Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
S-2 BAB 132 Butuh Istirahat


__ADS_3

Earl merebahkan dirinya di atas ranjang, hatinya saat ini merasa sakit melebihi rasa sakit kepala yang sedang dialaminya karena demam flu. Earl merasa kehadirannya tidak diharapkan oleh Airin. "Apa aku menyukainya? ah mana mungkin wanita culun itu bukan tipe ku". Batin Earl.


Tak lama pintu di ketuk dari luar membuyarkan lamunan Earl.


"Kak Earl, boleh aku masuk?" Dev sudah berada di depan pintu kamar sang kakak yang ternyata tidak dikunci. Dev membuka pintu perlahan.


"Seandainya ku larangpun, kau tetap akan masuk juga". Jawab Earl yang bangkit dari ranjang berjalan menuju kamar mandi.


"Mau kemana kak Earl?" Tanya Dev.


"Tidur". Jawab Earl kesal.


"Hahah galak amat sih". Dev terkekeh mendengar jawaban sang kakak.


Tak berapa lama Earl keluar dari kamar mandi dengan wajah yang basah, lalu mengelap wajahnya dengan handuk kering.


"Mau apa?" Tanya Earl.


"Maira sudah menemukan sinyal GPS hecker itu". Jawab Dev serius.


"Apa itu benar alamatnya? busa jadi itu jebakan". Jawab Earl tak kalah seriusnya dari Dev sambil mengganti pakaiannya dengan stelan jas rapi.


__ADS_1


"Kakak mau kemana? " Tanya Dev yang melihat kakaknya tampil formil.


"Menurut mu? " Earl balik tanya ke Dev.


"Jangan bilang kakak mau ikut dengan kami menyelidiki alamat sinyal. GPS itu".


"Aku harus ikut". Jawab Earl singkat.


"Kakak masih sakit, lihatlah wajah kakak masih terlihat pucat".


Earl hanya diam mendengar ucapan sang adik, Earl mengingat Airin yang juga mengatakan hal yang sama. Kalau Earl mau jujur kepalanya sampai saat ini masih berat bahkan tiba-tiba bisa sangat sakit".


"Kita tidak tahu ini jebakan atau apa, jika nanti ada penyerangan aku akan sangat repot untuk melindungi kakak, itu akan membuat aku sangat cemas". Dev melanjuti ucapannya.


"Tuan muda Esrl ini air jahe, bagus buat tubuh tuan".


"Apa harus bik?" Tanya Earl mengambil gelas itu dari bik Inah.


"Iya tuan, minumlah. Oh ya tuan muda di bawah ada dokter Arya katanya mau memeriksa tuan muda Earl". Ucap bik Inah sambil mengawasi Earl meminum teh jahenya.


"Pasti dia sedang menggoda Maira". Earl mulai menggoda Dev, sementara Dev hanya diam tanpa kata.


Setelah Earl selesai dengan minumannya, Bik Inah segera keluar kamar berbarengan dengan masuknya Arya, orang yang menjadi topik pembicaraan kakak beradik tadi.

__ADS_1


"Selamat pagi Arthur Earl Durrant Andersen, Michael Dev Louis Andersen". Sapa Arya yang dibuat-buat sedikit lebay.


"Tak usah lebay lo Ya... " Jawab Dev ketus.


"Lah? aku menyapa dengan sopan dibilang lebay, nanti asal nyelonong aja dibilang tak ada adab. Kok aku salah terus ya? ". Arya mendekati Earl dengan wajah ditekuk.


"Bagaimana keadaanmu hari ini Earl? " Tanya Arya penuh keseriusan.


"Merebahlah, aku akan memeriksa tekanan darahmu".


Earl menuruti Arya tanpa banyak memberikan bantahan.


"Kepalaku sedikit pusing, sesekali sakit sekali tapi setelah itu hilang". Earl menjelaskan ke Arya apa yang dirasakannya.


"Hmmm..... tekanan darahmu rendah sedikit, 100/80. Kamu butuh istirahat. Liburlah seminggu ini, atau pergilah ke London sekedar refreshing mungkin kau merindukan orang tuamu". Ucap Arya sambil membenahi alat-alat medisnya.


****


...Bersambung...


...Terimakasih atas dukungannya...


...Love you so much πŸ˜πŸ™...

__ADS_1


__ADS_2