Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
BAB 59 Mengalah


__ADS_3

Nick terus menciumi tangan Queen yang tidak bicara sepatah katapun hanya isak tangis yang Nick dengar, Tak lama Queen berdiri membuat Nick memundurkan tubuhnya.


"Let me alone please.." Queen masuk ke dalam rumah, menuju kamarnya. Nick hanya memandangnya tak lama florence menghampiri Nick.


"Nick, biarkan dia sendiri, setidaknya kau sudah menceritakan kebenaran ceritanya, aku rasa itu bukanlah suatu kesengajaan melainkan takdir Tuhan yang harus kita terima. Mari masuklah, tinggalah disini jangan menyerah, menangkan hatinya."


Nick bangkit lalu masuk ke dalam rumah mengikuti Florence. Nick sekarang ada di ruang tengah sedang berkenalan dengan Laila dan Helena. Mereka begitu asyik bercerita sehingga tidak menyadari kedatangan Lucky Wijaya rival Nick 😁.


"Hallo Laila,Helena... " Lucky memanggil Laila dari ruang tamu sambil berjalan mencari Laila dan Helena ke arah ruang keluarga karena sudah sering berkunjung Luck memahami situasi rumah. Laila menjerit juga Helena berdiri lalu mengejar Lucky.


"My brother Lucky We are here." Mereka menubruk Lucky sambil menjerit-jerit kesenangan.


"Hai baby, miss me? " Luck belum melihat adanya Nick disana, dia bersikap seperti biasa saat dia berkunjung menemui Queen.


"Aku ada hadiah buat kalian. " Luck memberikan 3 buah coklat import untuk Laila dan Helena karena 3 buah mereka berdua lalu berebut untuk mendapatkan satu bagian lagi.


"Hey ini punya sister Queen." Laila berteriak sambil berusaha meraih dari Helena walau Helena adikan tapi Helena lebih tinggi sehingga Laila sedikit susah meraih coklat yang dilarikan Helena, mereka berlari kejar-kejaran meninggalkan Luck dan Nixk.


Menyadari ada Nick disana Luck terkejut, wajahnya berubah dingin serta kaku sama halnya dengan Nick yang sudah memasang wajah dingin, datar, serta aura kebencian sangat terasa di ruangan keluarga Queen saat ini.


"Ngapain kau disini? " Tegur Luck dengan tatapan sinis.

__ADS_1


"Apa aku tak salah dengar? seharusnya aku yang bertanya padamu, mau apa kau kerumah isteriku? " Nick mematahkan ucapan Luck.


Suasana semakin panas, aura kebencian semakin terasa bagi keduanya. Saat ini mereka berhadapan hanya berjarak 2 meter saja.


"Aku selalu kemari menghibur Queen, karena dia temanku. "


"Oh... tuan, untuk apa menghibur isteri orang? suaminya masih ada.! " Nick menjawab penuh penekanan.


Luck mengepalkan tangannya.


"Suami? orang yang telah membunuh kedua orang tuanya juga hampir mebunuhnya itu kau bilang suami? " Luck menghardik keras.


"Tutup mulutmu tuan, jika kau tidak tahu apa yang terjadi jangan coba-coba bicara ngawur, tarik ucapanmu atau kau akan menyesal telah berjumpa denganku.! "


"Hai kalian jangan seperti anak kecil, apa tidak bisa bicara dengan kepala dingin.? "


"Luck, pulanglah dulu. " Florence menarik tangan Luck untuk menjauh dari Nick.


"Tapi aku ingin bertemu Queen. " Luck memohon kepada Florence.


"Please pulanglah dulu, Queen baik-baik saja, ada Nick suaminya. "

__ADS_1


Dengan langkah berat akhirnya Luck menuruti Florence untuk pulang ke apartemennya.


"Nick duduklah, tenangkan dirimu. "


"Sepertinya dia sering kemari, aku liat anak-anak aunty akrab dengannya. " Nick begitu kecewa.


"Iya Nick, Lucky pemuda baik dia... "


Langsung dipotong oleh Nick.


"Kalau baik kok malah menggoda isteri orang, huh. " Dengan nada tinggi penuh amarah.


"Fokuslah Nick dengan Queen, biarkan si Luck, abaikan saja. karena dia tidak akan mengganggumu, Kau bisa tinggal disini Nick sesuka hatimu ini rumahmu juga, aunty menyiapkan makan malam kita, kau istirahatlah."


Florence pergi ke dapur untuk memasak dibantu para maid.


*******


...Segini dulu ya guys...


...Nanti dilanjut lagi πŸ˜ŠπŸ™...

__ADS_1


...Love you alot πŸ™πŸ˜...


__ADS_2