
Aku hanya bisa menatap foto wanita cantik yang terpajang di dinding kamarku. Hampir disetiap dinding kamar ku pajang fotonya. Dia adalah cinta pertamaku, dia adalah mommy ku. Yang pertama mengenalkan cinta dalam hidupku. Entahlah malam ini rasanya aku sangat merindukannya.
Tiba-tiba dering ponselku berbunyi, ku tatap layar tertulis mommy. Dengan gerakan super cepat ku raih ponselku, lalu menerima panggilan dari mommy, panggilan video.
"Hi mom, I miss you".
Kalimat itu yang pertama aku ucapkan karena sungguh saat ini aku sangat merindukannya.
"Oh darling, how are you son?" Mommy mencium ku dari jauh melalui video call.
"Aku tidak begitu baik mom, aku merindukanmu". Ucapku tanpa sadar air mata menitik dipipiku.
"Hey son, mom disini mengapa bersedih? senyumlah sayang".
"Besok mom akan pulang? " Tanyaku yang mulai mencoba menampilkan senyum terbaikku.
"I'm sorry son, daddy sakit lihatlah ini. Kami tidak bisa pulang, mungkin minggu depan". Mommy menunjuk daddy yang sedang berbaring disamping mommy.
"Maafkan daddy nak". Ucap daddy dengan suara lemah.
"Its ok daddy, sembuhlah dad I also miss you, love you".
Daddy mencoba tertawa.
"Jangan mencoba menipu daddy, kau hanya merindukan mommy mu saja hehe". Daddy terkekeh dengan suara paraunya.
__ADS_1
"Maaf daddy aku juga merindukanmu, sembuhlah dad cepat pulang, atau bisakah aku kesana besok? "
"No son, siapa yang mengurus perusahaan mommy jika kau kemari? "
Kini mommy yang merespon.
"Ah kan ada uncle Rey juga uncle Alex". Jawabku sekenanya.
"Mereka sekarang ini sudah mulai tua, sama seperti kami. Jangan menambah beban mereka son". Mommy berusaha mencegahku.
"Baiklah mom as you wish."
"Good boy, tidurlah dengan nyenyak Sweet dream my love good night".
"Good night mom, love you mom dad".
Jawab ku lirih.
Aku meletakan ponsel ku di atas nakas, kemudian merebahkan diriku diatas tempat tidur king size ku ini. Entahlah terkadang aku bingung menjalani hidup selama 5 tahun ini tanpa mommy. Kak Earl bilang aku tidak boleh manja, aku bukannya manja hanya saja masih sangat tergantung dengan mommy itu saja, sepertinya hal itu wajar.
Akhirnya akupun bisa terlelap tidur, hingga tak sadar matahari sudah begitu tinggi lalu seseorang menjerit di dalam kamarku.
"Hey kau bangunlah, mengapa kau tidur seperti orang mati."
Suaranya begitu memekakan telinga, suara sumbang seorang wanita. Wanita? Eh tunggu ini kan dikamarku jadi bagaimana bisa ada seorang wanita disini. Aku langsung membuka mataku. Mencari sumber suara sumbang itu. Dan benar saja ada sosok wanita muda cantik di kamarku, berdiri dengan menyilangkan tangannya di dada menatapku dengan sorot mata tajam dengan wajah seperti orang yang sedang marah.
__ADS_1
"Hey siapa kau? " Tanyaku sambil menutup dadaku yang tak berbaju dengan selimut.
"Bahkan kau tidak mengenalku". Ucapnya dengan wajah cemberut.
"Sudahlah, kau mandilah dan turun ke bawah, kita akan sarapan". Ucapnya lagi yang sudah pasti semakin membuat aku bingung setengah mati.
"Katakan dulu siapa kau ini? dan mengapa masuk ke kamarku? kau ini wanita tidak sopan masuk ke kamar seorang pria lagi pula pintunya aku kunci pakai sandi suaraku bagaimana bisa kau masuk? "
"Hah kebanyakan bertanya, mandi dan turun sarapan. Ok".
Wanita muda itu mendekatiku, refleks aku memundurkan tubuhku menghindarinya, dengan cepat dia mencium pipiku dan pergi menuju pintu hendak keluar lalu sedikit berteriak ke padaku.
"Morning kiss baby".
Apakah dia waras? Batinku, oh shiit bisa gila aku kalau ini nyata, aku masih tidak bisa mengingat siapa wanita muda itu. Ah sudahlah.
Aku memcampakan selimut ku lalu bergegas ke kamar mandi, aku ingin menyegarkan diriku pagi ini ah apa masih pagi? ah entahlah mau pagi siang terserahlah aku berharap wanita itu hanya mimpiku saja.
...Bersambung...
...Mohon dukungannya ya guys...
...Love you so much ππ...
__ADS_1