " Ucap Pramuji dengan tatapan tajam ke arah Alex. Wajah Alex langsung berubah datar, dengan langkah cepat dia keluar ruangan.


****


Ziddan sampai di bandara, masuk ke lobby namun belum sempat masuk terlalu jauh dia sudah disambut dengan pukulan dari arah samping kanannya. Karena Ziddan adalah seorang ahli bela diri yang jam terbangnya sudah sangat tinggi, maka dia akan selalu dalam kondisi siap siaga dimanapun berada bahkan saat sedang tidur sekalipun. Dengan gerakan cepat Ziddan menghindar dari pukulan tersebut, saat akan memukul balik netranya menangkap wajah tampan seorang pria yang dirindukan nya selama ini. Siapa lagi kalo bukan sang Big Boss.


"Ah dasar bos resek." Umpat Ziddan.


"Hahaha kau selalu waspada, aku tak salah memilihmu jadi tangan kananku." Tertawa lepas memuji sang asisten.


"Tapi aku yang salah milih lu jadi bos gua.' Gerutu Ziddan.

__ADS_1


"Hey seharusnya kan aku yang marah, kok jadi kau yang marah hmm... " Kesal Nick memukul bahu Ziddan.


"Hehehe... iya juga ya." Ziddan memeluk tubuh Nick erat. "Oh shiit... aku merindukanmu Nick." Ucap Ziddan.


"Aku tidak..? " Jawab Nick datar. Ziddan langsung melepaskan pelukannya.


"Dasar kau... Ah aku lupa ada kakak ipar disini. Ziddan menghampiri Queen yang sejak tadi melihat dua orang yang sebenarnya saling menyayangi itu ribut seperti kucing dan tikus.


"Hallo kk ipar, apa kabar." Baru hendak menyalami Queen tangan Nick sudah menepis tangannya lalu menarik Queen dalam dekapannya.


"Tak usah pake acara salam-salaman.' Sergah Nick posesive


"Ye ilah posesive amat sih lu Nick, gua ini brother mu." Ucap Nick kesal lalu melirik seorang pria muda yang tersenyum sejak tadi. " Ah kau ikut juga rupanya." Rey hanya senyum tanpa bicara sedikitpun.


"Bagaimana kabar mommy? " Tanya Nick cemas.


"Mommy sudah lebih baik sekarang, malah sudah bisa melempar aku pake remote tv segala... " Cerita Ziddan kesal.


"Hahaha... seharusnya bukan remote tapi sekalian aja tv nya. Lantas masalah 3 sekawan itu bagaimana? " Tanya Nick lagi dengan wajah yang mulai datar.


"Maksudmu? mereka masih hidup? uff... menyebalkan, seharusnya jadikan mereka makanan buaya ku." Kesal Nick.


"Maunya gitu tapi uncle... "


" Sayang, Kamu punya buaya?" Tanya Queen tiba-tiba.


"Eh iya hehe... dua ekor buaya putih."


"Sadis....aku tak suka... " Queen sedikit cemberut.


"Sayang sebenarnya itu punya Ziddan eeh aku hanya meminjam ya kan Zid?" Sambil mengerlingkan matanya.


"Kenapa bos matamu... apa kemasukan debu ya? heheh. "

__ADS_1


"Dasar kau.... " Nick semakin kesal.


"Ah sayang nanti aku kasih ke Ziddan ok Ayo senyum dong." Nick membujuk isterinya yang mulai tersenyum.


"Nah gitu dong, mari sayang kita masuk ke mobil." Ajak Nick mengabaikan Ziddan yang mengomel tak jelas. Queen hanya tersenyum lalu mengikuti sang suami sambil terus di dekap Nick erat.


Saat Rey akan naik ke jok belakang, tangan Ziddan menarik kerah bajunya erat.


"Eeeh... enak aja lu dibelakang, duduk di depan. Emang nya gua supir lu apa.?" Ziddan semakin kesal karena ulah Rey


"Oh maaf hehe... " Rey buruan duduk di depan disamping Ziddan yang memegang kemudi.


Ziddan melajukan mobil perlahan keluar dari parkiran lalu masuk ke jalan raya bersatu dengan para pengemudi lainnya.


Melihat Ziddan yang selalu memperhatikan handphonenya sambil senyum-senyum sendiri dari belakang Nick langsung menepuk bahunya. Sontak membuat Ziddan kaget.


"Owalah bos bos... jantungku cuma satu belum punya cadangan. Tega amat sih. "


"Kamu sedang apa senyum-senyum gitu uda seperti orang gila tau gak?"


"is suka-suka gua lah." Ucap Ziddan acuh tak acuh.


"Kalua kau gak mau nyetir kau bisa keluar biar Rey yang gantikan, jangan membahayakan kami." Tegur Nick dengan penuh penekanan.


"Iya bos, sorry sorry hanya buka chat doang, lagian kita uda mau sampe juga tu RS nya ada di depan."


****


...Happy Weekend...


...Terimakasih sudah mendukung karya aku...


...Terimakasih untuk komentarnya yang baik...

__ADS_1


...sehingga membuat aku semangat menulis...


...Love you alot. πŸ˜πŸ™...


__ADS_2