Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
BAB 94 Jadian


__ADS_3

Di taman XX


Ziddan berkeliling mengitari taman bersama Abigail, mereka bercerita banyak hal hingga Abigail merasa lelah.


"Yuk duduk sebentar aku lelah." Ajak Abigail. Ziddan hanya mengikutinya saja.


"Kamu itu orangnya unik ya Zid... " Ucap Abigail tertawa kecil.


"Hehe maksudmu edisi terbatas?hehe." Jawab Ziddan terkekeh geli.


"Tapi aku serius Abigail, walau baru kenal dua hari tapi aku merasa kita sudah kenal cukup lama, aku selalu teringat kamu, sungguh. Aku tidak sedang menggombal."


Ziddan menatap Abigail dengan tatapan serius yang membuat jantung Abigail berdetak cepat.


Deg... deg....deg....


"Ah aku....." dengan terbata Abigail mulai bicara tapi disambar Ziddan.


"Aku paham. " Ziddan mendekatkan wajahnya sangat dekat ke Abigail sehingga membuat Abigail memundurkan tubuhnya.


"Jujur, aku tidak pernah seperti ini sebelumnya, aku tergila-gila padamu dokter dan kau harus tanggung jawab." Ziddan menatap mata Abigail yang dia yakin bahwa Abigail juga merasakan hal yang sama denganya. Ziddan menyentuh lembut bibi* pink Abigail dengan jarinya, ingin rasanya dia menerkamnya tapi Ziddan berusaha untuk bertahan.Sesaat Ziddan memundurkan wajahnya dari Abigail. Yang sudah pasti membuat Abigail bernapas lega namun detakan jantungnya tak bisa dikontrol. Sama halnya dengan Ziddan.


Dag dig dug dag dig dug...


"Abigail Kheil, jadilah kekasihku. Aku akan selalu ada bersamamu sampai saat kau menjadi milikku seutuhnya." Ziddan meraih tangan Abigail lalu menciumnya lembut.


Blush


Deg.... deg... deg...


Perasaan Abigail campur aduk sekarang.


"Ini terlalu cepat. " Ucap Abigail.


"Itu karena aku tak mau ada pria lain mendekatimu, aku takut kehilanganmu. Aku ini super sibuk, urusan perusahaan semua aku yang menangani apalagi si Nick sudah menikah pasti kerjaanku semakin banyak, saat ada kesempatan jadi harus dimanfaatkan. Jika kau sudah menjadi kekasihku artinya kau sudah terikat denganku, itu membuat aku tenang saat aku bekerja, dan tentunya bahagia." Ucap Zuddan apa adanya.


"Kau ini sukanya memaksa, jika aku tidak mau bagaimana? karena aku juga sibuk seharian di RS." Jawab Abigail dengan senyum manisnya.


Ziddan kembali mendekatkan wajah tampannya yang sudah pasti membuat Abigail merinding.


"Aku tahu kau juga merasakan hal yang sama denganku sayang... " Ziddan berusaha untuk menahan hasratnya memakan bibir pink Abigail. "Jawablah Abigail, please."


"Ya .... " dengan malu-malu Abigail menjawabnya. "aku juga merasakan hal yang sama tapi ini terlalu cepat bagiku...."


Hap....


Akhirnya Ziddan melahap bibi* pink itu, dia tak bisa lagi menahan hasratnya sejak tadi, dia ******* dengan sangat lembut. Awalnya Abigail diam saja, ingin menolak tapi dia menikmatinya. Ziddan menahan tengkuk Abigail untuk memperdalam ciu**nnya. Abigail membalas dengan lembut, walau masih amatiran. Abigail memukul dada Ziddan karena hampir kehabisan napas, Ziddan lalu melepaskan *******nya, Abigail terengah-engah karena ini yang pettama kali baginya


"Kau sudah merebut ciu*an pertamaku." Ucap Abigail datar.


"Aku tahu dan aku pria yang sangat beruntung." Ziddan tersenyum lalu mengelap bibir pink Abigail dengan jarinya.


"Maafkan aku, aku sudah berusaha menahannya sejak tadi. Aku sangat mencintaimu percayalah. Bahkan jika perlu besok aku akan melamarmu. bagaimana? "


"Kau selalu memaksa.. " Ucap Abigail lagi.


"Tapi kau suka kan? " Jawab Ziddan, yang semakin membuat Abigail salting.

__ADS_1


"Yess, aku... " Ziddan langsung membawa tubuh Abigail ke dalam pelukannya.


"Bahkan aku belum menyelesaikan kalimatku." Bisiknya ditelinga Ziddan sambil membalas pelukan Ziddan.


"Karena aku sudah tahu kau juga mencintaiku, apalagi wajahku sangat tampan. " Ucap Ziddan pede yang langsung mendapat pukulan dari Abigail dari belakang.


"Sakit tau, kekasih itu disayang bukan dipukul." Ucap ziddan lagi, yang sudah pasrti membuat Abigail tersipu malu.


"Terimakasih sayang." Ziddan mencium pucuk kepala Abigail.


"Apa kau ada jadwal ke RS? Tanya Ziddan.


"Ini hari minggu, aku sudah bebas tugas." Jawab Abigail.


"Ikut denganku ke apartemen sebentar, aku mau bersih-bersih, dua hari di RS sangat tidak nyaman. abis itu kita cari makanan, aku lapar. Lagi pula aku mau ambil mobilku. "


"Lalu mobil ini bagaimana. "


"Aku akan menelepon anak buahku untuk membawa mobil Nick ke mansion. Kekasihmu ini juga seorang bos jadi anak buahnya banyak. " Dengan gaya sombongnya.


"Dasar sombong." Abigail tersenyum.


"Bukan sombong sayang, aku hanya ingin meyakinkanmu bahwa aku pantas untuk mu, juga akan selalu membuatmu bahagia"


****


Ziddan bersama Abigail sudah di dalam mobil, Ziddan menyetir lamban lalu menelpon seseorang.


"Max, kau segera ke apartemen ku sekarang, bawa juga anggotamu." Ziddan lalu memutuskan sambungan teleponnya.


"Sayang jangan biasakan menelpon saat menyetir. " Abigail menasehati dengan tatapan penuh cinta.


"Ya sudah kalau tidak suka, aku tak akan menggil sayang kalau begitu." Abigail memalingkan wajahnya dengan cemberut.


"Maaf hanya bercanda, tentu saja aku suka dipanggil sayang. ayo lihat aku dong. Jadi gak semangat nyetirnya." Ziddan meraih tangan Abigail dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya memegang kemudi. Abigail menatap Ziddan dengan senyum.


"Hati-hati nyetirnya, lihat jalan." Ucap Abigail.


"Siap bos.. ! hahaha." Ziddan tertawa lepas lalu mulai fokus menyetir.


****


Apartemen Ziddan.


Mereka memasuki kawasan Apartemen mewah di Jakarta. Hunian orang berduit kelas atas, dan Apartemen Ziddan ada di lantai akhir gedung. Asisten aja bisa sekaya ini apalagi bos nya? 😁


"Silahkan masuk dokter cintaku." Ziddan membungkuk hormat mempersilahkan Abigail masuk. Tiba-tiba handphone Abigail berbunyi.


"Sepertinya ada pesan masuk." Ucap Abigail.


"Bukalah siapa tahu penting." Jawab Ziddan dengan senyum-senyum.


"Is kamu ini ya, emang aneh. untuk apa kode ini." Tanya Abigail yang ternyata pesan dari Ziddan memberikan kode akses apartemennya.


"Aku memberikan akses padamu untuk masuk ke sini kapanpun kau mau, maaf aku hanya punya ini."


"Hey ini mewah banget tahu, kau begitu merendah untuk meninggi."

__ADS_1


"hehe ayo masuk, silahkan berkeliling aku mau bersih-bersih." Ziddan masuk ke kamarnya di lantai dua. Sementara Abigail berkeliling melihat-lihat apartemen mewah Ziddan ini yang berlantai 3, sangat luas untuk ditempati seorang diri.


Semua tempat sudah Abigail lihat, tiba-tiba sepasang tangan kekar memeluknya dari belakang dengan aroma maskulin yang membuat Abigail merinding.


"Sayang apa sudah selesai mengelilingi apartemen ku ini,?" Ziddan memeluk Abigail posesive.


"Kamu membuat aku terkejut." Abigail menekuk wajahnya.


"Maaf, senyum dong... jangan diumpetin." Ziddan membalikkan tubuh Abigail. Abigail tersenyum manja.


"Ini kamarku, masuk lah." Ziddan menarik tangan Abigail.


"Luas sekali, dan ini cukup indah." Abigail duduk di pinggiran tempat tidur king size Ziddan. Ziddan duduk disamping Abigail.


"Aku seorang yatim piatu, saat usia 6 tahuan aku diadopsi ibunya Nick, mereka berdua menyayangiku sampai aku lupa bahwa aku yatim piatu. Aku mendapatkan semua ini dari hasil kerja kerasku, hehe tentunya karena bekerja dengan Nick. Walau sebenarnya mom sudah memberiku sebuah Apartemen juga beberapa perusahaan atas namaku tapi semuanya tidak aku ambil karena aku ingin mendapatkanmya dengan usahaku sendiri" Ziddan bercerita panjang lebar.


"Im so sorry... " Abigail memeluk Ziddan hangat.


"No need beib, aku hanya butuh cintamu, dirimu. Bisakah besok kita menikah? "


Sontak membuat Abigail memukul dadanya.


"Kau ini selalu saja memaksa." Saat ingin bangkit Ziddan menarik tangan Abigail hingga jatuh ke dalam pangkuannya. Ziddan menatap mata Abigail yang kecoklatan sangat indah. Cukup lama mereka saling menatap satu sama lain hingga tidak sadar siapa yang memulai menempelkan bibi*r mereka. Ziddan ******* perlahan bibi* pink itu dengan sangat lembut, lalu dibalas tak kalah lembut. Tiba-tiba Ziddan tersadar saat dering phonselnya berbunyi keras. Ziddan bangkit lalu mendudukan tubuh Abigail di tepi tempat tidur. Sementara Abigail merasa sangat malu dengan apa yang barusan terjadi. Ziddan merapikan pakaian Abigail yang sudah sangat berantakan itu.


"Maaf sayang, maafkan aku. Aku begitu terlena. Maaf maaf... " Hanya kata maaf yang bisa Ziddan ucapkan, karena hampir saja dia melewati batas.


"Sudahlah, aku tidak apa." Jawab Abigail dengan wajah merona merah sambil merapikan bajunya.


****


"Max kau bawa mobil bos Nick ke mansion, nanti aku nyusul kesana." Dengan wajah coolnya Ziddan memberikan tugas kepada anak buahnya.


"Baik tuan." Tanpa banyak bertanya dua orang anggota Ziddan lalu pergi melaksanakan perintah wakil bosnya itu.


Sementara Abigail berdiri disamping Ziddan bersiap untuk keluar. Ziddan membawa tubuhnya kedalam dekapannya lalu berjalan keluar menuju parkiran mobil. Tampak berjejer rapi 5 unit mobil dan 3 unit sepeda motor.


"Yang mana mobilmu? " tanya Abigail.


"Semua." Jawab Ziddan datar.


"Kamu mau naik mobil yang Mana? Tanya Ziddan.


"Bugatti." Jawab Abigail manja.


"Tapi aku yang nyetir. please. "


"No, kau tidak bisa menaklukannya, ini sangat spesial." Jawab Ziddan.


:Ayolah please, aku punya satu bahkan tipenya lebih tinggi dari punyamu." Memasang wajah cemberut.


"Haha big No lady. Mari masuk, aku sudah lapar pengen makan, masak iya makan cinta doang bisa kenyang." Ucap. Ziddan sambil tertawa bersama Abigail.


****


...Bersambung......


...Terimakasih atas dukungannya guys...

__ADS_1


...Salam sayang buat kalian semua...


...Komen yang baik sangat diharapkan πŸ˜πŸ™...


__ADS_2