
Queen tertidur setelah banyak memikirkan semua persoalan yang sedang di alaminya. Perasaannya sangat kacau, membuat dirinya semakin lelah hingga terlelap dalam tidur panjang. Pramuji yang sudah di mansion masih setia menunggu Queen bangun dari tidurnya. Pramuji berpikir untuk membawa Queen sementara wakru ke luar negeri, sambil mencari kebenaran berita tentang penyebab kecelakaan orang tua Queen yang juga sahabat baiknya. Dulu Pramuji pernah mendamaikan permusuhan antara ke dua sahabatnya itu namun Algadra Blue daddynya Nick begitu egois sehingga Pramuji selalu memposisikan dirinya ditengah-tengah antara kedua orang yang bersiteru itu. Pramuji memijat kepalaya yang mulai sakit luar dalam lalu mendudukan dirinya di sofa dan melonggarkan dasinya. Pramuji mengambil handphonenya dan menelepon seseorang.
"Hai Alex, apakah semuanya sudah siap? aku mau semuanya siap dalam waktu satu jam lagi. "
"Baik tuan, sesuai perintahmu semua sudah siap, aku akan menyuruh supir menjemput nona muda untuk ke bandara sekarang juga dan membawanya ke London. "
"Baiklah, terimkasih. "
"Tak usah begitu tuan, engkau tuan ku sudah sepantasnya aku melayanimu. "
"hmm.... " Pramuji memutuskan sambungan teleponnya lalu naik ke atas menuju kamar Queen. Pramuji mengetuk pintu kamar Queen dan tak lama pintu dibuka dengan Queen yang menatap kosong Pramuji. Pramuji lalu meriah tubuh Queen, membawanya ke dalam pelukannya, Queen membenamkan wajahnya ke dada Pramuji lalu menangis tersedu. Pramuji mengusap kepala gadis kecilnya yang sudah dianggapnya sebagai anaknya sendiri, dia begitu menyayangi Queen sampai dia rela tak menikah hanya untuk fokus membesarkan Queen. Baginya kebahagiaan Queen adalah hal yang paling utama. Pramuji mencoba menenangkan Queen nya dengan mengusap pundaknya lembut.
"Baby tenanglah, kau gadis kuat juga hebat, kau mampu menghadapi ini semua. Uncle sudah memutuskan untuk membawamu ke London, kau bisa menenagkan diri di sana. Tinggalah dengan unty Florence, lagi pula kau sudah lama tak berkunjung ke mansionmu juga kau bisa mengontrol langsung usaha garmen juga butikmu disana. "
__ADS_1
Pramuji melepaskan pelukannya, lalu memposisikan tubuh Queen untuk duduk di tepi ranjangnya.
"Urusan yang lain biar uncle mengurusnya, tenanglah disana, tinggal dengan baik disana. Uncle janji semua akan baik-baik kembali. "
Queen menghapus air matanya dan memaksakan diri tersenyum.
"Nah seperti ini kau terlihat sangat manis, ini baru gadis kecil uncle."
Queen menepis senyumnya.
"Tapi bagi uncle kau tetaplah gadis kecil uncle." Pramuji tertawa kecil.
"Nah ayo siap-siap sebentar lagi anggota uncle akan menjemput. "
__ADS_1
"Baiklah uncle, sesuai dengan keinginanmu, demi kebaikanku."
Pramuji tersenyum, kemudian keluar dari kamar Queen untuk menemui anggotanya yang akan membawa mereka ke bandara.
"Kalian sudah tiba, aku ingin semuanya berjalan sesuai rencana. "
"Baik Bos. " Dijawab serempak oleh kedua orang yang sejak tadi menunggu bos nya. Queen pun turun dari atas dengan membawa tas kecil kesayangannya, sepertinya dia tidak membawa baju-bajunya karena Queen bisa membeli disana lagi pula pakaiannya disana banyak. Queen tak mau merepotkan dirinya.
"Uncle aku sudah siap, mari berangkat."
Queen berjalan ke arah pintu untuk keluar menuju mobil yang sudah sejak tadi berada di lobby mansion. Queen masuk drngan wajah sendu namun berusaha untuk tersenyum. Pramuji menyusul masuk kemudian. Mobil bergerak perlahan melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan mansion Queen menuju bandara.
*****
__ADS_1
...Maaf guys update telat, banyak sekali aktifitas beberapa hari ini, InsyaAllah akan up lagi ntr sore. π...
...Luv You all ππ...