
Ziddan : "Selamat malam dokter Abigail?"
Abigail : "Selamat malam tuan Ziddan."
Ziddan : " Kok tuan sih? namaku Ziddan.
Abigail : "hmm..... --- baiklah Ziddan π."
Ziddan : "Terimakasih π dokter. "
Abigail : "Abigail saja, tidak usah formil."
Ziddan : "Panggil my love boleh tidak π."
Abigail : "Hmmm... "
Ziddan : "Baiklah my love... "
Abigail : " Kamu suka memaksa ya?"
Ziddan : "Bukan memaksa tapi bagiku, kau adalah cintaku."
Abigail : "Kok bisa? Bahkan kita belum saling kenal."
Ziddan : " Kalau begitu kita kenalan dulu, besok hari minggu di taman XX jam 9 pagi ok my love, good night. Dream of me. ππ see you tomorrow."
Ziddan mematikan handphonenya, sambil terus tersenyum.
(Oooh babang Ziddan sedang kasmaran rupanya. π.)
****
Sementara itu, di Apartemen Abigail.
"What? ini orang....
Abigail bicara sendiri sambil membaca pesan chat dari Ziddan.
"Aku bahkan belum bilang iya, tapi aku kok merasakan sesuatu yang aneh di dalam hatiku ya? " batin Abigail.
"Ah tidak mana mungkin... tapi.... "
Abigail merasakan jantungnya berdetak tidak beraraturan saat membayangkan Ziddan.
Dag... dig.... dug....
****
Pagi harinya Nick sudah tiba bersama Rey di RS, sedangkan Queen diantar Nick ke mansionnya bersama Pramuji, Nick ingin Queen mendapat quality time disana. Nick heran melihat Ziddan sudah rapi.
"Selamat pagi mom. Apa mommy sudah baikan?" Nick memeluk Rianti penuh sayang.
"Sepertinya mommy mau pulang tapi kata perawat harus menunggu dokter dulu sebentar lagi." Ucap Rianti yang sudah bosan di RS.
"Hey Zid, kau sudah rapi apa mau ke kantor?"
__ADS_1
"Is mana ada kantor buka hari minggu, yang benar saja masak iya aku harus kerja terus."
"Jadi lu mau kemana? " Tanya Nick lagi. Belum sempat Ziddan menjawab pintu ruangan diketuk dari luar.
"Permisi tuan, maaf dokter mau melakukan pemeriksaan terhadap pasien." Ucap seorang perawat ramah, di belakang nya ada dokter Abigail yang juga tersenyum ramah.
"Selamat pagi semuanya, Nyonya apa kabar pagi ini? " Abigail langsung menuju bed Rianti.
"Saya mau pulang bu dokter, saya sudah sehat." Jawab Rianti dengan wajah yang berseri-seri.
"Selamat pagi dokter cantik." Ziddan menghampiri Abigail disamping Rianti memandangnya tak berkedip, Abigail menjadi sedikit salting. Nick hanya memperhatikan gerak gerik Ziddan dan dokter itu.
"Dokter bagaimana ibu saya? bisakah pulang hari ini? " Nick bertanya dengan sopan.
"Anda..?" Tanya Abigail yang baru melihat Nick pagi ini.
"Oh maaf, saya anaknya." Ucap Nick datar tanpa ekspresi.
"Dan tuan Ziddan ini... " Tanya Abigail lagi.
"Oh orang aneh ini, dia adik saya. Saya harap dia tidak menyusahkan anda." Jawab Nick penuh penekanan dengan sorot mata tajam ke arah Ziddan. Ziddan hanya tersenyum melihat tatapan Nick.
"Ah tentu tidak, Abigail terkekeh geli mendengar Nick menyebut Ziddan orang aneh.
"Ibu anda sudah sudah dalam keadaan stabil tuan tapi tetap harus menjaga kesehatan, hasil lab sudah saya berikan ke adik anda. Jika mau pulang pagi ini sudah boleh nanti akan saya berikan resep obat untuk pulang, namun nyonya harus tetap kontrol ke RS sesuai jadwal yang akan saya berikan nanti."
"Oh baiklah terimakasih dokter. " Ucap Nick datar.
"Baiklah saya permisi dulu." Dokter Abigail ijin pamit mau keluar namun dicegah oleh Nick.
"Orang aneh ini sepertinya terkena deman dan hanya dokter yang bisa menyembuhkannya."
"What?"
"Tuan Ziddan sakit?" Abigail bertanya heran karena sepertinya Ziddan baik-baik saja.
"Iya bu dokter, sejak kemaren malam dia senyum-senyum sendiri menatap layar handphonenya, sepertinya otaknya bergeser, hanya dokter yang bisa mengobatinya." Nick semakin memperjelas kalimatnya. Abigail super duper salting dibuat Nick.
"Ah sudahlah, gak usah di dengerin. Maaf ya bu dokter." Ziddan mengerlingkan matanya ke Abigail.
Blush...
Pipi Abigail semakin merona.
"Maaf saya permisi." Abigail keluar ruangan menahan malu.
"Jangan lupa bu dokter obati orang aneh ini." Teriak Nick sambil terkekeh geli.
"Kau ini, buat Abigail malu aja. Kasihan tahu... " Ziddan keluar ruangan mengejar dokter Abigail yang sangat malu. Rianti hanya bisa tersenyum melihat kedua anaknya.
*****
Semua orang sudah dimobil, Rianti heran tidak melihat Ziddan.
"Nick kemana Ziddan, coba kau telp."
__ADS_1
"Tak usah mom, dia tadi ijin bawa mobilku makanya kita naik mobil uncle ini, pasti dia bersama dokter Abigail sekarang." Ucap Nick datar.
"Kau ini, ya sudah mari kita pulang ke mansion, mom merindukan rumah rasanya sudah lama sejak kau ke London mom gk pernah lagi ke mansion." Keluh Rianti dengan wajah sedih.
"Mom waktu itu situasinya berbeda, sekarang aku sudah disini kita semua akan tinggal di mansion." Ucap Nick bersemangat.
"Bersama Queen juga? "
"Iya mom, Queen saat ini sudah membawa barang-barangnya pindah ke mansion dibantu uncle, kita semua akan tinggal bersama."
"Wah senangnya pasti rame sekali apalagi nanti ada cucu-cucu mommy, mommy tidak kesepian lagi. Tapi Ziddan juga kan? "Tanya Rianti ragu?
"Is mom, dia itu orang aneh mana betah dia tinggal bersama kita, lagi pula dia punya apartemen sendiri jadi biar dia memutuskan mau kemana?"
"Maksud mom, kalau Ziddan menikah nanti dia juga harus tinggal bersama kita di mansion, rumah kita kan luas, kamar juga banyak apalagi Ziddan kam ada kamarnya disana. Mom ingin kita semua bersama karena dia anak mom juga."
"Iya mom iya nanti aku akan paksa orang aneh itu tinggal bersama kita di mansion."
Ucap Nick pasrah, sebenarnya bukan dia tak mau mengajak Ziddan tapi Ziddan emang bar bar tidak bisa diatur kalau dalam hal kehidupan pribadinya. Tapi kalau berhubungan dengan urusan pekerjaan, perusahaan, dan kelompok Algadra tidak perlu diragukan lagi, Ziddan selaluau diatur Nick karena Nick bos nya.
Mobil mulai berjalan perlahan keluar dari parkiran RS menuju jalan raya bersatu dengan para pengandara lainnya.
****
Ziddan berlari mengejar Abigail.
"Dokter please tunggu. "
"Ziddan, kamu kenapa? " Tanya Abigail heran, Abigail baru selesai visit ke ruangan pasien dan bermaksud hendak ke ruangannya untuk mengambil tas yang sengaja ditinggal di sana.
"Sudah jam 9." Ucap. Ziddan sambil mengatur napasnya.
"Aku ambil tas dulu ok." Ucap Abigail yang sudah mulai mengikuti kata hatinya. Ziddan mendengar Abigail berkata seperti itu hatinya sangat berbunga-bunga. Tanpa. sadar karena senangnya Ziddan berteriak.
"YESS..!!! "
"Kamu kenapa? ini RS. " Abigail tersenyum.
"Oh ya maaf, maaf aku hanya begitu senang." Ziddan menunggu Abigail mengambil tasnya.
Tak lama Abigail keluar membawa tasnya tanpa jubah dokternya. Penampilan sederhana yang sudah pasti Ziddan semakin gila.
Ziddan membukakan pintu mobilnya.
"Silahkan masuk dokter cintaku." Ucap Ziddan penuh cinta. Abigail tertawa kecil melihat tingkah Ziddan.
*****
...Bersambung...
...Terimakasih atas dukungannya...
...Terimakasih untuk komentarnya yang positif, sehingga membuat saya semangat untuk nulis....
Love you all ππ
__ADS_1