Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
BAB 85 Back To Home


__ADS_3

Pesawat jet pribadi Nick sudah siap, Rey dengan sigap menyiapkan segala keperluan bos nya. Barang-Barang yang dibutuhnya sang nyonya sudah masuk ke dalam pesawat.


Queen dan Nick sudah tiba di bandara, Rey


segera mempersilahkan mereka naik ke pesawat.



Ilustrasi Rey Asisten yang berakhlakmya Nick.



Pasangan Fenomenal abad ini


Queen Lyora Hansen & Nicholas Andersen


********


"Honey, aku ingin muntah. "


Queen tiba-tiba merasa mual dan ingin muntah tentu saja membuat Nick cemas


"Biar saya bantu nyonya." Seorang pramugari pribadi Nick menawarkan diri untuk membantu sang nyonya.


"Tidak usah, kau buatkan saja teh untuk isteriku." Nick membantu Queen ke toilet.


Cukup lama Queen di dalam sana, akhirnya mereka kembali ke tempat duduk, Nick membantu memasangkan seat belt untuk Queen seperti arahan dokter.

__ADS_1


"Kamu mau minum sayang? " Tanya Nick sambil terus memegang tangannya.


"Aku tak apa sayang, aku baik-baik saja."


Queen menjawab dengan yakin


"Are sure? pesawat akan segera take off "


"yess beib, yess I'm fine. " Jawab Queen semakin yakin.


Nick lalu duduk dikursinya, memasang seat belt, lalu memberi kode kepada Rey untuk siap terbang. Rey lalu memberitahu pilot untuk segera berangkat melalu radio di pesawat.


Pesawat jet itu mulai bergerak bersiap untuk take off.


*****


Dokter keluar dari ruang ICU menemui Pramuji yang sejak semalam berada di ruang tunggu menunggu hasil pemeriksaan dokter.


"Tuan Pramuji silahkan ikut saya ke ruangan saya." Dengan senyum ramahnya dokter itu menyapa lalu berjalan menuju ruangannya.


"Kondisi nyonya Rianti saat ini sudah lebih baik, untuk sementara ini kami menyimpulkan bahwa ada sesuatu hal yang membuat nyonya shock sehingga tekanan jantungnya tidak setabil. Untuk seorang yang memiliki riwayat penyakit jantung kronis maka hal ini sangat berbahaya." Ucap dokter gamblang.


"Maaf dokter, jantung kronis? tapi dia ini wanita yang sehat, dan jika benar seperti yang dokter katakan, aku yakin anaknya tak tahu akan hal ini. " Pramuji begitu terkejut mendengar penjelasan dokter.


"Oh iya tuan, kami sudah melakukan medical Check up semalam, dan dari hasil test terlihat jelas bahwa pasien mempunyai riwayat jantung kronis."


Pramuji menghela napas, dia begitu pusing belum lagi masalah dengan Robert selesai tambah lagi masalah baru.

__ADS_1


"Kami akan memindahkan pasien ke ruangan, silahkan tuan ke bagian admin untuk mengurus kepindahannya, saya permisi dulu karena ada pasien lain yang harus saya tangani." Dokter itu lalu keluar ruangan bersama Pramuji. Pramuji memanggil Ziddan yang menunggu di luar.


"Boy, aku harus ke markas sekarang, kau ke bagian admin urus kepindahan nyonya Rianti ke ruangan Super VIP, aku ingin yang terbaik untuknya." Pramuji memijit kepalanya yang benar-benar sakit saat ini.


"Apakah tuan baik-baik saja? sepertinya tuan tidak sehat."


"Iya kepalaku sakit, aku takut akan terjadi hal-hal yang lebih parah dari ini saat kepulangan Nick nantinya."


"Ada apa rupanya tuan uncle? " Tanya Ziddan penuh selidik.


Pramuji mencoba menceritakan garis besar kejadian mengenai Robert mantan asistennya, yang kemungkinan adalah ayah kandung Nick.


"Oh may God.... " Ziddan memukul keningnya.


"Apa Robert telah memberitahukan mommy bahwa dia di Jakarta, tuan? apa dia yang menyebabkan mommy jadi seperti ini?"


"Entahlah Ziddan, kepalaku semakin pusing. Aku pergi... "


"Biar aku mengantar mu tuan."


"No boy, urus mommy mu ok. Aku bisa menyetir jangan takut, aku ini Pramuji bukan pria tua biasa haha. " Pramuji tertawa lalu pergi menjauh dari Ziddan.


*****


...Terimakasih atas dukungannya...


...Salam sayang dari kejauhan buat kalian semua...

__ADS_1


...Love you all πŸ˜πŸ™...


__ADS_2