Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
S-2 BAB 146 Mencoba Menemukan Akar Permasalahan


__ADS_3

Semua orang masih fokus mendengar penuturan Queen mengenai perjalanannya saat melakukan pengejaran tak terkecuali Dev yang begitu antisias dengan semua yang disampaikan sang mommy.


"Lalu data apa yang mommy dapatkan?" Tanya Earl yang menanti jawaban dengan sangat tidak sabar sejak masih di pulau kemaren malam.


"Ini, mommy mendapatkannya dari pemilik losmen disana, entahlah mengapa dia memberikannya". Jawab Queen yang menyerahkan amplop coklat ke Nick yang langsung diambil Nick sambil memandang Ziddan, Nick mulai membukanya.


"Aku bahkan tidak mengenal semua foto mereka sama sekali walaupun disana ada data diri mereka". Ucap Queen yang masih sangat heran dengan semua yang telah terjadi hingga menyebabkan kematian Abigail.


"Kau benar honey, bahkan aku juga tidak mengenal mereka". Kini Nick yang membenarkan ucapan Queen, yang kemudian memberikannya kepada Ziddan. Ziddan memperhatikan setiap detail foto dan data diri masing-masing orang di sana dan sepertinya Ziddan mencurigai sesuatu.


"Sepertinya wajah wanita muda ini aku kenal tapi siapa? " Ziddan mencoba mengingat-ingat sesuatu.


"Coba aku lihat om Zid". Earl yang sejak tadi penasaran dengan apa yang ada di dalam amplop coklat itupun meraih berkas itu dari tangan Ziddan yang masih mencoba mengingat sesuatu. Namun saat Earl melihat sebuah foto langkah terkejutnya Earl dengan apa yang dia lihat.


"Tidak mungkin. Dev coba kau lihat ini". Kini Earl memyerahkan lembaran berkas ke Dev yang tentu saja penasaran melihat ekspresi sang kakak. Devpun sama terkejutnya dengan Earl melihat apa yang tertera di sana.


"Oh my God, foto ini kami kenal mom dad". Ucap Dev yang memperlihatkan ke semua orang disana dan menunjuk foto seorang wanita muda yang cantik.


"Ini mom, kalau dia berada di sini berarti ini saudara kembarnya Airin dan ini Airan".


"Apa maksudmu Dev? " Tanya Queen dan Nick bersamaan, sementara Ziddan masih dengan pemikirannya yang bingung.


"Jadi gini dad, mom. 3 tahun lalu Airin masuk bergabung di Sky Group sebagai sekretaris di staff marketing atas pilihan dari Hans anaknya uncle Rey.


Dev menceritakan kepada keluarganya tentang Airan hingga dicurigai sebagai pelaku pembobolan data, juga terungkapnya fakta bahwa Airin memiliki saudara kembar yang tinggal di London untuk bekerja sebagai agen di jasa travel.


"Nah mom, foto ini adalah Airan". Ucap Dev lagi. Earl pun langsung mengiyakan.

__ADS_1


"Iya mom, tapi apa penjelasan dari ini semua? kalau dari data ini disini tertulis jelas bahwa Airan ini anaknya, apakah ini benar? " Tanya Earl yang memijat kepalanya, karena setahu dia Airin dan Airan adalah anak yatim piatu yang diasuh oleh sepasang suami tua di Jakarta.


"Kenapa kak? hahaha kau mulai pusing ya? kenapa? takut kalau Airan Airin beneran musuh kita? hahaha". Dev mentertawai sang kakak.


"Ada apa son? apa maksudnya? " Tanya Queen yang sudah memahami keadaan Earl putra sulungnya itu.


"Jangan bilang kalau kau Earl menaruh hati dengan sekretaris itu?" Tanya Queen yang menatap ke arah Earl yang salah tingkah.


"Nah itu mom, kak Earl sakit ya gara-gara mengantar pulang sekretarisnya itu padahal naik mobil, bisa-bisanya kena hujan hahaha". Dev meledek sang kakak yang langsung memukul bahunya.


"Kau ini... " Ucap. Earl yang sangat kesal kepada Dev.


"Son, apakah itu benar? son momy tidak melarangmu dalam hal pasangan hidupmu tapi son kau harus tahu detail mengenai wanita yang kau pilih, ingat son jangan salah mengambil langkah". Queen menasehati sang anak dengan kelembutan lalu memeluknya erat.


"No mom, si Dev hanya melebih-lebihkan saja, aku tahu batasan mom dont worry".Ucap Earl dengan wajah memerah.


"Hmm... sepertinya banyak yang harus kita lakukan secepat mungkin, kita harus menyelidiki kebenaran data-data ini dan jangan sampai salah bertindak". Jawab Nick.


"Serahkan semua data ini ke Alex, biarkan dia yang menyelidikinya". Ziddan kini angkat bicara.


"Ya kau benar Zid, Dev foto data-data ini semua lalu kirimkan ke uncle Alex sesegera mungkin". Titah sang daddy.


"Baik dad". Jawab Dev.


"Ok mari kita bekerja, Zid kau tempatkan orang-orangmu dibeberapa titik yang mencurigakan, Dev buat copyan data-data ini biarkan om Zid mempelajarinya, kali aja ada yang bisa dilakukan om Zidmu ini".


"Ok dad, tapi siapa kira-kira yang mengirimkan pesan singkat ke kak Earl memberikan informasi lokasi saat di pulau itu? Apa motifnya apa tujuannya". Dev semakin penasaran akan semua yang terjadi.

__ADS_1


"Entahlah, dan pasti akan kita ketahuinya.secepaynya. Sekalian kau selidiki nomor ponselnya serta lihat titik gpsnya". Titah sang daddy.


"Ok dad".


Dev lalu bergerak cepat melakukan seperti yang diperintahkan sang daddy, sementara Queen masih mencoba mengingat-ingat semua runtutan peristiwa yang terjadi, karena dia berpikir sepertinya ada sesuatu yang terlewat dan Queen merasa yakin semua ini berawal dari kehidupan masa mudanya bukan musuh baru yang mencoba mencari masalah dengan keluarganya namun Queen mencoba bersikap biasa karena dia tidak ingin membuat suaminya mencemaskannya. Sementara Earl kini sedang memperhatikan layar monitor Dev dimana Dev sedang mencoba mencari titik sinyal gps dari nomor ponsel si pengirim pesan singkat di ponselnya. Lalu tiba-tiba masuk sosok wanita muda cantik dihadapan mereka semua.


"Perlu bantuanku? " Tanya wanita muda cantik itu yang tak lain adalah Maira. Tentu saja semua orang disana terkejut karena Maira seharusnya berada di rumah bukan di sana.


"Oh baby, mengapa kau kemari seharusnya kau istirahat". Ucap Ziddan yang memeluk sang putri lalu memposisikan dirinya duduk disebelahnya, dan yang lain pun merespon hal yang sama


"Maira mengapa kemari? " Tanya Quern lembut.


"Aku bosan di rumah daddy, aunty maafkan aku. Biarkan aku membantu pastu kalian membutuhkan bantuanku". Ucapnya lagi yang kini sudah duduk bersebelahan dengan sang daddy kesayangannya itu.


"Baby, biarkan kami semua yang mengatasinya, kau istirahatlah". Ziddan mencoba memberikan pengertian kepada putri satu-satunya ini.


"ini soal mommy dad, mereka telah menyebabkan mommy pergi". Mata Maira mulai berkaca-kaca.


"Aku akan mencari mereka semua penyebab mommy pergi dad".


"Baby, no... dendam hanya akan membawa kehancuran bagi si pendendam, saat ini kita harus melakukannya dengan pikiran yang jernih bukan dengan hati yang penuh dendam. Daddy juga sangat kehilangan, mereka semua juga kehilangan dan sedang berduka tapi baby dendam itu akan mempengaruhi kita untuk melakukan hal-hal bodoh yang pasti akan mengacaukan segalanya. Ikhlaskanlah semuanya jika kau ingin membantu mencari jawaban dari semua pertanyaan ini, dan berpikir yang jernih. Jika kau bisa melakukannya maka daddy akan membiarkanmu bergabung dengan kami". Ucap Ziddan yang mencoba memberi pengertian kepada putrinya.


***


...Bersambung...


...Mohon dukungannya ya guys...

__ADS_1


...Terimakasih πŸ˜πŸ™...


__ADS_2