
Queen, Pramuji, Nick dan Rianti berkumpul di ruang keluarga di mansion Nick. Mereka terlihat begitu akrab, Pramuji yang biasanya dingin kini sedikit mencair sesekali tersenyum dan tertawa walau agak tertahan tapi setidaknya itu keliatan manis, walau sudah setengah abad namun ketampanannya masih keliatan jelas ditambah saat tersenyum maka semakin keliatan aura ketampanannya hingga mampu memikat kaum hawa disekitarnya. Tak terkecuali Rianti. Rianti terus memandang Pramuji sambil menggoda dua insan yang sedang kasmaran itu.
"Senyum mu sangat manis tuan... " batin Rianti yang sesekali menatap Pramuji.
"So, tuan Pramuji kira-kira kapan kita bisa melanjutkan rencana pernikahan dua insan ini? " Rianti bertanya sambil memberikan senyum manis pada Pramuji.
"Aku menyerahkan pada mereka saja, aku membesarkan Queen seperti anakku sendiri, selanjutnya biar dia yang memutuskannya. "
"Well, Queen...? " Rianti menatap Queen membuat Queen menjadi malu sehingga pipinya merona merah.
"Aku serahkan sama Nick aunty, aku mengikut saja. "
"What? sayang.... aku mau besok kita menikah bagaimana? "
Rianti melempar bantal sofa yang didekatnya ke arah Nick yang tertawa kecil.
"Hey son... kau pikir acara pernikahan itu hanya kalian berdua saja sudah selesai gitu? banyak yang harus dipersiapkan son...... "
Nick terkekeh geli. "Ok mom ok.. bagaimana kalo 3 hari lagi? kita bisa memakai jasa WO semua pasti aman hmm.."
Semua orang setuju terlebih Rianti.
__ADS_1
"Baiklah Queen apakah ikut sama uncle atau calon suamimu ini yang mengantar pulang,? " Pramuji bangkit hendak berpamitan ke Rianti.
"Biar aku yang antar tuan." Nick berdiri menyalami parmuji yang hendak pulang.
"Aku percayakan berlian ku ini padamu, ingatlah jika suatu saat nanti dia meneteskan air mata karenamu maka aku akan melupakan kau adalah putra nyonya Rianti yang cantik ini. " Entah sengaja ingin memuji Rianti secara halus apa emang serius mengancam tapi ucapannya mampu membuat si empunya nama menjadi malu dan pipinya memerah.
"Uncle kenapa tidak to the point saja sih memujinya? " Goda Queen ke Pramuji.
"Hey, urusan kami ini belum selesai tolong jaga sikap ya hmmm."
"Aku hanya memperingati mu untuk berhati-hati kedepannya, kalo soal cantik mommy mu benar cantik kan? apa aku salah? "
"Stop tuan, bukankah tuan sibuk? mari aku antar keluar. " Nick mempersilahkan pramuji keluar, Langsung disambut pukulan oleh Rianti.
"hehe iya mom iya, maaf tuan aku hanya bercanda. "
"Baiklah semuanya terimakasih, maaf aku pergi duluan banyak yang harus aku persiapkan."
Mereka semua mengantar Pramuji keluar, setelah Pramuji berangkat Rianti pergi ke kamarnya untuk menelepon WO meninggalkan Queen bersama Nick di ruang tamu.
"Sayang, aku ingin mengajakmu ke apartemenku, apakah mau ikut atau kita pulang ke mansion mu?"
__ADS_1
"Sepertinya akan. menyenangkan melihat apartemenmu."
"Ok baby, lets go...!! "
Nick menggandeng Queen dengan bahagia tapi langkahnya terhenti.
" Apa kau tidak berganti pakaian sayang? " Queen bertanya dengan bingung.
"Yup baby, why? kita kan di dalam mobil."
"Tapi saat menuju apartemenmu apakah ada ilmu menghilang hmmm.... sehingga tidak terlihat orang-orang disana? "
"Ok baby, mari kita ganti pakaian dulu. Aku juga gak ingin kamu memakai pakain santai seperti ini. Lagi pula mommy membelikan mu selusin gaun yang disimpan di lemari ku. Marilah.. "
*****
...Selamat siang menjelang sore guys....
...Nyuri waktu saat free class π...
...Mkasi atas dukunngannya...
__ADS_1
...Luv you all πππ...