
"Wah tampannya cucu oma." Rianti menggendong baby Earl, baby Earl masih memejamkan matanya, sangat tenang digendongan sang oma.
Ziddan melihat baby Earl langsung berkomentar.
"Nick bayimu sangat tampan, aku jadi ingin cepat nikah." Sambil melirik Abigail yang sedang berada disamping Queen, tentu saja wajah Abigail menjadi merona merah.
"Bulan depan kalian menikahlah, aku juga ingin kau mempunyai seorang putri jadi anak kita bisa kita jodohkan. " Ucap Nick asal. Sontak mendapat teguran dari Rianti.
"Mana bisa begitu, kaliankan bersaudara apa tidak ada orang lain diluar sana." Kesl Rianti dengan suara pelan karena takut membangunkan jagoan Nick. Ziddan dan Nick hanya tertawa kecil mendengar Rianti yang kesal.
"Siapa namanya Nick? " Tanya Ziddan lagi.
"Queen sudah memberi dua nama saat awal kehamilan, nama prempuan dan nama laki-laki. Karena bayinya laki-laki jadi namanya Arthur Earl Durant Andersen." Menjelaskan dengan senyum bahagia.
"Wah namanya keren sekali, jadi panggilannya baby Earl kan? " Ucap Ziddan lagi.
"Yup.... " Jawab Nick yang kini mengambil baby Earl dari tangan Rianti.
Nick tampak begitu bahagia, apalagi yang harus dimintanya dari Tuhan. Ibu yang sangat menyayanginya, isteri yang mencintainya serta sekarang buah cinta mereka Baby Earl hadir ditengah-tengah kehidupannya.
Hanya senyum yang selalu menghias wajah Nick.
__ADS_1
Walau banyak drama dalam kelahiran baby Earl, Nick tetap bersyukur pada nikmat yang Tuhan berikan kepadanya.
****
Akhirnya Queen sudah pulang ke mansion, Nick selalu betah di rumah berlama-lama dengan baby Earl hingga urusan pekerjaanpun harus diserahkan semuanya ke Ziddan, sudah pasti hal ini membuat Ziddan uring-uringan karena tidak mendapatkan quality timenya.
Seperti saat ini di mansion Nick, semua orang sedang berkumpul di ruang keluarga tampak Nick sedang menggendong baby Earl dan Queen disampingnya. Rianti sedang menonton drakor . Sedangkan Ziddan lagi membujuk Nick untuk masuk ke kantor.
"Bos masuklah ke kantor hari ini, please aku ada janji dengan Abigail, kasihanilah aku. Sudah dua minggu aku menggantikan pekerjaanmu. Masak iya aku tidak dapat liburan sehari doang." Ratap Ziddan memasang wajah sedih.
"Hey sejak kapan kau butuh liburan, bukannya kau suka bekerja." Bentak Nick yang langsung membuat Queen menyubit pipinya.
"Honey sakit tau." Nick memasang wajah cemberut.
"Wah ini nih yang aku suka dari nyonya bos hehe."
Queen langsung menatap nya tajam karena tidak suka dengan panggilan Ziddan.
"Hehe maaf kakak ipar." Ziddan langsung pergi menyambar kunci mobilnya yang ada di meja dengan tertawa lepas.
"Sampai ketemu bos, adios... "
Ziddan kabur saat Nick melemparnya dengan bantal kursi.
__ADS_1
"Dasar orang hutan. " Umpat Nick.
"Honey jadi siapa yang ke perusahaan, hari ini ada meeting lo. " Tanya Nick kesal.
"Ya kamu dong, masak iya aku yang kesana." Queen langsung mengambil baby Earl dari gendongan Nick.
"Aku masih kangen." Dengan wajah kesal.
"Is daddy manja amat sih." Queen menirukan suara anak kecil. Nick langsung memeluk Queen beserta bayinya dengan hangat.
"Ya sudah, aku pergi tapi hanya sehari ini saja besok Ziddan harus masuk, titik." Ucap Nick.
"Rey...!! " Panggil Nick dengan suara keras, langsung Queen menegurnya.
"Daddy.... Earl nanti bangun. " Protes Queen.
Nick hanya cengar cengir tanpa ada kata-kata lagi.
"Mommy aku ke kantor ya, dah... "
Nick pamit ke Rianti. Lalu pamit ke baby Earl dengan mencium pipinya perlahan, juga mencium kening Queen dengan penuh cinta.
****
...Bersambung...
__ADS_1
...Terimakasih atas dukungannya guys...
...Salam sayang dari kejauhan ππ...