
Dokter keluar dari ruang UGD memberitahukan bahwa Abigail dalam kondisi sangat kritis karena kehilangan banyak darah akibat luka tembak diperutnya, dan akan segera di operasi. RS membutuhkan tanda tangan persetujuan untuk operasi tersebut.
"Tuan silahkan ikuti saya, anda harus menandatangani berkas persetujuan operasi". Ucap seorang suster kepada Ziddan yang mencoba untuk kuat lalu mengikuti suster tersebut
Merekapun sampai di ruang admin, suster itu memberikab beberapa lembar kertas kepada Ziddan, lalu setelah membaca isinya Ziddan menandatanganinya.
"Terimakasih tuan, nyonya Abigail sudah disiapkan menuju ruang operasi di lantai 3, tuan bisa menunggu diruang tunggu di labtai 3". Ucap suster itu ramah.
"Terimakasih suster". Jawab Ziddan yang masih keliahatan begitu depresi.
Ziddan kembali kepada keluarganya yang sedang diruang tunggu UGD. Nick menghampirinya.
"Bagaimana Abigail?" Tanya Nick cemas.
"Harapan sangat tipis tapi dokter berupaya sebisa mungkin, Abigail sudah dibawa ke ruang operasi untuk melakukan operasi, entahlah Nick aku tak dapat memikirkan apapun saat ini".
"Kalau begitu mari kita menunggu disana". Ucap Nick yang lalu merangkul Ziddan penuh kasih karena hanya Ziddan saudara yang dia punya satu-satunya begitu juga sebaliknya Ziddan hanya memiliki Nick sebagai saudaranya satu-satunya. Sementara Queen memberikan ruang kepada mereka berdua karena saat ini Queen memahami situasi yang sedang dihadapi Ziddan. Namun tiba-tiba Earl datang bersama dua anak buahnya dan berlari kecil ke arah Queen yang sudah berjalan bersama Nick menuju lantai 3 sesuai arahan suster.
"Mommy wait... " Panggil Earl yang membuat Queen meoleh ke belakang berbeda dengan Nick yang tidak mendengar panggilan tersebut karena Nick sudah berjalan jauh di depan bersama Ziddan. Queen lalu menghentikan langkahnya.
"Yes son, apa yang terjadi? " Tanya Queen.
"Mom, informan kita menginformasikan bahwa para bajingan itu sekarang menuju pelabuhan, sepertinya mereka akan pergi dengan kapal pesiar miliknya". Jawab Earl dengan yakin.
"Kau yakin? " Tanya Queen lagi.
"Mom... informan dari algadra tak akan salah". Jawab Earl.
"Baiklah kalau begitu, kau disni saja bersama daddy dan mommy akan mengejar mereka".
"No mom, biarkan aku bersamamu". Dengan sedikit memaksa.
"Son listen, wanita brengsek ini punya dendam pribadi dengan mommy dan mommy harus mengetahuinya siapa dia ini sebenarnya karena wajahnya tidak mommy kenali sama sekali juga daddy".
"Tapi mom, aku tidak akan membiarkan mommy pergi, aku..... ". Earl tidak dapat melanjutkan ucapnannya karena mulutnya ditutup dengan saputangan oleh anak buahnya sendiri atas perintah dari Queen.
"Maaf son, mommy harus pergi sendiri". Ucap Queen lirih.
"Kau bawa tuan mu itu ke tepi, dudukan disana dan tunggulah. Saat dia sadar halangi jangan sampai mengikutiku". Titah Queen.
__ADS_1
"Siap nyonya". Jawab anak buahnya.
Queen lalu pergi bersama anak buahnya yang lain untuk bergabung dengan anggota lainnya di luar RS.
****
"Kalian berlima ikut denganku, yang lain tinggalah di sini awasi RS ini". Titah Queen datar.
"Nyonya maaf biar kan kami semua ikut dengan anda, untuk berjaga di RS ini kami bisa mengerahkan anggota yang lain, kami tidak ingin disalahkan oleh tuan Algadra nyonya". Jawab salah seorang anak buah Algadra Blue.
"Kau meremehkan aku, bahkan aku bisa pergi seorang diri ke sana". Jawab Queen dengan sorot mata tajam bak elang.
"Kami tidak berani nyonya, hanya saja... ".
"Cukup, laksanakan perintahku". Sergah Queen.
Akhirnya semuanya terdiam, lalu menjalankan seperti apa yang diperintahkan oleh bos nya.
Queen masuk ke dalam mobil van, lalu memakai jas panjangnya, menyarungkan senjata api ke dalam saku dalam jasnya
"Mana pedangku? " Tanya Queen.
Queen mengambil pedangnya lalu memasang sabuk pedang dipinggng dan menutup dengan jasnya.
Mobil terus melaju kencang hingga sampai di pelabuhan yang padat orang lalu lalang.
"Kalian menyebarlah, jangan sampai menarik perhatian orang, kita bertemu di titik sasaran kita". Queen keluar mobil lalu berjalan ke arah kapal pesiar yang menurut informan musuhnya ada disana.
Akhirnya mereka sudah bertemu di titik sasaran mereka, namun kapal pesiar yang mereka maksud baru saja pergi meninggalkan pelabuhan.
"Nyonya apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya salah satu anak buah Queen.
'Aku akan menyewa kapal cepat itu, kita akan kejar mereka". Jawab Queen yang langsung menemui seseorang yang sedang berada di atas kapalnya dan melakukan negosiasi untuk menyewa kapal cepat tersebut.
Setelah berhasil melakukan negosiasi akhirnya Queen beserta anak buahnya naik ke atas kapal, Queen memerintahkan nahkoda kapal untuk menjalankan kapal dengan cepat.
****
Sementara di RS Nick baru menyadari bahwa Queen tidak bersamanya. Baru saja Nick akan bangkit dari duduknya tiba-tiba Earl datang bersama 5 orang anak buahnya dengan wajah penuh amarah. Nick bangkit lalu menghampiri Earl. Sementara Ziddan yang kini sudah mulai bisa tenang menatap ke arah Earl dengan perasaan penuh tanda tanya.
__ADS_1
"Ada apa Earl? ". Tanya Nick datar lalu melihat ke arah 5 anak buahnya yang tertunduk tak beranai menatap sang bos.
"Dad, mommy.... ". Ucap Earl dengan nada pelan sembari melihat anak buah Nick yang diam seribu bahasa.
Earl yang paham dengan apa yang diutarakan Earl lalu menghampiri ke 5 anak buahnya itu.
"Katakan padaku apa yang terjadi? " Dengan penuh penekanan Nick kini berhadapan dengan salah satu anak buahnya yang sepertinya adalah ketua dari 4 orang yang lain.
"Nyonya Queen memaksa pergi mengejar para musuh tuan".
"Oh my God, bahkan dia tidak meminta ijinku, lalu mengapa kau tidak bersama mommy Earl? " Tanya Nick kepada Earl dengan penuh kecemasan. Namun anak buahnya yang rnenjawab pertanyaan Nick dengan terbata-bata.
"Maafkan kami tuan, nyonya menyuruh kami membius tuan muda, agar nyonya Queen bisa pergi leluasa".
"Shiit! dasar kalian bodoh, seharusnya kalian mencegah nya". Umpat Nick kasar lalu Ziddan bangkit dari duduknya.
"Nick, sudahlah... kau tau kan sifat isterimu itu? apa kau lupa siapa dia? Dia ratu mafia".
"Zid... tapi.... ".
"Earl pergilah menyusul mommy mu, kalian semua ikut bersama tuan muda ini dan ingat patuhi segala perintahnya". Titah Ziddan yang kini sudah bisa menerima keadaan.
"Siap bos". Jawab anak buahnya serempak. Earl lalu pergi dengan persiapan yang cukup meninggalkan Nick juga Ziddan di RS.
****
"Nyonya, apakah kau baik-baik saja? " Tanya anak buah wanita misterius itu saat kapal mereka sudah berlabuh.
"Aku baik-baik saja, aku hanya lelah".
Mereka turun dari kapan lalu masuk ke dalam sebuah mobil yang sudah menunggu kehadiran mereka sejak tadi, mobil yang dikendarai oleh seorang wanita muda.
"Mom, apakah kau baik-baik saja?" Tanya gadis muda itu sambil mengemudi.
***
...Bersambung...
...Mohon dukungannya ya guys...
__ADS_1
...Thank you so much...