Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
BAB 35 Albert Elgar dan Algadra Blue


__ADS_3

"Kau tak tahu apa-apa sama seperti sebelumnya. Dasar wanita bertindak selalu memakai hati bukan otak. "


Albert sangat kesal hingga sejak kedatangannya mukanya selalu ditekuk tapi tak menghilangkan wajah tampannya yang sangat menawan.


"Sejak tadi kau bisanya marah-marah saja, bersikap manis lah, kau akan semakin keliatan tampan."


"Kau tak tahu sedang berhadapan dengan siapa kali ini huh! " Albert melonggarkan dasinya dia merasa geraj saat ini.


"Dulu aku, Pramuji dan Prawira Dirga Hansen, adalah teman baik. Kami membangun usaha bersama-sama. Namun aku mengundurkan diri keluar dari perusahaan itu karena aku ingin membangun bisnis sendiri dengan caraku. Ku anggap saat itu Dirga sangat lambat namun Pramuji selalu setia bersamanya. Walau kami sama-sama di dunia hitam tapi Dirga berbeda. Dia sadis juga kejam hanya pada musuhnya, mau wanita ataupun anak-anak dia tak akan segan jika membunuh diperlukan. Tapi dia tidak pernah mengganggu orang-orang yang tak berurusan dengannya. Sedangkan aku akan merebut setiap apa yang belum menjadi milikku. Karena perbedaan itu aku berpisah dari mereka dan bersaing untuk melebarkan sayap kekuasaaan masing-masing. Dirga meninggal saat liburan bersama keluarganya, isterinyapun meninggal tapi anaknya selamat. Anaknya diasuh oleh Pramuji serta memimpin klan mereka Black Shadow hingga kini anak itu dewasa dan kamu tahu siapa?"


"Queen? " Viona terkejut wajahnya keliatan bingung.


"Yah tepat sekali makanya aku tanya padamu kemaren kamu berhubungan dengan siapa? Algadra atau Black Shadow? namun ternyata lawan kita ini Black Shadow sepertinya aku ragu untuk melanjutkan ini. "


"Apa kau takut hmmm...?

__ADS_1


"Sama sekali tidak, hanya saja aku tak mau mencari masalah dengan mereka. Yang aku khawatirkan malah dirimu saat ini. Pramuji itu tangan kanan Dirga mereka itu dua orang tapi satu jiwa. Sama persis tak ada bedanya. Aku kejam tanpa ampun tapi kalo dia bisa melakukan segalanya. Dia punya andil di perusahaan besar asia juga beberapa negara eropa. Bahkan di Negaramu ini juga banyak sekali bisnisnya yang melibatkan pemerintahan. Jangankan menjatuhkannya menggerakkannya aja sulit. "


Albert menekuk wajahnya kembali lalu memijat keningnya yang tak sakit.


"Adakah jalan lain?"


"Algadra.! "


"Maksudmu? " Tanya Viona bingung.


"Kalo begitu mari kita pikirkan bagaimana cara kita menemukannya dan minta bantuannya."


"Tak semudah itu nona, bahkan jika kau bertemu dengannya sekalipun belum tentu dia mau mebantumu."


Viona dan Albert terdiam dengan pikirannya masing-masing.

__ADS_1


********


Queen dan Nick masih menikmati berjalan-jalannya. Mulai dari makan, minum, meyusuri taman dan sekarang mereka sudah berjalan pulang ke hotel.



Saling bergandengan tangan disepanjang jalan kota. Mereka memilih jalan kaki karena mereka hanya berkeliling sekitar hotel. Queen terlihat begitu bahagia berjalan bersama seorang pria yang selalu mengisi hati dan pikirannya yang sekarang sudah resmi menjadi suaminya, suami yang akan bersama selamanya sampai ajal menjemput. Akhirnya mereka sampai di lobby hotel, disana sudah ada Ziddan yang menanti dengan pandangan coolnya.


*******


...Segini dulu ya up nya...


...Mohon dukungannya ya semuanya...


...Luv you alot πŸ˜πŸ™...

__ADS_1


__ADS_2