
Dev dan Maira sudah berada di dalam mobil, mobil melaju dengan kecepatan sedang lalu berhenti di pinggir jalan yang tentu saja membuat Maira terkejut.
"Koq berhenti disini Dev?" Tanya Maira heran.
Dev turun dari mobil dan tiba-tiba sebuah mobil box berhenti dibelakang mobil mereka. Seseorang turun dari mobil box itu lalu menemui Dev.
"Tuan ini yang tuan butuhkan". Ucap seseorang itu yang sudah pasti anak buahnya Dev menyerahkan tas sport hitam. Dev tersenyum tanpa kata lalu membuka tas nya, dia membuka baju kemejanya yang membuat Maira menjerit.
"Hey ngapain buka baju dipinggir jalan in".
Dev tidak memperdulikannya, Dev mengambil kaos dari dalam tas, lalu memakainya kemudian mengenakan jaket kulit hitam dari dalam tas. Maira hanya memandanginya saja. Dev menyerahkan kemeja dan tasnya kepada anak buahnya kemudian melangkah masuk ke dalam mobil box, tak lama Dev sudah keluar bersama motor sportnya warna senada dengan pakiananya juga helmnya, warna hitam yang semakin membuat nya keren abis. Dev melajukan motornya dan berhenti tepat disamping Maira.
"Naiklah". Ajak Dev.
"Maira tercengang karena kaget dan juga shock melihat ketampanan Dev yang parah banget, hingga dia tidak sadar kalau anak buah Dev sedari tadi menyerahkan helm kepadanya.
"Nona ini pakai nona... "
"Oh yah sorry, thank you".
Maira memakai helm nya lalu naik ke atas motor Dev.
"Mau kemana kita? " Tanya Maira sedikit kepo.
"Aku ingin membawamu jalan-jalan menikmati suasana kota dimalam hari". Jawab Dev.
"Lantas anak buah mu itu". Maira menunjuk kepada anak buah Dev dibelakang mereka.
"Tentu saja mereka ikut kita, aku ingin kita tetap aman, walau tanpa mereka aku masih bisa memberi keamanan untukmu". Jawab Dev lagi dengan suara yang datar.
"Kau sudah siap? ". Tanya Dev.
"Yess, I'm ready". Jawab Maira yang spontan memegang bahu Dev kaku.
"Tenanglah, aku tidak suka ngebut di jalan tapi kalau di track pasti aku lakukan dengan senang hati". Ucap Dev.
__ADS_1
Dev melajukan motornya perlahan, namun tiba-tiba dia ingin menjahilin Maira,sambil tersenyum smirk Dev mulai menaikan kecepatan laju motornya hingga membuat tubuh Maira menempel ke tubuh Dev dengan sempurna. Dev tersenyum puas. hati Maira ingin mengangkat tubuhnya dari tubuh Dev tapi gerakan tubuh Maira berlaku sebaliknya, Maira semakin erat memeluk Dev bahkan Maira menempelkan wajahnya ke bahu Dev, menghirup aroma maskulin dari tubuh anak unclenya ini membuat Maira tenang dan sangat damai hingga tidak tahu sejak kapan Maira mulai terlelap dibahu Dev. Menyadari akan hal itu Dev memperlambat laju motornya, sambil memegang tangan Maira yang terkulai di pinggangnya. Karena terlalu beresiko melajukan motornya dengan kondisi Maira yang tertidur, Dev menghentikan motornya dan menepi sibuah taman kota. Maira yang sadar motor berhenti membuka matanya perlahan.
"Apakah kita sudah sampai? kita ini dimana? " Tanya Maira.
"Hmmm..... apakah kau lelah, kita bisa pulang dan melanjutkan jalan-jalannya dilain waktu". Jawab Dev.
"Maaf, sepertinya kau benar Dev. Sebaiknya kita pulang, tapi bolehkan aku membeli es krim itu? " Maira menunjuk pada seorang penjual es krim di pinggir kalan dekat taman.
"Apa kau yakin? " Tanya Dev.
"Aku belum pernah makan dipinggir jalan seperti ini tapi pasti asyik bukan? ". Tanya Maira yang tersenyum lebar, dan sepertimya dia tidak mengantuk lagi.
"Please... " memasang wajah puppy eyes ke arah Dev.
"Baiklah". Jawab Dev lalu memarkirkan motornya, anak buah Dev mendatangi Dev dan berjaga di dekat Dev.
"Kalian jangan terlalu memancing pusat perhatian, awasi dari sini saja". Titah Dev kepada para anak buahnya.
Deb beserta Maira berjalan menuju ke tempat penjual ea krim di pinggir taman.
"Pak saya mau 2 rasa strawberry dan Coklat". Ucap Maira ke penjualan es krim.
Penjual ea krim memberikan 2 es krim pesanan Maira.
"Berapa harganya pak? " Tanya Maira.
"Rp. 20.000,- nona".
"What? Murah banget ya? " Maira menatap Dev heran.
"Ya sudah pak, ini uangnya".
Dev menyerakan uang lembaran seratus ribu sebanyak 10 lembar kepada penjual es krim itu.
"Tuan, ini banyak sekali".
__ADS_1
"Sudahlah, ambil saja.... " Ucap Maira sambil menikmati es krimnya.
"Ambil saja pak, ini rezeki buat bapak". Bujuk Dev, sambil menahan tangan si bapak agar menerima uangnya.
"Baiklah tuan ini saya terima, Alhamdulillah... terimakasih tuan, nona".
"Sama-sama pak". Jawab Dev dan Maira bersamaan.
Maira dan Devpun pergi meninggalkan si pemjual es, mereka duduk di box dekat parkiran motor.
"Kau mau? " Maira menawarin Dev es krim.
"Tidak, makanlah. Aku sering beli es krim bapak itu tapi anak buahku yang membelikannya. Dia itu punya seorang putri sedang kuliah, bapak tu jualan demi kelanjutan kuliah anaknya juga hidup leluarganya".
"Loh koq kau tau Dev? "
"Anak buahku yang menyelidinya untuk ku, jadi setiap aku lewat kesini pasti aku borong es krimnya ".
"Kau sungguh baik hati".
"Tidak, itu kewajiban kita membantu sesama".
"Ya ya ya... ayo kita pulang, aku lelah". Ucap Maira.
" Ok, mau naik motor atau mobil? " Tanya Dev.
"Aku ingin naik motor tapi tidal ingin merepotinmu kalau aku tiba-tiba tertidur, lebih baik naik mobil saja". Maira melihat kanan kiri mencari mobil Dev.
"Itu mobilku". Jawab Dev sambil menunjuk arah belakang mereka, Dev paham kalau Maira mencari keberadaan mobilnya.
****
...Bersambung...
__ADS_1
...Terimakasih atas dukungannya...
...Love you so much ππ...