Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
S-2 BAB 125 Demam Flu


__ADS_3

Dev masih dikamar Earl yang sedang menemani sang kakak istirahat, bik inah tiba dikamar dengan teh panasnya lalu memberikan kepada Earl.


"Letakan di nakas bik, terimakasih". Ucap Dev sopan.


"Ehm.. bik tolong suruh maid menyiapkan makan malam buat kak Earl, sepertinya dia harus makan bubur... "


Ucapan Dev dipotong oleh Earl dengan cepat.


"No boy, aku tak mau bubur. Bik siapkan roti isi saja". Ucap Earl


"Kak kau harus makan bubur panas biar cepat sehat". Dev berusaha meyakinkan sang kakak. Earlpun hanya bisa diam. Baginya percuma membantah sang adik yang ada hanya akan ada jawaban.


"Ok bik, buat cepat ya dan tolong tunggu dokter Arya sebentar lagi dia akan tiba disini, jika da datang tolong dokter Arya diantar ke kamar ini". Titah Earl ke bik Inah.


"Loh apa tuan muda Earl sakit? " Tanya bik Inah.


"Sepertinya, lihatlah itu". Jawab Dev menunjuk Earl yang rebahan di ranjang sambil bersin-bersin.


"Oh baiklah tuan muda, cepat sembuh ya tuan muda diminum tehnya". Earl hanya berdehem.


"Hmm.... "


Bik Inah kemudian keluar kamar menyuruh para maid menyiapkan bubur ayam buat Earl, lalu ke ruang tengah untuk menunggu dokter Arya seperti perintah majikannya.


Diruang tengah Maira melihat bik Inah sepertinya sedang menunggu seseorang, Maira pun mendekati bik Inah dengan kepo.


"Bik, ngapain sih mondar-mandir? nunggu siapa? "


"Oh ini nona muda, nungguin dokter Arya". Jawab bik Inah.


"Dokter Arya? siapa yang sakit? " Tanya Maira lagi.

__ADS_1


"itu non, tuan Earl".


"Loh tadi baik-baik saja".


"Iya non, pulang tadi tuan muda Earl kehujanan, jadi sakit. Sejak kecil tuan muda tidak bisa kena hujan non, jika kena hujan gerimis aja tuan Earl sudah pusing apalagi ini hujan deras". Jelas bik Inah.


"Oh pantesan Dev cemas saat kak Earl pulang tadi". Batin Maira.


Tak lama orang yang ditunggu tiba seorang pria seumuran Earl dengan tampilan kasual membawa tas ransel menghampiri bik Inah.


"Selamat malam bik Inah, dimana Earl?" Tanyanya sopan sambil melirik ke arah Maira yang sepertinya belum pernah dia jumpai.


"Oh selamat malam juga tuan, tuan musa Earl ada dikamarnya, mari saya antar".


"Tidak usah bik, tapi bik Inah bisa buatkan saya teh panas? hujan seperti ini enaknya minum teh panas, bukan begitu nona..... " Arya menatap Maira berharap mengenalkan dirinya, namun bukannya mengenalkan diri Maira malah pergi meninggalkan Arya.


"ikut aku". Ajak Maira


Maira masuk ke dalam kamar Earl dengan perasaan cemas.


"Dev, kak Earl benaran sakit? "


Yang menjawab malah Earl dengan ekspresi datar.


"Kau bisa lihat tidak? "


"Iya iya masih aja sok sudah sakit gini". Maira mendudukan dirinya di sofa.


"Tu dokernya". Ucap Maira sambil melihat ke arah pintu masuk, tampak Arya berjalan dengan sangat elegan sambil tersenyum kepada Dev, Earl hanya melirik sedikit ke arahnya.


"Hai big boss Sky Group dan QGC, perusahaan terbesar di asia bahkan sudah menembus Eropa". Sapa Arya dengan berlebihan.

__ADS_1


Dev menyambut Arya lalu memeluknya.


"Sudah lama tidak bertemu, apa kabarmu?" Tanya Dev


"Seperti yang kau lihat Dev, aku sangat baik dan yang tak baik disini adalah kakak ku, periksalah". Ucap Dev.


"Apa keluhanmu Arthur Earl Durrant Andersen?" Arya terkekeh geli dengan kalimatnya sendiri.


"Kau pergilah jika hanya ingin mengolok-olok ku". Ucap. Earl mulai kesal.


"Santai bro, serius amat nanti lama lo sembuhnya". Arya mendekati Earl lalu duduk di pinggir ranjang.


"Duduklah sebentar? apa kau bisa? " Tanya Arya kali ini dengan mode serius.


"Sedikit pusing". Jawab Earl.


"Ya sudah, rebahan saja". Arya memeriksa denyut nadi Earl, lalu mengeluarkan stateskop miliknya menempelkannya di dada Earl, mengukur suhu tubuh. Arya melakukan pemeriksaan detail.


"Kau harus disuntik, kau sudah mulai demam, bagaimana? " Tanya Arya.


"Baiklah, asal aku sembuh tapu kalau aku besok tidak sembuh maka kau tidak akan kubayar". Ucap Earl penuh penekanan.


"Hey yang benar saja, emangnya aku Tuhan. Aku hanya dokter yang berusaha membantumu, dasar kau". Arya menggerutu kesal.


****


...Bersambung....


...Terimakasih ya guys...


...Mohon terus mendukung karya aku ya...

__ADS_1


...love you so much...


__ADS_2