Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
S-2 BAB 126 Tiga Sahabat Saling Menggoda


__ADS_3

Setelah menyelesaikan penanganan terhadap Earl, Arya memberikan tiga jenis obat kepada Dev.


"Dev, kakakmu ini sepertinya punya hobi baru main hujan-hujanan atau coba kau pastikan atap mobil sport nya itu bocor atau gimana?" sambil terkekeh Arya menggoda Earl yang memasang wajah marah.


"Itulah Ya, aku juga bilang seperti itu tapi kakak hanya diam saja, trus bagaimana keadaan kak Earl". Ucap Dev seraya menerima obat yang diberikan Arya.


"Itu obat diminum setelah makan, dan pastikan untuk antibiotiknya harus habis, sedangkan yang warna hijau itu jika tidak demam lagi tidak perlu diminum. Kakak mu demam flu biasa, sepertinya tubuhnya masih sama saat kanak-kanak dulu tetap tidak bisa kena hujan dan udara yang terlalu dingin, so istirahatlah minum air hangat yang banyak, jika suhu panas tubuhnya semakin tinggi, kau harus mengompresnya". Ucap Arya panjang lebar.


"Wah kak Earl kau harus segera menikah aku tidak mau setiap hari harus seperti ini". Keluh Dev menggoda sang kakak.


"Kalian semua bisa pergi jika tidak ikhlas". Tegas Earl. Namun Arya juga Dev malah tertawa pecah.


hahahhaha....


"Ini dia besti ku" , Arya menepuk bahu Earl pelan.


"Ya sudah, aku pulang dulu. Cepat sembuh ya bro, dan ingat aku tunggu transferannya'. Arya mengedipkan sebelah matanya ke arah Earl, Earl memberikan kepalan tangan ke arah Arya yang terkekeh geli.


"Oh iya btw, wanita itu siapa? " Tanya Arya melirik ke Maira. Maira hanya pura-pura tidak mendengar karena sejak tadi dia menyibukan dirinya dengan memecahkan kode sandi yang menghack data perusahaan Uncle dan Aunty kesayangannya.


"Oh... dia anaknya om Ziddan jadi ya boleh dibilang kami bersaudara walau om Ziddan hanya anak angkat di keluarga kami tapi om Ziddan itu lebih dari saudara kandung bagi daddy, kau taulah kan om Ziddan". Dev menjelaskan panjang lebar namun si yang dikasih penjelasan malah memandang Maira tak berkedip.


"Woy...!!! Dev meneriaki Arya yang spontan membuat Arya kaget juga Maira, apalagi Earl yang baru saja menghabis teh nya.


"Apaan siih". Seru Arya dengan wajah memerah.

__ADS_1


"Kalian menceritai aku? hmm.... "Giliran Maira yang nimbrung.


"Nama anda siapa nona? " Tanya Arya ngebet kenalan.


Maira tak menjawab, hanya diam dengan wajah ditekuk.


"Arya, jangan coba-coba mendekati Maira yang ada Dev bisa meninjumu". Earl tersenyum tipis menggoda sang adik. Dev terbatuk seketika.


"Oh aku paham sekarang.... hahahha".


Arya tertawa pecah melihat Dev salah tingkah karena ulah sang kakak. Sementara Maira langsung pergi meninggalkan mereka semua, tadi sebenarnya Maira ingin membahas masalah hacker yang sudah di dapatnya tapi dibatalkannya karena kesal dengan sikap tiga pria aneh di kamar Earl.


"Maira mau kemana? " Tanya Dev.


"Dev, hati-hati kata orang jatuh itu sakit". Haha.... Ya sudah aku pulang, telpon aku jika kau butuh aku".


"Terimakasih bro". Ucap Earl.


"Transfer... ". Jawab Arya.


Adik kakak itu tidak menjawab ocehan Arya yang mulai bergerak keluar kamar berbarengan dengan bik Inah yang membawa bubur ayam buat Earl juga teh buat Arya.


"Kelamaan bik". Arya mengambil teh langsung meminum habis teh panas itu sambil berjalan.


"Hey apa itu tidak panas? " Tanya Dev.

__ADS_1


"haha aku sudah biasa, aku pulang. Bik terimakasih tehnya". Arya keluar kamar meninggalakan mereka semua yang tak habis pikir dengan ulah Arya.


"Tuan muda Earl makanlah buburnya, ini air hangat setelah itu minum obat". Bik Inah meletakan bubur dan air hangat di atas meja nakas, kemuadian keluar meninggalkan Dev juga Earl.


"Ayo kak dimakan, obatmu menunggu. untuk malam ini aku akan tidur di sini".


"Tak perlu, setelah minum obat aku akan sembuh".


"Kak... "


"Ok la terserah kau saja, ini sudah habis, obat sudah aku minum, aku mau tidur". Earl merebahkan kembali tubuhnya di ranjang.


"Cepat sembuh kak, aku tidur di sofa saja, good night".


Dev beranjak meninggalkan Earl lalu mematikan lampunya sementara Dev rebahan di sofa sambil memainkan ponselnya. Tak berapa lama Dev tertidur pulas sementara Earl pikirannya masih ke Airin.


"Shiit.... ada apa ini". Batin Earl yang terus mencoba tidur saat menutup mata bahkan Earl bisa melihat dengan jelas wajah manis Airin.


****


...Bersambung......


...Terimakasih sudah mendukung karya aku...


...Love you so much...

__ADS_1


__ADS_2