Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
BAB 78 Dendam Robert


__ADS_3

"Hey kalian, ikat dia, aku tak mau dia banyak bergerak." Anak buah Robert mendudukan Pramuji di kursi lalu mengikat tangan dan kakinya.


"Hah, rupanya kau takut padaku hingga harus mengikat ku? haha." Pramuji tertawa lepas.


"Diam kau, brengs*k. Aku masih berbaik hati hanya mengikatmu. Jika aku mau bisa saja kau langsung ku tembak."


"Silahkan, kau bebas melakukan apapun aku hanya heran padamu apa masalahmu denganku? sepertinya aku tak punya masalah denganmu."


"Haha yah.! Aku tak punya dendam pribadi padamu, tapi kaulah orang yang selalu ada untuk Jade, dan itulah kesalahanmu. Kau begitu sombongnya memerintahku sesuka hatimu, itu juga kesalahanmu padaku. Kau tahu hah..! Sahabatmu itu Si Jade telah mengambil sesuatu berharga milikku. Dia menikahi kekasihku bahkan membawanya pergi ke London meninggalkan ku, juga anakku yg ada di dalam kandungannya. Dan semua ini aku ceritakan pada Jade hingga jantungnya berhenti berdetak. Ya akulah penyebab kematian Jade.!"


"Apa yang kau bicarakan?" Bentak Pramuji yang terkejut mendengar ucapan Robert.


"Diamlah, jangan membentakku! Robert begitu marah lalu memegang dagu Pramuji kasar lalu pipi Pramuji ditamparnya dengan keras. Pramuji hanya terkekeh geli.


"Kau sungguh pengecut." Sergah Pramuji.


"Hahaha... kau benar, aku pengecut hingga untuk membalaskan dendamku pada Jade aku harus rela bekerja dengan kalian sebagai pelayan rendahan selama 8 tahun.Kekayaan yang kalian dapat itu atas kerja keras ku hah...!" Robert berdiri di depan Pramuji dengan begitu sombongnya.


"Kau suruh aku menyerahkan semua aset Jade pada keluarganya, aku hanya diam saja saat itu, sebenarnya aku sudah tahu keberadaannya saat kau meninggalkanku, Tapi aku punya rencana sendiri untuk itu. Aku mencuci otak anak nya Jade untuk membenci sahabatmu si Dirga, aku tanamkan bahwa kematian ayahnya karena Dirga yang iri akan bisnis nya yang sukses. Hingga akhirnya Dirga mati atas suruhan Algadra Junior haha... "

__ADS_1


"Shiit.., aku menyesal mempercayaimu selama ini bajing**n. "


"Ah sudahlah, sekarang mulutmu harus ku lakban, aku akan meeting dengan teman lamamu yang bodoh." Robert menyuruh anak buahnya untuk melakban mulut Pramuji lalu pergi untuk menemui Albert dan Viona di sebuah hotel yang sudah mereka janjikan.


Pramuji sangat shock dengan apa yang baru saja dia dengar dari Robert. Rasanya tak percaya. Orang kepercayaannya ternyata sangat bejat. Pramuji melihat sekeliling ruangan tempat dia ditawan. Di dalam ruangan itu ada dua orang pengawal orang berada di depan pintu. Pramuji tersenyum, mengapa dua orang saja yang menjaga dirinya, apa yang ada dipikiran mereka, apa mereka tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa? Pramuji menggerak-gerakan kedua tangannya yang terikat, menekan sesuatu di jam tangannya, Setelah itu Pramuji memanggil pengawal itu.


"Hmmm.... " Karena mulutnya yang di lakban Pramuji hanya bisa berdehem keras yang membuat dua orang pengawal itu datang menghampirinya.


"Ada apa?


"Uhhhmm... " Pramuji berdehem agar mereka membuka lakban dari mulutnya. Awalnya pengawal itu ragu, namun ketika akan membuka lakban, pintu kamar di dobrak dari luar. Muncul sekelompok orang yang akhirnya meringkus dua pengawal dan ada juga 4 orang pengawal diluar ruangan. Salah satu dari sekelompok orang itu yang sepertinya pemimpin dari sekelompok otang tersebut membuka lakban dari mulut Pramuji lalu melepas ikatannya. Pramuji lalu berdiri dengan gaya khasnya, cool, elegan berkelas. (Dasar om-om sempat-sempatnya bergaya 😁)


"Maaf tuan, kami sedikit telat." Sambil menundukan kepalanya merasa bersalah.


"Ya sudah lah, bereskan semuanya, mengotori apartemen ku saja. Orang-orang bodoh ini bawa ke markas."


"Tapi tuan.. apa tidak sebaiknya kita habisi saja orang-orang ini? "


"Sudahlah Lex, bawa saja ke markas. Aku mau pulang, aku lelah. "

__ADS_1


"Bagaimana dengan Robert tuan? "


"Hmm.. kau bawa mereka semua ke markas. sekap sampai satu malam, nanti aku datang. Oh ya mana handphone yang aku minta. "


Alex sang asisten handal itu menyerahkan sebuah kotak kepada Pramuji.


"Ini tuan, sudah saya isi kartunya anda bisa langsung memakainya. "


"Good boy.."


Pramuji berjalan ke arah pintu apartemen diikuti Alex beserta anak buahnya dari belakang, namun pintu tiba-tiba dibuka dengan kasar.


*****


...Bersambung.......


...Selamat pagi, Selamat beraktifitas πŸ˜€...


...Terimakasih atas dukungannya ya guys...

__ADS_1


...Love you alot πŸ˜πŸ™...


__ADS_2