Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
BAB 68 Plan B


__ADS_3

Pramuji membuka pesan teks di handphonenya, lalu membaca pesan tersebut dengan kecewa. Ziddan yang melihat hal tersebutpun bertanya.


"Ada apa uncle? sepertinya rencanamu gagal? "


" Hmm.. sepertinya aku sendiri yang harus menemuinya."


" What? itu sangat berbahaya tuan. Jika terjadi sesuatu, Nick akan marah padaku. "


"Kerahkan semua anggota kita, laksanankan plan B, saat ini Robert tak akan bisa melakukan apapun, ruang gerak nya terbatas. Ini tempat umum, jika aku menemuinya atau bahkan jika mereka menemuiku lebih dulu, kemungkinan mereka tidak akan melakukan hal-hal yang akan membuat orang curiga."


"Baik tuan aku pergi dulu. Tapi apakah tuan tidak apa-apa disini tanpa aku? " Ziddan merasa tidak yakin untuk meninggal uncle Pramuji.


"Aku akan baik-baik saja, kau tenanglah. Lagi pula ada anak buah ku disini. Pergilah jalankan apa yang aku perintahkan. "


Ziddan dengan berat hati keluar kamar, untuk menjalankan misi mereka yang berikutnya.


Sementara Pramuji merebahkan tubuhnya yang terasa sangat lelah. Lalu handphonenya di nakas berdering, terlihat di layar nama Queen langsung diangkat oleh Pramjji.


"Hai Queen darling, how are you? everything ok there? "


"Yess uncle, kami semua baik bagaimana dengan uncle? aku merasa uncle merahasiakan sesuatu dariku. " Tanya Queen yang seharian ini sangat mengkhawatirkan uncle pramujinya ini, sampai-sanpai Nick harus extra membujuknya untuk tenang lalu menyuruhnya menelepon biar perasaan Queen tenang.


"Bagaimana calon cucuku hnmm? apakah dia baik? "

__ADS_1


"Yah uncle dia baik."


"Kau harus menjaga kesehatamu, jangan pikirkan hal yang aneh-aneh. Uncle akan menyelesaikan semua masalah di sini. Ingat jangan pergi kemanapun tanpa Nick ok.?"


" Baik uncle, Aku menyayangimu uncle. "


"Yes darling, Aku juga menyayangimu. "


Pembicaraan merekapun terputus, Pramuji meletakan handphonenya di nakas kembali, mencoba tidur walau sebenarnya dia tidak bisa tidur, memikirkan yang akan terjadi besok pagi.


Pramuji memprediksi, dirinya akan dalam bahaya kali ini, karena lawannya sangat licik. Yang bisa melakukan apa saja demi mendapatkan apa yang diinginkannya.


Akhirnya Pramuji terlelap dalam tidurnya. Hingga suara alaram handphone di nakas menyadarkannya.


Pramuji keluar kamar mandi, memakai kemeja favoritnya yang baru dibawakan asistennya. Dengan wajah yang cool Pramuji melihat tampilannya di cermin.



"Hmmm.... sepertinya aku sudah keliatan tua." Pramuji berbicara dengan dirinya sendiri sambil memakai dasi. Kali ini warna grey adalah pilihannya.


Handphone berdering, nama Ziddan tertulis dilayar. Pramuji menerima panggilan masuk itu.


"Hallo Ziddan, apakah semua sudah siap?"

__ADS_1


"Ya tuan uncle selamat pagi, semua sudah beres tinggal menunggu perintahmu maka kita akan menangkap Robert saat keluar hotel pagi ini. "


"Apakah semua sudah di posisi? "


"Yess tuan, anggota Algadra Blue sudah di posisi, dan juga anggota anda tuan. Sesuai yang tuan perintahkan. Tapi tuan aku sangat lapar bisakah aku makan dulu? "


"Ah kau ini, kau bisa makan sesukamu saat semua ini sudah selesai. "


Pramuji menutup handphonenya lalu memasukan ke dalam saku celananya.


Sedangkan Ziddan di seberang sana menggerutu.


"Huh... bukannya dipuji malah dilarang makan, ini orang .... kalau saja seumuran aku pasti akan memberikan pelajarannya padanya."


Ziddan menyimpan handphonenya, menekuk wajahnya karena harus tetap stay di dalam mobil seperti yang diperintahkan Pramuji.


***


...Selamat pagi, Bahagia selalu!...


...Mohon terus mendukung karya perdana quh ini ya guys....


...Kove you alot πŸ˜πŸ™πŸ™...

__ADS_1


__ADS_2