
Queen berdiri menatap foto di dinding kamar mereka, foto pernikahan yang terpajang dengan ukuran cukup besar. Matanya menatap tanpa berkedip, mengingat semua kenangan yang pernah terjadi di dalam hidupnya. Hilangnya kebahagiaan sejak kecil tanpa orang tua yang menjadikan dirinya keras juga egois. Kebencian serta dendam hidup didalam hatinya, mengabaikan cinta yang tulus dari orang-orang disekelilingnya. Namun cinta datang menghampiri hidupnya yang berakhir dengan pernikahan. Begitu banyak peristiwa yang dihadapinya suka maupun duka terbalut menjadi satu, hingga saat ini kedua putranya sudah tumbuh dewasa.
Queen menitikan air mata kebahagiaan karena dari penderitaan hidup yang dia alami akhirnya kebahagiaan bisa menghampirinya. Queen hanyut dalam pikirannya sampai-sampai dia tidak menyadari Nick sudah berada disampingnya lalu memeluk tubuhnya dari samping sambil menatap foto pernikahan mereka.
"Jangan menangis honey, bahagialah karena kau layak bahagia."
Queen yang sedikit terkejut lalu tersenyum membalas pelukan sang suami tercinta.
"Biarkan air mata ini honey, ini air mata kebahagiaan, aku bahagia untukmu juga kedua putra kita."
Mereka berdua menatap foto di dinding dengan pikiran masing-masing, namun tiba-tiba suara dering ponsel membuyarkan lamunan mereka berdua.
"Siapa yang menelepon honey?". Tanya Queen lembut.
"Siapa lagi kalau bukan putra es mu itu". Jawab Nick mengernyit.
"Oh come honey its also your son, dia mewarisi sifatmu yang sempurna bukan aku". Ucap Queen menyangkal.
"Sebentar aku speakerkan biar kau tahu apa maunya putramu ini". Jawab Nick sambil tersenyum.
Mereka duduk disofa sambil menerima panggilan masuk dari si sulung Arthur Earl Durrant Andersen.
"Hi son, apa ada masalah disana? " Tanya Nick membuka pembicaraan.
"Haruskah ada masalah saat seorang anak menelepon daddynya?" Ucap Earl dengan nada yang datar.
__ADS_1
"Wah foto copy daddy mu". Queen menimpali pembicaraan mereka Nick menaikan alisnya sebelah.
"Oh aku lupa kalian sedang bersama, maaf mom." Ucap Earl penuh penyesalan.
"Sudahlah son, apa yang ingin kau sampaikan hingga kau menelepon daddy". Tanya Nick lagi.
"No dad, cuma ingin memastikan daddy dan mommy di rumah, tunggulah kami akan pulang sekarang".
Earl memutuskan sambungan teleponya sepihak.
"What? anak ini.... " Nick begitu kesal dibuat Earl sementara Queen terkekeh geli.
"Foto copy mu dady... " Ucap Queen.
"Mommy... kau seharusnya memihak daddy bukan malah meledek". Ucap Nick.
"Come on honey, kita tunggu kepulangan mereka biarkan si Rey menunggumu disana, aku tidak ingin mengecewakan anak-anak kita". Queen memeluk Nick yang sedikit cemberut.
"What? tua? siapa? umurku baru 47 tahun di usia ini kaum pria dibilang matang bukan tua, aku bahkan masih sanggup satu ronde sampe 2-3jam.. " Ucap Nick asal lalu mulai ******* bibir ranum Queen, Queen sampe gelagapan diserang tiba-tiba tanpa persiapan.
"Mom dad.... kalian selalu seperti ini jika sedang berdua". Ucap Earl yamg tiba-tiba sudah hadir diantara mereka, juga si bungsu Dev.
"Itu artinya orang tua kalian sangat romantis, bahagialah kalian karena orang tua kalian sudah setua ini masih romantis". Jawab Nick dengan senyum tipisnya.
"Apa yang kau pegang itu? " Tanya Queen yang melihat Dev membawa kue tart kecil bertuliskan Happy Anniversary Mom Dad ke 21 tahun.
"Happy Anniversary mommy daddy.." Ucap Earl dan Dev serentak.
"Oh manisnya anak-anak mommy, bahkan kami berdua melupakannya." Jawab Queen yang benar-benar lupa akan hari bersejarah bagi dirinya juga Nick.
__ADS_1
"Daddy juga lupa, terimakasih son".
"Tiup lilinnya mom dad, make a wish". Ucap Earl juga Dev.
Queen meniup lilin berbarengan dengan Nick, lalu memotong kue tart itu dan menyulanginya ke anak-anak mereka.
"Terimakasih sayang, terimakasih." Mereka saling berpelukan penuh kehangatan. Rey yang baru saja tiba yang aka membawa bosnya ke bandara melihat pemandangan didepannya terpaku diam seribu bahasa. Tak terasa air mata menetes dari matanya, betapa dia mengetahui kisah hidup boss nya yang penuh dengan halangan juga rintangan, rasa sakit hingga hari ini semua terbayar dengan kebahagiaan. Rey sangat bahagia untuk boss nya.
Dendam hanya akan membawa kepada kesedihan serta penderitaan, jauh dari kebahagiaan. Namun saat kau mengikhlaskannya lalu berusaha untuk sabar maka cinta pasti akan hadir disana dan pasti kebahagiaan akan menjadi bagian dari hidupmu.
Seperti Queen, seorang Ceo arrogant yang penuh dendam tidak pernah sekalipun mendapatkan ketenangan hidup namun saat dia melepaskan dendam maka banyak cinta hadir di dalam hidupnya.
Kesedihan yang dirasakannya kini berganti dengan kebahagiaan. Apalagi yang harus dimintanya dari Tuhan? semua sudah ada padanya. Harta melimpah, Suami yang selalu menomor satukan dirinya, dua orang anak yang hebat yang menjadi sandaran hidupnya. Semua sudah dia dapatkan, dan semua berakhir dengan indah.
End.
****
Terimakasih para riders tercinta, terimakasih atas dukungannya selama ini.
Tanpa kalian novel ini tidak akan ada apa-apanya. Terimakasih banyak. π
Akan ada Ceo Queen Arrogant Season 2
Dimana akan mengisahkan kisah kehidupan anak-anak Queen, juga anaknya Ziddan yang terlibat banyak konflik. Masih dengan nuansa mafia juga romansa modern yang diselingi dengan tragedi yang menyayat hati.
...Mohon dukungannya ya guys....
...dalam sayang dari kejauhan.......
...ππ...
__ADS_1
...Ditunggu ya.......