
Nick turun dari tangga menuju ruang tengah namun dia mendengar Pramuji dan Rianti sedang membicarakan seseorang yang ingin meminta maaf. Nick langsung menimpali pembicaraan mereka.
"Siapa yang ingin minta maaf uncle? " Dengan suara yang datar penuh tanda tanya.
Rianti juga Pramuji terkejut karena tidak menyangka Nick akan turun kembali ke bawah.
"Hm... seseorang dari masa laluku." Jawab Pramuji. Sementara Rianti memberi kode kepada Pramuji untuk tidak melanjuti lagi pembicaraanya.
"Maafkan aku nyonya tapi biarkan Nick mengetahui keberanarannya." Pramuji berusaha untuk tenang.
"Kebenaran apa uncle? mommy? " Nick mendekati Rianti dengan perasaan bingung.
"Son, listen. Ah.... " Maafkan aku, aku belum siap tuan Pramuji."
Rianti bangkit dari duduknya lalu pergi masuk ke kamarnya.
"Mommy wait... " Nick berusaha untuk menyusulnya namun dicegah oleh Pramuji.
"Nick duduklah." Pramuji menepuk sofa disebelahnya.
Nick duduk dengan tidak tenang.
__ADS_1
"Katakan uncle, ada apa sebenarnya? Apa yang kalian rahasiakan? " Tanya Nick ke Pramuji.
"Sebenarnya, Robert ada disini." Jawab Pramuji datar.
"Maksud uncle? Robert mantan asisten uncle dulu dan juga asisten daddy yang memghasutku sejak kecil? orang yang menyebabkan aku membunuh orang tua Queen?"
"Yess. " Jawab Pramuji lagi.
"Oh shiit.... dimana bajing**n itu biar aku habisin dia." Sergah Nick.
"Calm down son, bukan itu rahasianya? uncle ingin mommy mu sendirilah yang harus mengatakannya karena dia yang lebih mengetahuinya. Pergilah temui mommy mu tanyakanlah." Pramuji bangkit lalu meninggalkan Nick yang masih bingung dengan apa yang sedang terjadi.
Nick akhirnya pergi menyusul Rianti ke kamarnya.
"Mom, apakah aku ini anakmu? " Tanya Nick sambil memijit kaki Rianti.
"Hey boy, kau anak mommy, itu sudah pasti."
"Lantas mengapa mom tidak mempercayaiku saat ini? mengapa masih ada rahasia?"
"Son, tidak ada yang mom rahasiakan hanya saja, mom tidak ingin membuatmu kecewa darling." Rianti menatap wajah Nick penuh arti.
__ADS_1
"Mom, aku sudah sangat dewasa untuk mendengar apapun saat ini." Nick memeganga tangan Rianti.
"Mom ceritakanlah, aku berjanji akan menerima semua kebenaran yang akan mom sampaikan." Nick berusaha meyakinkan Rianti.
"Baiklah, dengar son. Dulu mom bekerja di perusahaan Asing bersama Robert. Kami satu tim. Kemanapun bersama hingga kami terlibat cinta lokasi. Kamipun menjadi sepasanga kekasih. Suatu saat Andersen masuk dalam hidup mom. Dia memaksa untuk menikah dengannya. Karena Robert belum siap menikah saat itu maka mom menerima lamaran Andersen lalu kamipun menikah." Rianti menarik napas panjang.Saat menikah mom sedang mengandung usia dua minggu. Karena waktu itu Robert menolak menikah maka ibu tidak memberitahukannya." Rianti mulai meneteskan air mata.
"What mom? jadi maksud mommy aku ini anak haram, anak diluar nikah? Oh God. "
Nick menjambak rambutnya keras.
"Son maafkan mom, wakru itu terjadi begitu saja diluar kemauan mommy, mom masih sangat muda dan buta." Rianti menangis memeluk Nick.
"Kau adalah anak. andersen secara hukum dan itu sah dimata hukum, kau bukan anak haram son." Rianti masih memeluk Nick yang juga menangisi dirinya.
"Sayang, kau adalah anak mommy. Walau dulu pernah berjalan dijalan yang salah tapi kau bukan anak haram, kau anak mommy."
"Kau punya ayah yang sangat menyayangimu, walau dia pergi begitu cepat meninggalkan kita tapi kasih sayangnya masih bisa kita rasakan.Sayang please maafkanlah mommy. "
***
...Bersambung...
__ADS_1
...Terimakasih guys selalu mendukung karya aku ini...
...Love you so much....